IMG 20151101 201402 scaled

IMG_20151101_201402

Tidak ada cara instan menjadi sukses. Semua pasti melalui kerja keras, pantang menyerah, dan doa kepada Yang Kuasa.

Ini juga berlaku bagi Vabel Primadana Putra yang saat ini menjadi pemilik tiga outlet Kedai Roti Bakar (Keibar) di kawasan Tangerang Selatan. Ia sebelumnya mencoba berbagai macam jenis usaha namun gulung tikar dan sempat ditipu rekan bisnisnya.

“Sekarang saya merasakan kalau punya sesuatu yang diyakini dan itu benar, insya Allah bisa tercapai. Sejak kuliah saya sudah jualan apa saja seperti pulsa, keripik pedas, pakaian, dan segala hal yang sesuai tren saat itu. Kini saya bisa merasakan hasilnya,” kata Vabel.

Awalnya, ia senang menyantap roti bakar dan mie instan sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegemarannya justru membuka peluang menciptakan jenis usaha serupa.

Ia menilai, warung yang menjual roti bakar dan mie instan terlalu memberikan porsi yang sedikit, padahal harga tergolong mahal saat itu. “Akhirnya saya modifikasi sendiri dengan porsi lebih besar namun dengan tetap harga terjangkau,” katanya.

Ia mulai mendirikan usaha Keibar pada 23 September 2013 melalui tenda kaki lima di kawasan Pamulang, Tangerang. Berbekal modal Rp 15 juta, ia tetap semangat mendirikan warung roti bakar.

Awalnya ia tidak berharap banyak pada bisnis roti bakarnya dalam waktu dekat. Apalagi usaha sejenis sudah menjamur, baik di Jakarta maupun Tangerang. Namun sebulan setelah diresmikan, respon pelanggan sangat bagus dan dalam dua tahun sudah memiliki tiga outlet.

“Sebulan setelah didirikan, akhirnya saya memberanikan pindah ke kios empat ruko yang saya buat jadi satu. Waktu itu saya minta sedikit bantuan orang tua untuk tambah modal dan responnya terus membaik,” ujarnya.

IMG_20151101_202037

Ia memilih nama Keibar yang sebenarnya merupakan singkatan dari Kedai Roti Bakar. Kedai digunakan agar tidak pasaran seperti warung atau kafe. Kedai tersebut menawarkan berbagai macam roti bakar manis atau asin dan pisang bakar manis dengan harga mulai Rp 8.000-Rp 23 ribu.

Variasi mie instan dibanderol Rp 6.000-Rp 20 ribu dan untuk minuman mulai dari Rp 20 ribu per gelas, tergantung ukuran gelas. Ia juga menyediakan teh tawar gratis.

Saat ini Keibar telah memiliki tiga cabang yaitu Ruko Pamulang Permai, Ruko Ciputat Center di samping Universitas STIE Ahmad Dahlan, dan di Jalan Alternatif Cibubur yang baru diresmikan 29 September 2015.

Ia telah memekerjakan 40 orang karyawan di tiga cabang Keibar. Keuntungan terbesar diperoleh dari cabang Ciputat dengan omzet mencapai Rp 8-9 juta untuk Senin-Kamis, dan akhir pekan meningkat hingga Rp 10-12 juta.

“Kalau dijumlah, tiga cabang bisa menghasilkan keuntungan kasar Rp 18 juta per hari untuk Senin-Kamis dan akhir pekan mencapai Rp 28 jutaan,” katanya.

Ke depan, ia berencana menata manajemen bisnis kulinernya baru melanjutkan membuka cabang berikutnya.

IMG_20151101_202342

Bisnis Lancar Dibantu Pacar

Kesuksesan sebuah bisnis biasanya didukung oleh orang terdekat, tak terkecuali keluarga atau pacar. Itu juga yang dialami Vabel Primadana Putra merintis Kedai Keibar.

Saat pertama kali merintis kedai tersebut, Vabel sempat menjual barang-barang pribadi demi modal usaha. Ia juga dibantu Erina Yuliana, sang kekasih menjual barang pribadinya tersebut.

“Dengan ketekunan bersama, saya dan pacar berhasil mengumpulkan modal hingga Rp 15 juta. Semua terasa indah kalau dilakukan bersama. Kini Erina sudah jadi istri saya,” katanya.

Namun sebelum berbisnis kedai tersebut, ia sempat berbisnis jual beli aksesoris motor. Kepandaiannya dalam dunia pemasaran mendorongnya cepat menjual peralatan dunia automotif tersebut.

Tapi kelanggengan bisnis itu tak berjalan lama. Ia yang tak begitu pandai dalam teknis soal permesinan dan dunia automotif justru ditipu rekan bisnisnya sendiri.

Ia pun tak putus asa atas kegagalan di bisnis sebelumnya. Justru dengan kegagalan tersebut ia mampu belajar agar tidak terjadi kesalahan serupa. Ia juga rajin membaca buku mengenai kewirausahaan dan kerap mengikuti seminar-seminar wirausaha selama di kampus.

Berbekal pengetahuan tersebut dan ilmu tentang pemasaran yang dikuasai mendorongnya semakin semangat berbisnis kuliner sambil terus belajar dari usaha serupa.

Saat memilih bisnis makanan, ia awalnya juga tak mendapat restu dari orangtua. Lulusan Sarjana Ekonomi (S1) Indonesia Banking School ini didesak menjadi pegawai kantoran dengan penghasilan lumayan. “Orangtua tentu mau anaknya jadi yang terbaik. Namun saya memiliki keyakinan memilih jalan terbaik bagi hidup saya dengan wirausaha kuliner ini,” katanya.

d4ec0bb2-dbbc-4384-996a-ff15017c27e7 (2)

Profil:

Nama                          : Vabel primadana Putra

Pendidikan:                 : Sarjana Ekonomi (S1) Indonesia Banking School

Tempat/tanggal lahir : Jakarta, 21 Juli 1990

Kontak                         : 089630050027

Email                           : rotibakar_keibar@hotmail.com

Instagram                    : @kedaikeibar

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

2 thoughts on “Rezeki Berkibar Kedai Keibar”
  1. Iya memang semuanya harus dengan kerja keras dan konsistensi.

    Jangan pernah berharap semua serba instan karena di dunia tidak ada yang seperti itu.

    Boleh nanya mas, di Bogor belum ada cabangnya ya? Jadi pengen kesana, cuma kalau ke Tangerang jauh pisan soalnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *