Popuframe 4

Popuframe 4

Bukan hal yang mudah untuk menekuni bisnis yang saat ini sedang diminati banyak orang. Namun risiko tersebut diambil kakak beradik Noorine dan Malvia yang kini merintis usaha Red Purple Scrap.

Ide bisnis ini tercetus dari kegemaran scrapbook yakni seni menempel foto atau gambar di media kertas dan menghiasnya menjadi karya kreatif bernilai seni. Seni tersebut telah diperkenalkan pertama kali di Inggris pada abad ke-15 dan baru berkembang di Asia sekitar enam tahun terakhir.

Puzzleframe

Kedua bersaudara ini merintis usaha sejak 2012 dan hanya memerkenalkan bisnis dari pertemanan. Agar semakin berkembang, Noorine dan Malvia menyebarkannya melalui media sosial.

Untuk membedakan dengan pesaing, mereka tidak menyiapkan tema sehingga akan langsung menyerahkan konsep ke pembeli. “Kita bebaskan kreativitas pembeli tapi kita juga bantu mengarahkan dan memberi saran,” kata pemilik dan marketing Red Purple Scrap  Noorien AFR.

Proses Pembuatan

Dalam menjalankan bisnis scrapbooking, Noorien juga dibantu adiknya, Melvia Erfah untuk merancang produk dan dua orang karyawan untuk membantu proses produksi yang  bisa menghabiskan 2-7 hari.

Mereka menawarkan lima produk yakni scrap frame yaitu potongan-potongan gambar dengan tambahan hiasan seperti manik-manik, pop up frame berupa hampir mirip dengan scrap frame namun memakai media kertas.

Selain itu, mozaik frame  yakni menyusun foto hingga membentuk satu gambar inti, puzzle frame yang lebih menyerupai puzzle namun dikemas dalam bingkai, serta pop up papper  yang menyerupai pop up frame namun dari tampilannya tiga dimensi (3D).

Untuk harga, Red Purple Scrap mematok mulai Rp 90 ribu untuk jenis pop up papper ukuran medium dan tertinggi puzzle frame seharga Rp 350 ribu dengan ukuran 20×30 cm dan terdiri atas dua frame.

Mozaikframe 2_1

“Tapi kita juga pernah melayani permintaan pembeli untuk pembuatan scrap frame dengan ukuran satu meter. Itu besar sekali, jadi kita banderol  sekitar Rp 1 juta,” kata Noorine.

Modal awal usaha ini sekitar Rp 1 juta dengan estimasi keuntungan sebulan berkisar Rp 1-2 juta. Awalnya, mereka hanya mendapat tiga pesanan dalam seminggu atau sekitar 12-15 pesanan sebulan.

Saat ini, Red Purple Scrap sudah bisa meraup keuntungan hingga Rp 6-8 juta dengan jumlah pesanan mencapai 30-40 unit sebulan. Pangsa pasarnya juga berkembang dari yang semula teman kuliah menjadi karyawan dan perusahaan.

“Semenjak kita mulai bisnis melalui media sosial, pangsa pasarnya lebih banyak karyawan. Sempat ditawari produksi souvenir pernikahan dan seminar kit, tapi belum kita ambil,” katanya.

Ke depan Red Purple Scrap berharap bisnisnya terus berkembang hingga ke perusahaan, pemerintahan dan ke luar negeri. Upaya untuk menangguhkan tantangan juga terus dilakukan, terutama tantangan meningkatkan kreativitas.

IMG-20160124-WA0012

Sempat Kewalahan Layani Pelanggan

Bisnis keluarga dinilai tidak selalu mudah dijalankan. Begitu juga yang dialami Noorien dan Melvia mengembangkan bisnis scapbook, Red Purple Scrap.

Popuframe 2

“Paling kita sering cek-cok ketika pesanan banyak karena saya sales marketing dan suka tidak memikirkan pesanan yang masuk meski sudah banyak. Di situ biasanya adikku menggerutu,” kata Noorien.

Dalam menjalankan bisnis scrapbook, Noorien berbagi tugas dengan sang adik yang sama-sama pemilik Red Purple Scrap. Noorien bertugas sebagai sales marketing yang mencari calon pembeli dan Melvia bertugas merancang produk sekaligus bertanggung jawab atas produksi scrapbooking.

Pada saat pesanan melimpah, Noorien juga turut membantu adik dan dua karyawannya dalam memenuhi pesanan pelanggan. Komitmen Red Purple Scrap untuk bisa menyelesaikan pesanan dalam waktu singkat memicu kakak beradik ini harus saling membantu.

Mozaikframe

“Jadi saya terus terima pesanan. Tapi adikku yang mengeluh karena dia bagian produksinya kewalahan. Ujung-ujungnya dia minta bantuan untuk ikut mengerjakan,” katanya.

Tahun ini Red Purple Scrap lebih banyak menerima pesanan dari perusahaan. Proyek terbaru yang saat ini sedang ditangani yakni membuat 20 katalog. Pesanan tersebut datang dari perusahaan Fuji Film.

Dalam menjalankan bisnis bersama adik, Noorien mengaku belum ada tantangan yang berarti. Sejak 2012, mereka hanya mengalami pertengkaran-pertengkaran kecil. “Sejauh ini kita lancar-lancar, ini karena adik sendiri. Paling kalau berantem hanya jitak-jitakan,” katanya.

Noorien (merah) Melvia (Ungu)

RED PURPLE SCRAP

Instagram                    : Redpurple_scrap

WA                              : 085718412429

Email                           : redpurplescrap@gmail.com

Alamat                                    : Jl Manggis 1 No 4 Tebet, Jakarta Selatan

 

Nama : Noorien AFR, ST

Tempat/ Tanggal Lahir : Bandung, 15 Juli 1989

Hobby : Membaca, Nonton

Pendidikan Terajhir : Sarjana Teknik Planologi, ITENAS Bandung

 

Nama : Melvia Erfah, SE

Tempat/ Tanggal Lahir: 07 Juli 1992

Hobby : Travelling, Scrapbooking

Pendidikan terakhir : Sarjana Ekonomi, Universitas Bina Nusantara, Jakarta

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *