Dewi dan Rikha (2)Kesempatan selalu datang berkali-kali. Namun hanya yang mau memanfaatkan peluang yang bisa sukses. Prinsip itulah yang dilakoni Dewi Andirani dan kakaknya Rikha Juliani dalam berbisnis sepatu etnik.

Dewi menilai, pemain bisnis sepatu di dalam negeri begitu banyak. Namun ia mampu mencari celah bisnis dengan memanfaatkan peluang sebagai produsen sepatu etnik. Tapi mantan wartawati media nasional ini menilai, etnik saja tidak cukup. Dewi menambahkan keunikan pada bisnis sepatunya.

Keinginan Dewi berbisnis muncul saat ia sering meliput pengusaha muda sebagai bahan tulisannya. Setahun penuh ia menjalani profesinya tersebut dan menerima banyak ilmu. Bahkan seorang pengamat ekonomi juga menantangnya menjadi pengusaha.

“Saya berpikir kalau orang lain bisa terinspirasi dari apa yang saya tulis, mengapa saya tidak bisa terinspirasi dari apa yang saya wawancarai. Saya juga bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari pengusaha muda yang saya temui. Dari situ saya memutuskan menjalankan usaha produksi sepatu,” ujarnya.

Keinginan memproduksi sepatu mulai dirintis sejak April lalu. Ia bersama kakaknya, Rikha menjadi perancang sepatu dengan merek R&D Shoes, sesuai inisial nama keduanya. Namun karena dianggap seperti perusahaan riset dan pengembangan, ia mengubah nama merek menjadi Khawi, akronim kedua bersaudara ini. “Ini biar terkesan etnik,” katanya.

Dewi mendesain semua sepatu secara manual dan mengirimnya ke perajin di Bogor untuk diproduksi. Kebetulan perajin tersebut memiliki visi yang sama memproduksi sepatu etnik, unik, lucu, kuat dan tetap berkualitas. Agar bisa bersaing dengan produsen sepatu lain, Dewi melepas harga sepatunya dengan harga terjangkau.

Saat ini ia menjual sepatu flat shoes untuk kebutuhan retail sekitar  Rp 139 ribu-Rp 175 ribu. Sepatu wedges dan heels sekitar Rp 225 ribu-Rp 250 ribu per pasang. Untuk satu model bisa terdiri atas lima hingga 20 ukuran sepatu. Kapasitas penjualan saat ini bisa sampai 200 pasang sepatu per bulan. Omzet penjualan sebulan bisa mencapai Rp 20 juta per bulan. Margin keuntungan yang diperoleh bisa 30 persen. “Lumayan menarik bisnis ini. Padahal modal awal cuma Rp 7 juta,” tuturnya.

Untuk menembus persaingan yang kian ketat, ia tetap menjaga kualitas produk serta mengembangkan desain lebih trendi namun dengan harga murah. “Sebagai jaminan, kami memberi garansi seminggu. Jika pembeli menemukan masalah pada kualitas barang, boleh dikembalikan,” tuturnya.

Ia kini lebih gencar berpromosi secara online. Cara ini dianggap tidak memerlukan banyak biaya namun lebih efektif. Pelanggannya tersebar mulai dari Aceh hingga Lombok. Saya berharap ke depan ada pengembangan pasar yang lebih besar. Sekarang saya sedang mencoba bekerja sama dengan perusahaan, universitas, sekolah, dan kementerian untuk memasarkan produk ini,” tuturnya.

share (2)

Bekerja dari Hati

Setiap menjalankan usaha, pasti ada halangan. Begitu pula yang ditemui Dewi saat merintis usaha ini. Perempuan kelahiran Medan tersebut sempat mendapatkan kerusakan sepatu yang diproduksinya. Karena sudah menjamin garansi, ia meminta pelanggan mengembalikan sepatu yang jebol.

“Saat banyak pelanggan mengeluh sepatu baru sudah jebol, jujur mental saya waktu itu sempat turun dan tidak mau berbisnis lagi. Tapi saya kemudian sadar, tidak ada perjalanan enak menuju sukses. Harus dimulai dari kegagalan dulu,” katanya.

Ia pun ingat pesan pengusaha muda yang ditemuinya untuk tidak menyerah terhadap kegagalan yang diterima. “Gagal itu biasa. Salah itu pasti ada. Kita hanya harus bisa belajar dari kegagalan dan memerbaiki kesalahan yang sudah pernah dilakukan,” katanya.

Agar tetap bertahan, Dewi percaya pada kekuatan mimpi dan perlahan melakukan aksi. Saat menemui rintangan, ia menganggap sebagai cobaan yang harus dicarikan solusi. Dari kegagalan itu, ia bisa belajar lebih baik lagi.

Ia menganggap saat menghadapi kegagalan selalu mengembalikan masalah ke hati. Ia menilai, sesuatu yang dikerjakan dari hati hasilnya akan maksimal. “Jangan lupa untuk terus berdoa dan menyertakan Tuhan dalam setiap langkah usaha. Bos dari seorang entrepreneur yaitu Tuhan,” ujarnya.

 

Profil :

Nama: Dewi Andriani

TTL: Medan, 20 Desember 1987

Pendidikan : S1 Ilmu Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia

Hobi: Membaca, traveling, menulis

Nama Lengkap: Rika Juliani

TTL: Medan, 9 Juli 1981

Alamat Usaha: Jalan Kebagusan Raya Gg. Mansyur No 99 RT 10 RW 07 Kebagusan Pasar Minggu Jakarta Selatan 12520

Kontak: Dewi 081808230835/pin bb: 2a488432 dan Rika 081383403164/pin bb: 7d4b2ac1

Twitter: @rndshoes  Instagram: @rdshoes

 

 

 

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *