• Petani Bajak Sawah
    Reportase

    Nasib Petani Kurang Diperhatikan

    Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Dwi Andreas Santosa mengatakan, selama ini pemerintah kurang memerhatikan petani dan justru fokus pada konsumen. Akibatnya, ketika harga melambung, pemerintah memilih impor untuk meredam harga. “Kebijakan impor menyebabkan pergeseran pekerja pertanian. Mereka jadi malas bertani karena impor merusak harga hasil pertanian mereka,” kata Dwi. Andreas mengatakan, dampak terparah adalah peralihan lahan. Petani yang sudah malas bertani akan menjual lahan ke pihak-pihak yang mengalihfungsikan lahan pertanian ke sektor nonpertanian seperti properti. Ia mengatakan, 10 tahun terakhir terdapat peralihan fungsi lahan sebanyak 700 ribu hektare. Andreas menilai, strategi yang diusung kedua capres harus dijalankan bersama. Ia mengatakan, pemberian sapi secara gratis bagi peternak, dan kemudahan jalur distribusi…

  • Petani Bajak Sawah
    Reportase

    Petani RI Belum Sejahtera

    Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, petani di Indonesia hingga saat ini belum merasakan kesejahteraan. Pasalnya, petani di Indonesia sebenarnya hanyalah buruh yang tidak memiliki lahan pertanian sendiri. “Kalau bicara soal petani, mereka itu mengharapkan penghidupan yang layak tentunya. Soal pendapatan, petani ingin punya lahan sendiri supaya tidak jadi buruh tani terus,” kata Sutarto. Ia menilai hanya sedikit kalangan yang memedulikan sektor pertanian. Lembaga pendidikan yang menyediakan Fakultas Pertanian pun juga berkurang. “Sarjana pertanian setelah lulus bekerja untuk sektor non pertanian. Akhirnya kesejahteraan sektor pertanian kian terpuruk karena tidak ada yang mengurus,” katanya. Mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ini mengatakan, petani tidak boleh kesulitan mendapat kebutuhan produksi seperti…

  • Petani Bajak Sawah
    Reportase

    Jumlah Petani Menyusut

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani di seluruh Indonesia hingga Februari 2014 menurun 280 ribu orang (0,68 persen) dari 41,11 juta petani pada Februari 2013 menjadi 40,83 juta petani pada Februari 2014. Kepala BPS Suryamin mengatakan, jumlah tersebut merupakan bagian dari 125 juta orang angkatan kerja periode yang sama. Namun jumlah penduduk usia kerja per Februari 2014 masih sebanyak 181 juta orang. “Dalam setahun terakhir, jumlah penduduk bekerja meningkat kecuali di pertanian turun 280 ribu orang,” kata Suryamin di Jakarta, Senin (5/5). Menurut dia, petani banyak bergeser ke sektor pekerjaan lain seperti ke pengolahan (sekunder) sampai ke sektor jasa. Ia menilai, hal itu merupakan kemajuan bagi pembangunan ekonomi. Kesejahteraan…