IMG 20150905 WA0049

IMG-20150905-WA0049

Ketekunan terhadap sesuatu bisa mendatangkan rezeki bagi pelakunya. Tak terkecuali yang dilakukan Desta Anggoro yang sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) menyukai celana jeans.

Pria kelahiran Jakarta, 26 tahun lalu tersebut awalnya tak menyangka bisa berwirausaha sesuai minatnya. Ia hanya berpikir menyukai celana jeans dan banyak orang memakai celana tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.

Bedanya, ia lebih menyukai celana jeans yang semakin belel, baik pudar warnanya, rusak jahitannya hingga terlihat lusuh. “Biasanya semakin belel bahan celana jeans tersebut justru semakin trendi dikenakan,” katanya.

Namun sesuai tren, celana denim justru semakin disukai masyarakat. Ia pun  memproduksi celana yang disukai berbagai kalangan. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang celana jeans denim, ia ikut komunitas jeans dalam sebuah forum di internet.

Dari forum tersebut, ia mengetahui pola penjahitan, varian jeans, hingga lokasi pabrik yang memproduksi bahan tersebut. Ia sampai rela memburu bahan jeans tersebut dari Thailand dan Jepang.

Agar lebih profesional, ia menjahitkan bahan baku jeans ke penjahit tertentu sesuai pola atau jenis jeans yang digandrungi masyarakat, khususnya anak muda. Setelah bahan dijahit dan ia yakin produksi jeans diterima masyarakat, penjualan pun baru dilakukan.

“Saya resmi memproduksi celana denim pada akhir 2012 dan melabeli merek jeans tersebut dengan nama TrackON denim,” katanya.

IMG-20150905-WA0042

Untuk memulai usahanya, ia mengandalkan modal sekitar Rp 7 juta dari tabungannya untuk membeli 40 yard bahan denim. Bahan tersebut dapat dijadikan 26 helai celana jeans. “Saya betul-betul nekat berwirausaha itu dan berani membobol tabungan,” katanya.

Ia mengaku tak muluk-muluk mengeluarkan modal besar karena ia awalnya sempat ragu dengan usahanya tersebut. “Kalau sudah mengeluarkan besar tapi barang tidak laku kan saya bisa rugi. Lebih baik modal sedikit-sedikit tapi bisa untung. Modal bisa diputar lagi,” katanya.

Ia mengenalkan produknya melalui media sosial. Khusus produk untuk sasaran kelas menengah atas, Desta memiliki forum khusus Denimfreak. “Media sosial betul-betul membantu proses pengenalan awal produk kepada konsumen. Saya melihat media sosial bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat kapan dan di mana saja,” ujarnya.

Ia mematok celana jeans sekitar Rp 400 ribu-950 ribu tergantung kualitas bahan. TrackON denim mampu menjual minimal 20 produk per bulan. Omzet per tahun mencapai Rp 40 juta. “Keuntungan tidak besar tapi cukup membuktikan bila saya bisa mandiri selama tiga tahun terakhir ini,” tuturnya.

Ke depan ia ingin membuka workshop kecil beserta show room sehingga konsumen dapat mencoba produk secara langsung di tempat tersebut. Cara ini dilakukan untuk memberi pengalaman bagi konsumen. “Saya juga mau membawa nama Bekasi sebagai kota produktif dan kreatif. Kalau bisa menjadi salah satu kota industri fesyen terbesar dengan salah satunya produk celana jeans denim buatan saya,” tuturnya.

IMG-20150905-WA0046

Orangtua Sempat tak Merestui

Setiap bisnis tentu memiliki kendala. Begitu pula yang dialami Desta Anggoro saat menjalankan produksi celana denimnya.

Orangtuanya ingin Desta kerja di kantor terkemuka, kerja dengan waktu yang jelas, karir bagus hingga hidup sukses. Apalagi Desta sudah lulus dari jurusan Teknik di salah satu universitas swasta di Jakarta.

“Orangtua sempat tak merestui bila saya berwirausaha. Apalagi justru memproduksi celana jeans. Sangat jauh dengan ilmu saya di bidang teknik,” katanya.

Namun berbekal keteguhan berbisnis dan usahanya mulai menghasilkan, pandangan orangtua terhadap Desta mulai berubah. “Dengan mental kuat itu saya bisa meluluhkan hati orangtua.  Kita tidak boleh mudah patah semangat,” ujarnya.

Ia mengaku keputusan berwirausaha karena tidak nyaman bekerja di bawah tekanan orang lain. Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai pegawai pada perusahaan asuransi. “Tapi saya hanya betah kerja satu tahun. Setelah itu mengundurkan diri dan memulai usaha,” tuturnya.

Ia menilai, setiap aktivitas yang dijalankan membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk mencapai prestasi saat ini. Ia menganggap belajar produksi jeans tidak mudah karena perlu uji coba berkali-kali hingga menemukan komposisi yang tepat.

Ia menilai, proses promosi tahap awal juga sangat berat. Apalagi konsumen lebih menghargai produk luar negeri dibandingkan produk lokal. “Tapi saya tidak mau menyerah meski untuk mengawali usaha terasa sangat sulit. Dengan kemauan keras, semua hal bisa terwujud,” ujarnya.

IMG-20150905-WA0048

Nama                                      : Desta Anggoro

TTL                                          : Jakarta, 01 Desember 1989

Pendidikan Terakhir                : S1 Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Hobi                                         : Traveling

Keterlibatan Organisasi          : Wearhouze Co

Profil

Nama usaha                            : TrackON Denim Co

Alamat                                     : Jl Sejahtera Blok E No 248 Perum Margahayu Jaya Bekasi Timur

Twitter/Facebook/instagram : @trackondenim

Web                                         : www.trackondenim.com

Telepon                                   : +6281299337556

Email                                       : trackondenim@gmail.com

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *