Mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) tentu jadi momen yang menyenangkan. Tapi jujur saja, banyak orang merasa uang THR seperti cuma “numpang lewat”. Baru masuk rekening, beberapa hari kemudian sudah menipis.
Kalau kamu pernah mengalaminya, berarti sudah waktunya mengetahui cara mengelola THR dengan bijak. Dengan perencanaan yang tepat, THR bukan hanya habis untuk belanja Lebaran, tapi juga bisa membantu kondisi keuangan jadi lebih sehat.
Beberapa tips pengelolaan keuangan dari OCBC ini juga menekankan pentingnya membuat strategi penggunaan THR sejak awal agar tidak boros dan tetap bermanfaat.

Ringkasan
Kenapa THR Bisa Cepat Habis?
Kalap karena Diskon dan Promo Lebaran
Hayooo, siapa di sini kalo lagi menunggu berbuka malah scroll media sosial? Ujung-ujungnya malah checkout barang yang nggak begitu penting. Apalagi kalo manfaatin paylater yang bikin kita nggak sadar pengelolaan keuangan. Eh, abis itu menyesali sendiri deh pas tagihan muncul.
Menjelang hari raya, promo ada di mana-mana. Tanpa disadari, kita jadi belanja lebih banyak dari rencana. Inilah yang sering membuat THR habis tanpa terasa. Sehingga cara mengelola THR dengan bijak itu sangat penting.
Belanja impulsif biasanya terjadi karena tidak ada batas anggaran yang jelas. Akhirnya, uang keluar untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Ingin Ikut Tren dan Gaya Hidup
Lebaran sering dianggap momen untuk tampil maksimal. Mulai dari baju baru, sepatu baru, sampai gadget baru. Padahal, memaksakan diri mengikuti tren bisa membuat kondisi keuangan jadi tidak sehat.
Yang penting saat Lebaran sebenarnya adalah kebersamaan, bukan gengsi sih.
BACA JUGA:
- Cara Mengelola Uang THR
- Tips Menyambut Lebaran di Rumah Sendiri
- Teman Mudik Lebaran Makin Nyaman
- Tips Mengevaluasi Keuangan Setelah Lebaran
- Ide Renovasi Rumah Jelang Lebaran
Tidak Punya Rencana Keuangan
Banyak orang menerima THR tanpa membuat rencana penggunaan dana. Akibatnya, uang dipakai secara spontan dan cepat habis. Itu sih akibat belum mengetahui cara mengelola THR dengan bijak!
Padahal, dengan membuat pembagian yang jelas sejak awal, THR bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penting hingga tabungan.
Ada Kebutuhan Mendadak
Biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau kebutuhan keluarga bisa muncul kapan saja. Jika tidak punya dana darurat, THR biasanya jadi solusi cepat untuk menutup pengeluaran tersebut.

Cara Mengelola THR dengan Bijak Agar Tidak Boncos
Dahulukan Kebutuhan Utama
Gunakan THR untuk kebutuhan penting terlebih dahulu, seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi, atau biaya kesehatan. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir setelah Lebaran selesai.
Buat Anggaran yang Jelas
Ini langkah paling penting buat cara mengelola THR dengan bijak. Coba bagi THR ke beberapa pos, misalnya:
- kebutuhan Lebaran
- tabungan
- investasi
- zakat atau sedekah
- hiburan
Menurut edukasi finansial dari OCBC tentang cara mengelola THR dengan bijak, membuat anggaran bisa membantu kamu mengontrol pengeluaran dan lebih fokus pada tujuan keuangan.
Sisihkan untuk Tabungan atau Investasi
Usahakan menyimpan minimal 20% dari THR. Tidak harus besar, yang penting konsisten. Tabungan ini bisa jadi dana cadangan atau bahkan modal investasi ke depan.
Tetap Berbagi dengan Sesama
Lebaran juga momen yang tepat untuk berbagi. Mengalokasikan sebagian THR untuk zakat atau sedekah tidak hanya membantu orang lain, tapi juga memberi rasa tenang secara finansial dan batin.
Hindari Belanja Impulsif
Sebelum membeli sesuatu, tanyakan ke diri sendiri:
“Ini kebutuhan atau hanya keinginan?”
Membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko atau membuka marketplace bisa sangat membantu agar pengeluaran tetap terkontrol.

Kesimpulan
THR sebenarnya bisa menjadi peluang untuk memperbaiki kondisi keuangan. Kuncinya ada pada perencanaan dan disiplin dalam menggunakan uang.
Dengan mengatur anggaran, menabung, serta menghindari gaya hidup konsumtif, THR tidak akan terasa cepat habis. Justru, kamu bisa melewati masa setelah Lebaran dengan kondisi finansial yang lebih stabil dan tenang.
Ayo berbagi dong cara mengelola THR dengan bijak versi kalian. Khususnya bagi kalian freelancer yang notabene harus menyisihkan duit hasil ngejob buat THR. Btw, selamat sibuk-sibuk ria menghadapi Lebaran ya teman-teman! Tetap sehat dan selalu bahagia.
Ini trik yang aku pake juga si di lebaran tahun ini. Apalagi passs banget tahun ini istri menganggur, di rumah saja. Pemasukan yang tadinya dua, sisa satu saja. Mau gak mau, kudu pinter ngatur pengeluaran.
Utamanya sih keluarin yang penting-penting dulu, sisanya baru deh.. ditahan sedemikian rupa, hahaha. Sekiranya gak penting mah, gausah. Sekiranya bisa nanti, yaudah ditunda aja.
Beli jajan di warung mpok ati
Ada bu nining lagi maenin jari
Setelah lebaran berhasil terlewati
Dompet dan rekening kembali fitri
Intinya emang di skala prioritas ya. Kalau nggak diatur dari sekarang, bisa-bisa THR habis buat hal yang nggak penting. Penjelasan Mas Didik enak banget dibaca, nggak kaku dan gampang dimengerti buat kita-kita yang sering khilaf pas musim diskon Lebaran
Setuju mas,,uang THR itu bisa semacam suntikan dana dalam keuangan kita bisa menambah tabungan kita harusnya bukan malah numpang lewat saja,,,meskipun nominalnya kecil usahakan agar tetep selalu ada dana buat investasi sebelum kebutuhan2 lainnya terutama belanja impulsif yang kadang malah bikin kita menyesal di belakang..
Benerr.. THR cepet boncos kalau ngikuti Promoan.
Kalau saya pribadi jatah THR biasanya saya sisihkan 5 persennya untuk hobi dan tabungan hobi, sisanya masuk ke pos² primer.
Emang sih berburu promo ini seru, cuma kalau sering² ya boncos..
Intinya semua orang punya hak mau diapakan THRnya
Hanya saja ada yang tidak menyesuaikan diri alias terlalu sombong dan akhirnya berani mengambil resiko dengan berhutang meski sudah ada THR.
Kalau pola konsumtif dan terlalu gila belanja yang tidak disembuhkan, mau seberapa banyak THRnya juga tetap akan habis tanpa berwujud apa apa
Nah, iya THR itu seringkali habis tak bersisa karena tergiur diskon dan promo yang cukup mendominasi di era Ramadan hehehe. Tetapi, Alhamdulillah berkat ajaran Bapak. Sedari Nerima THR pertama, selalu di bagi dua: 50% untuk zakat, sedekah, dan kebutuhan lebaran dan 50% untuk ditabung.
Tetapi, Nerima THR itu terakhir 2022. Setelahnya kerja kontrak tanpa ada THR sih kebetulan.
Jadi, memang terkait THR ini tricky. Harus saklek dari diri sendiri dan keluarga utama. Sehingga uang THR masih bisa ditabung. Ada juga yang berprinsip, namanya tunjangan hari raya ya wajar di habiskan buat hari raya. Okelah balik ke kepercayaan masing-masing aja kalau Nemu yang berkata begitu hehehehe.
Yang jelas, yang mas tuliskan di blog sangat benar dan mencerahkan. Pastilah bermanfaat buat yang kebingungan gimana cara kelola THR dengan bijak agar tidak menguap atau habis begitu saja.
Semangat menyambut lebaran ya. Lancar dan sehat selalu
Rasanya aliran uang ini memang cepeettt banget yaa…pas dapet mah, berassa semuaa bisa dibeli.
Huhuhu.. giliran keluar, kok Uda mau Fitri lagii?!?
Manajemen keuangan THR ini penting banget diterapkan. Agar tetap sehat secara finansial pasca idul Fitri.
Mengelola THR memang penting ya. Saya sendiri biasa membuat pos untuk THR yang masuk, berapa untuk bayar zakat, berapa untuk berbagi, berapa untuk beli pakaian, berapa untuk beli makanan, berapa untuk mudik dan lain-lain. Jadi lebih terencana dan nggak sampai menguras tabungan. Tapi kalau ada kejadian darurat ya beda cerita. Mau nggak mau dana darurat harus dikeluarkan. Semoga tahun ini berjalan sesuai anggaran dan tidak ada kejadian darurat apapun.
Lebaran itu identik dengan THR…yaaap bener banget…ini uang THR kalau tidak dikelola secara baik dan benar nanntinya bukan bisa membahagiakan tapi malah memusingkan. Itu karena uang THR tidak dikelola dengan baik dan terencana. Ada baiknya kita susu. Keperluan lebaran apa saja dan nanti harus ada budget untuk nabung dam investasi buat jaga², uatng juga lunasin dl
Saya termasuk tim yang belum pernah menerima THR dari tempat bekerja, pun memang tidak ada tradisi berbagi angpau juga awalnya di keluarga. Baru setelah menikah tau ada tradisi berbagi angpau untuk para ponakan di keluarga istri.
Lebaran memang kalau terlalu euforia menyambutnya bisa salah kaprah, termasuk dalam pengelolaan pengeluaran keuangan. Bisa-bisa boncos dah beres lebaran karena banyak pengeluaran tak terduga. Jadi, setuju banget untuk membuat skala prioritas dalam membelanjakan keuangan keluarga agar finansial tetap stabil ya setelah lebaran berlalu
Mengelola THR emang butuh kebijakan yaa dan tidak boleh kalap oleh diskon lebaran. Intinya beli karena kebutuhan, bukan karena kepengen. Apalagi habis lebaran hidup juga masih berjalan jadi harus pintar mengatur uang THR.
Mengelola THR memang butuh trik khusus agar tidak lekas habis, karena hidup pasca lebaran juga berlanjut (dan butuh uang). Memang harus mengutamakan kebutuhan, bukan keinginan, ya Kak.
wih… foto pertamanya bikin mupeng, Mas Didik. Pegang uang baru dan banyak memang bikin bahagia hahaha. Dan memang kalau sejak awal THR tidak diatur dengan baik, otomatis akan boncos. Soalnya godaannya memang sangat besar. Banyak penawaran diskon belanja online. Apalagi sistem pembayaran sudah dimudahkan. eh.. tau-tau kok saldo berkurang hahaha. Jadi kuncinya tahan nafsu. pastinya mengeluarkan uang karena kebutuhan, bukan keinginan.
Selamat Idul Fitri mas Didik, mohon maaf lahir bathin.
Aaah soal THR jadi ingat masa-masa pengabdi gajian, setiap THR selalu di alokasikan traveling dengan budget besar alias jalan-jalan jauh ha ha ha. Masa-masa emas dan selalu di tunggu tiap tahunnya.
Nah kalau cara mengelolanya, yang paling penting menurutku ada perencanaan jelas dan yang kurang nyaman adalah ketika ada keperluan mendadak yang tidak bisa di hindari. Karena bagaimanapun kadang sepintar apapun mengaturnya kalau sudah waktunya uang keluar ya keluar aja. Ada aja jalannya.
THR kalau tidak dikelola dengan baik mah bisa bablas aja ga bersisa, kan sayang kalau cuman lewat aja. Makanya aku biasakan untuk alokasikan THR juga untuk dana darurat dan investasi. Tentunya zakat dan bayar utang didahulukan
THR kalau tidak diatur dengan baik, bisa bablas deh dananya.
Memang kudu dibagi pos per pos terlebih dulu. Jadinya tahu tuh keluarnya dana ke mana dan buat apa aja.
Dan setelah lebaran istilahnya masih punya dana, nggak bengong alias merengut karena dana yang nggak ada
dulu pas dpt thr aku gak mau gegabah makenya. Perencanaan itu bener2 terpenting, jadi jangan sampai keblablasan pemakaian nya. Penting bertindak bijak dalam penggunaan thr. sekrng mah aku gk dpt thr uy mas soalne udh enggak keerja. Thr nya daari suami aja
Sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak yang mulai besar, godaan diskon Lebaran itu beneran nyata banget sih, apalagi kalau sudah mulai scroll marketplace pas nunggu buka puasa, hahaha. Setuju banget sama poin Mas Didik kalau kunci utamanya itu di perencanaan. Soalnya kalau nggak ada pos-pos anggaran yang jelas, uang THR rasanya cuma “numpang lewat” buat hal-hal impulsif yang sebenarnya nggak butuh-butuh amat, huhu.
Tips untuk menyisihkan minimal 20% buat tabungan atau investasi itu praktis banget buat diterapin, supaya setelah euforia Lebaran selesai, rekening nggak langsung “kempes”. Apalagi buat kami yang freelancer, tantangannya memang dobel karena harus pintar-pintar mengatur cash flow sendiri untuk bagi-bagi amplop ke saudara. Makasih sharing-nya ya Mas, pengingat yang sangat bermanfaat supaya kita bisa tetap berbagi tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga!
Ngelola THR emang penting…kalo ada THR-nya wuahahahah.
tapi buat para IRT, cukup sabar dan sholat aja sebagai penambah iman dan imun.
tahun ini, aku ga ada THR dari mana2, ehh…tiba2 adek iparku transfer sekian jutaaa… duh, jadi bingung
akhire kupakai 30 persen utk belanja bahan pangan dan sajian Lebaran. Sisanya, aku kasihkan ke ibu mertua aja, biar beliau hepi punya mantu kayak adek iparku yg baik hati ntuhh
kadang kita mikirnya uang THR itu memang harus dihabiskan untuk keperluan lebaran ya, kak. padahal sebaiknya tetap dibuat alokasi anggaran THR juga agar uang THR bisa tetap ditabung atau malah diinvestasikan
Penting sekali mengelola THR supaya tidak hilang begitu saja karena THR adalah pendapatan yang tidak biasa ya istimewa saat hari raya sehingga kalau tidak digunakan dengan sebaik-baiknya jatuhnya mubazir dan nanti akan menyesal di akhir-akhir
Setuju banget kalau THR mesti dikelola dengan baik. Kalau nggak bisa-bisa uang THR menguap nggak jelas dan akhirnya habis nggak tersisa, ya. Apalagi kalau buka TikTok, ada aja yang lagi live, diskon produknya lumayan banget lagi. Belum lagi kalau buka Shopee… Waaaa, kalau nggak nahan-nahan, bisa ambyar, beli impulsif hihi…
Karena aku IRT jadi akhirnya ya bantu suami buat ngepos-ngeposin THR yang didapat. Penting banget buat bikin prioritas sama dipos-posin di awal dapat THR. :)
Klo dikelola dengan bijak, uang THR bisa memenuhi kebutuhan lebaran dengan baik ya
Kita juga bisa nggak kalap belanja
Selamat idul fitri Pak.
Penting banget nih supaya nggak boncos.. dan thr-nya terpakai sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan
Punya uang banyak dalam waktu yang singkat itu pasti godaan banget. Apalagi jika yang menerima itu masih anak-anak, pastinya langsung pengen dibellin ini dan itu. Tips ini bisa nih untuk ngebantu orang tua membimbing anaknya lebih bijak mengelola uang THR. Tentunya dengan cara yang tidak terkesan memaksa