IMG 8491 2 scaled

IMG_8491 (2)

Ide usaha bisa berasal dari mana saja. Begitu pula yang dirasakan Eem Suprapti yang gemar makan kudapan.

Awalnya, ia tak menyangka bisa berbisnis kudapan kue. Ia hanya senang kudapan sembari mengisi waktu luang. Namun saat tetangganya mengetahui Eem bisa membuat kudapan, pesanan pun langsung berdatangan.

Eem pun langsung membuatkan beberapa kue seperti kastengel dan nastar berdasarkan resep karangan sendiri. “Alhamdulillah tetangga saya suka dan sejak itu menjadi pelanggan tetap ketika Lebaran hingga acara ulang tahun,” katanya.

Kepuasan tetangga tersebut mendorong Eem berniat serius menjalankan usahanya. Ia tidak lagi memikirkan penganan ringan yang sebelumnya direncanakan untuk dijual. Seiring waktu berjalan, Eem mulai serius mendalami usahanya dengan mengikuti kursus pembuatan kue.

Setelah menyelesaikan kursus, ia mengubah beberapa resep dan mencampurnya dengan karangannya sendiri. Sebagai contoh, kastengel Eem menggunakan ebi hingga kerupuk udang sebagai bahan tambahan untuk rasa gurih dari keju. Dari sini, penganan hingga kue kering Eem dikenal di sekitar Parung dan Kebayoran Lama.

“Konsumen di Parung rata-rata tetangga karena tinggal di sana. Di Kebayoran Lama memang tempat tinggal saya sebelum menikah,” katanya.

Seiring perkembangan usaha, Eem mulai memikirkan nama untuk kue kering dan penganannya. Dibantu anak tunggal, Eem melabeli hasil kreasinya Emi Cake and Cookies.

Nama tersebut diambil dari namanya sendiri dan anaknya Ami yang membantu mempromosikan kue-kuenya. Selain dipromosikan dari tetangga dan saudara, Emi Cake and Cookies rencananya akan memiliki akun di media sosial sebagai ajang berpromosi.

Puluhan tahun membuat kue kering dan penganan mendorong Eem tidak khawatir terhadap persaingan. Terlebih, saat Lebaran dan  Natal banyak penjual dan pembuat kue musiman. “Saya memasak dan membuat kue sejak muda. Ini mendorong saya yakin dengan bahan pilihan yang berkualitas dan tanpa zat kimia,” tuturnya.

Selain itu, Eem hingga saat ini belum pernah mendapat keluhan dari konsumen. Ia tidak segan mengedukasi tetangga dan saudaranya mengenai kue yang sehat tanpa zat kimia. “Sekarang saya tidak hanya fokus menjual produk, tetapi mengedukasi teman-teman dan saudara agar selektif memilih penganan,” ujarnya.

Setiap tahun Eem biasa menyiapkan modal sekitar Rp 15 juta untuk memenuhi pesanan dan penjualan kue Lebaran. Modal tersebut belum termasuk kue-kue yang dipesan di luar hari raya seperti Lebaran dan Natal.

Dengan modal tersebut mampu menghasilkan sekitar 600 toples kue kering dengan berbagai variasi. Ia menjual mulai dari Rp 50 ribu-65 ribu per toples. “Saya cukup bersyukur mendapat banyak pesanan Lebaran setiap tahun,” ujarnya.

IMG_8499

Kuantitas Bukan Prioritas

Salah satu resep ketahanan bisnis Emi Cake and Cookies yaitu memertahankan cita rasa. Bisnis kudapan dianggapnya selalu berubah seiring keinginan konsumen yang menginginkan rasa berbeda.

Ia memilih untuk menangani bisnisnya sendiri dibantu anak tunggalnya. Ke depan, ia berharap dapat memiliki karyawan sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang menganggur di sekitar tempat tinggalnya.

Ia juga masih pergi ke pasar tradisional dan supermarket untuk mencari bahan baku sekaligus mengantar kue-kue pesanannya. Dari situ akan ditemukan pandangan konsumen terhadap cita rasa kue buatannya.

“Jika kue pabrikan pasti yang diutamakan jumlah untuk menjual sebanyak-banyaknya sehingga rasa menjadi nomor sekian. Saya tidak mau seperti itu nantinya,” katanya.

Berkat resep usahanya tersebut, pelanggan kudapannya terus berdatangan karena rasa yang khas setiap tahunnya. Rasa tersebut tetap dipertahankan agar berbeda dengan pesaing.

Selain itu, ia tak menaikkan harga jual kudapan meski harga bahan baku melonjak, apalagi menjelang perayaan hari besar keagamaan. “Walaupun harga bahan-bahan kue naik, saya berusaha menekan harga penjualan agar tidak membebani konsumen. Kasihan jika mereka harus membeli kue dengan harga mahal. Padahal banyak kebutuhan lain,” katanya.

Fokus terhadap usahanya tersebut diakui membuahkan hasil yang cukup baik bagi pundi-pundi keuangannya. Setelah menjalani kursus, ia memahami betul bagaimana bahan dasar pembuatan kue.

“Setelah tahu bahan dasar, dengan mudah kita bisa berkreasi. Ini menjadi salah satu keunggulan dalam menjalankan usaha,” katanya.

Emi Cake and Cookies

Pemilik            : Eem Suprapti

Alamat             : Perumahan Bukit Sawangan Indah Blok D14 No.17 Depok

Nomor telepon:08888320456

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *