Beberapa hari lalu saya membeli sabun cair Gatsby dari PT Mandom Indonesia. Saya biasa membeli sabun cair berukuran 500 ml dan menuangkannya ke botol yang sudah saya miliki sebelumnya. Cara ini lebih murah dibanding membeli sabun cair botolan langsung.
Setiba di kamar, saya langsung menuangkan sabun cair ke tiga botol berukuran 250 ml, 100 ml dan 100 ml. Karena saya membeli ukuran 500 ml, berarti ada sisa 50 ml yang bisa disimpan dalam pouch.
Tapi ternyata di botol ketiga ukuran 100 ml, botol pun hanya terisi setengahnya. Ini berarti isi pouch kurang dari 500 ml.
Saya pun protes ke Mandom melalui akun Twitternya @MandomIndonesia. Saya sempat ragu mau mention ke akun tersebut karena kok followersnya sedikit. Padahal akun sabun mandi pesaing memiliki jumlah pengikut ribuan.
“Apa salahnya mencoba. Toh saya hanya menyampaikan keluhan. Kalau ditanggapi, alhamdulillah. Kalau tidak, ya syukurilah,” pikirku.
Sehari kemudian, saya kaget mendapat email dari Corporate Secretary Mandom. “Tahu dari mana ya email guwe? Padahal saya tidak mencantumkan email atau data diri pada akun Twitter. Entahlah,” kataku.
Isi balasan dari Mandom menyebut permintaan maaf atas produknya. Namun mereka meminta foto produk dan takaran yang digunakan. Lantas saya pun membalas email tersebut dan saya bilang menakar dengan botol sabun merek Biore dengan ukuran di atas.
Sehari kemudian, mereka membalas emailku lagi. Mereka menjelaskan nominal isi botol biasanya mengecoh pelanggan juga. Itu juga tidak berarti kalau membeli 100 ml, isinya juga 100 ml, pasti kurang.
“Berarti mereka juga sama-sama menipu donk,” pikirku.
Sebagai permintaan maaf, Mandom mengirimkan produk Gatsby. Sebenarnya saya tidak menginginkan produk ini. Namun saya ingin keluhan saya didengar.
Mungkin banyak produsen lain memberlakukan cara serupa dengan Mandom ini atau malah merek Biore yang hanya seenaknya mencantumkan ukuran tapi tidak mengisi sesuai ukurannya.
Entahlah mana yang benar dan mana yang salah. Tapi saya menghargai respon yang diberikan Mandom. Saya mengucapkan terima kasih atas perhatiannya dan mencoba menjadi pelanggan setia Mandom, terutama sabun cairnya.





saya pengguna sabun cair gatsby yang setia loh.pas baca artikel ini, ya ada kecewa nya sedikit sama pt madom. tolong dong ke depan nya pt madom di perbaiki lagi masalh takaran dan berkembangan sabun nya agar lebih baik. saya bakal jadi pengguna setia produksi madom. tapi tolong semua nya di perbaiki lagi ya :) makasi
Hingga saat ini saya juga masih setia memakai Gatsby. Selain wanginya enak, harganya pun murah. Ini bisa jadi pembelajaran bagi produsen lainnya agar tidak menyepelekan keluhan konsumen.
Wah ternyata Gatsby punya produk bodycare ya? Kirain hanya untuk rambut.
Bagus tuh layanan CS mereka, mendengarkan suara konsumen dengan sabar. Alhamdulillah dapat bonus juga.
Kalau daku dulu pernah beli tapi produk susu cair dan ketika diminum udah asemm, akhirnya protes ke CS dan alhamdulillah dikasih 6 kotak kecil susu sebagai kompensasi.
Waaahhhh tim CS nya tanggap banget brarti ya mas keluhan yang kita kira gak bakal di dengar malah langsung mendapatkan feedbanck yang memuaskan,…Aku jadi penasaran apakah refill sabun yang biasa aku pakai juga memiliki isi yang gak sesuai yaa???
Aku pengguna biore dan seringnya membeli produk yang refill dan kutuang langsung ke botol yang besar tapi biasanya gak terlalu aku pastikan soalnya kan pasti isinya lebih yaa nahh cuma lebihannya ini berapa kurang tau juga…hhmmm jadi penasaran pengen juga nanti suatu saat bisa ngukur hihihi tapi berarti harus menyediakan bbrp botol kecilnhya juga yakkkk
yang paling buat satisfied itu salah satu nya ya customer care yang dijwb cepat , terus bentuk konkrit nya sebagai benttuk permohonan maaf ya kirim produk. sekilas kaya nyogok tapi aku pribadi melilhat ini sebagai tanggung jawab dan melayani customer secara prima. Aku juga pernah tapi pas beli pitsa , jnji nya 15 menit oke , 15 menit k 2 berattri 30 menitt, 15 menit ke 3 berarti 45 wah mau 1 jam finnaly ku tnya ka order ku ko blum ready ya, seketika orng dari front ampe kitchen panik karena order saya ga kebuat kertas ordernyaa menempel dngan order lain, aku mah santai sebetulnya eh manager nya minttaa maaf sama kasih 2 box single plus minuman akuteh jadi balik ga enak ( jdi curhat )
PT Mandom Indonesia gesit juga dalam respon ya. Mengerti sekali pelanggan adalah jantung sebuah bisnis. Apalagi soal celoteh di twitter. Jika tidak ditanggapi bakal jadi boreng sendiri. Kadang tuh, bagian operational ada-ada aja yang bikin ehem bagian penjualan. Seperti case ini hihi.
Tetapi dari semuanya, aku salut sih sama dirimu yang rajin memperhatikan kalau ternyatanya isi product tidak sesuai dan memberitahukan. Mantap. Paling ga pelaku bisnis jadi tahu dan sadar untuk lebih bertanggungjawab atas productnya.
Eeehh, Gatsby tuh punya body wash ya. Jujur aku baru tahu. Hahaa.. tahunya Gatsby tuh parfum, karena kakakku dulu SMA pakai parfum Gatsby.
Kecewa lho kalau beli produk tapi isinya kurang, apalagi kalau udah percaya sama produknya. Tapi, bersyukur sudah ada penggantian dan Produsennya tetap bertanggung jawab pada konsumen. ❤️❤️
Alhamdulillah ya kak pihak Mandom gercep menanggapi keluhan pelanggan. Walau ada hal-hal yang diluar dugaan, tapi kejutannya ini nih jadi bahan pembelajaran juga
Salut dengan tim dari Gatsby yang fast respon menanggapi keluhan kita di akun media sosialnya. Kita sebagai konsumen kalau mengajukan keluhan karena kekecewaan produk yang digunakan terus ditanggapi dengan serius, rasanya setengah dari kekecewaan kita terobati, ya, belum lagi mereka mau mengirimkan produk-produknya sebagai bentuk permintaan maaf. Keren
Salut sih sama bagian penanganan keluhan konsumen, cukup cepat tanggap aka responsif sekali ya. Setidaknya, keluhan pelanggan beneran ditanggapi bahkan di kasih semacam permintaan maaf melalui produk.
Buat aku yang jarang menyadari ukuran sabun dkk, next mesti coba make sure juga. Sebagai salah satu bentuk double check karena harusnya jelas ya berat atau ml sabun sebelum dengan botol dan sesudah terisi ke botol. Jadi ukurannya akurat dan nggak ada tipu-tipu.
Kalau menurut analisa sok tau saya, saat kita beli sabun botolan, isinya itu tidak sampai penuh. Apakah artinya tidak sesuai dengan yang tertulis? Belum tentu. Bisa jadi ukuran botolnya yang dibuat lebih besar.
Nah, saat kita isi ulang sendiri, kebiasaan kita adalah mengisi sampai batas maksimal. Saya sendiri pun begitu. Jadi mungkin yang diisikan ke botol-botol sebelumnya lebih banyak dari yang tertulis di botol.
Nah untuk lebih pastinya, kalau beli lagi lain kali diukur pakai gelas ukur. Hahahaha… Saya jadi ikutan penasaran nih dengan sabun yang biasa saya beli.
Tapi penjelasan dari pihak Mandom juga kurang memuaskan ya. Malah seolah menuduh produsen lain. Untung saja masih dikirimkan produk sebagai kompensasi.
Sebetulnya ada aturan pemerintah untuk produk kemasan ini mas, kalau ga salah Berat dalam Keadaan terbungkus. produsen harus bertanggung jawab terhadap isi dari produk yang dicantumkan dalam kemasan.. tulisannya pun harus jelas agar bisa dengan mudah dibaca konsumen. Keluhannya bisa juga disampaikan melalui YLKI.
Setahu saya ada kok perusahaan yang kena sangsi cukup besar karena komplain dari YLKI ini
Sebuah fakta yang mengagetkan bahwa ternyata isinya tidak sesuai dengan yang di dalam botol sebenarnya dan dalam penjelasan mereka juga bahwa hal ini bisa mengecoh ternyata secara langsung Mereka mengakui bahwa memang ukurannya tidak sesuai ini membuat saya menjadi lebih waspada dan juga lebih teliti dalam memilih produk yang kita gunakan
Weleh berarti cuma 400 ml donk isinya ya mas?
Tadinya aku mau komen wah keren nih PT Mandom Indonesia menanggapi keluhan konsumennya. Yaaa yang bagian ini kita apresiasi, tapi sayangnya bawa2 produk kompetitor soal ukuran haha, padahal mereka juga ngurangin ukurannya.
Tapi yaa akhirnya diganti produk2 itu ya sebagai kompensasi?
Btw emang produk2 sekarang aku perhatikan banyak mengalami efisiensi. Contohnya meses yang umum dipakai tuy, ukurannya dikurangin, harganya lebih mahal, weleh.
Cuma emang sebaiknya cantumkan donk takaran aslinya. Beda 100 ml mah mayan banget =))
Oalaah….ternyata begitu toh. Saya jarang pa memgecek² isi sabun atau apapun produk yg di botolan itu. Yaa pake² aja selama ini. Tapi pa Didik kereen berani komplain dan alhamdulillah di respon yaa sama pihak perusahaannya. Meskipun tetap menyisakan tanda tanya..hehe..
Sama kayak snack yaah..
Isinya teh angin doank.. huhuhu…
Tapi yaa mungkin posthink-nya adalah demi keamanan saat pendistribusian. Tapiii.. agak tricky juga yaa.. karena jadi gak sesuai dengan klaim di awal. Atau mungkiin… kemasan 100 ml, misalnyaa… tapi kemasannya digedein, jadi memang sedari awal, isinya maah bener 100 ml, tapi kemasannya diberi jeda demi keamaan.
Layanan CS alias Customer Service nya mantab ya kak.
Ngga semua korporasi punya CS yg sat set kek ginii.
ini bisa menjadi role model utk brand2 lainnya
Wah keren banget ya pelayanan customer mereka dilayani dengan baik, malah diberikan hadiah juga.. salut..
Jadi ingat ada juga cerita di X gitu orang makan mie instan trus bumbunya kurang dan dia komplain di kontak konsumen indomie tahu-tahu dikirim mie sekardus sama mereka. Hihi. Katanya sih kalau ada kekurangan produk itu mending langsung hubungi layanan konsumennya gitu siapa tahu bakal diganti produknya dengan yang lebih baik
Apakah ini berlaku juga dengan beberapa cemilan favorit daku yang makin lama kian mengecil,, heuheu
Tapi oke lho ini customer carenya siap tanggap .. gak perlu viral for justice dulu .. ooopssss… eh ataukah cuitan Pak Didik itu sempat viral ya.. tapi keren sih ini, bertanggung jawab dan mendengarkan keluhan konsumen dengan baik.