yahoo logo

yahoo-logo

Yahoo Inc menunda rencana melepas kepemilikan saham di raksasa e-commerce China Alibaba Group Holding Ltd. Investor masih khawatir penurunan aset Yahoo bila melepas Alibaba.

Di sisi lain, investor meminta Yahoo membentuk unit bisnis baru yang menaungi kepemilikan Alibaba agar tetap mendongkrak kinerja Yahoo.

CEO Yahoo Marissa Mayer awalnya juga menolak melepas kepemilikan saham di Alibaba meski ia akan menghidupkan kembali bisnis inti Yahoo di bidang periklanan dan situs olahraga.

Investor cukup lega atas sikap Mayer meski saham Yahoo justru turun 1,3 persen menjadi US$ 34,40 per saham. “Kau memiliki kapal yang tenggelam sekarang. Yahoo kini dalam kesulitan,” kata mantan pemegang saham Yahoo, Jeffrey Carbone yang kini mengurus lembaga keuangan Cornerstone Financial Partners di Cornelius, Carolina Utara.

Perusahaan sejenis seperti Google dan Facebook dinilai tak akan menjual bisnis intinya meski ada harapan rencana penjualan bisnis inti Yahoo.

“Tapi tidak ada pembicaraan dari dewan terkait penjualan perusahaan atau bagian dari itu. Kami percaya bisnis kami masih sangat di bawah nilai pasar (undervalued) dan kami menyadarinya,” kata Ketua Yahoo Maynard Webb.

Yahoo memiliki perusahaan publik baru yang mengurus bisnis internet dan memiliki 35 persen saham di Yahoo Jepang senilai US$ 8,5 miliar. Saham Alibaba yang bernilai lebih dari US$ 30 miliar menyumbang sebagian besar nilai pasar Yahoo saat ini US$ 32 miliar.

Namun penciptaan entitas baru yang mengurus saham Alibaba nantinya masih perlu waktu dan kemungkinan menjauhkan fokus Mayer terhadap bisnis intinya.

Sejak kepemimpinan Mayer di Yahoo pada 2012, pendapatan perusahaan tak meningkat signifikan dan saham stagnan. “Tantangan bisnis internet tidak akan berubah karena penjualan,” kata analis Boenning & Scattergood Murali Sankar.

Rencana pelepasan kepemilikan saham Yahoo di Alibaba ditolak Lembaga Pelayanan Pendapatan Internal AS karena AS berniat menghindari pajak atas aksi tersebut.

Sumber: Reuters

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *