Review sinopsis drama Korea Bloody Flower

Apa hukumnya melakukan pembunuhan berantai tapi dengan dalih menyelamatkan nyawa seseorang? Pembunuh tersebut menghabisi nyawa korban mulai dari menghabiskan darah hingga memutilasinya hingga beberapa potongan. Review sinopsis Drama Korea Bloody Flower akan menjawab pertanyaan awal di atas.

Sinopsis Drama Korea Bloody Flower

Bloody Flower adalah serial thriller kriminal psikologis Korea Selatan yang tayang perdana 4 Februari 2026. Serial ini disiarkan di Disney+ (termasuk Disney+ Hotstar) dan juga didistribusikan secara global lewat platform seperti Viu, Kocowa, OnDemandKorea, dan U-NEXT di berbagai wilayah.  

Drama ini bukan dokumenter atau kisah nyata, melainkan adaptasi dari novel fiksi berjudul The Flower of Death karya Lee Dong-geon. Artinya cerita, tokoh, dan peristiwa yang digambarkan adalah buatannya pengarang untuk tujuan drama/misteri, bukan kejadian nyata yang direkam sebagai fakta sejarah atau kriminal.

Cerita Bloody Flower berfokus pada Lee Woo-gyeom (Ryeoun), seorang mahasiswa kedokteran yang ditangkap polisi setelah tuduhan penculikan dan kemudian terungkap terlibat dalam kematian 17 orang melalui percobaan medis ilegal.  

Dalam 2 episode yang baru tayang, cerita masih bermula tentang praktik ilegal Woo-gyeom dalam menghabisi nyawa korban. Tentu dengan dalih memberikan ‘obat’ bagi korban tersebut.

sinopsis drama korea bloody flower

Masalahnya, korban ini tidak selalu memiliki penyakit tertentu. Ada juga korban yang ternyata dulu pernah menabrak Woo-gyeom hingga koma selama tiga tahun. Anehnya, Woo-gyeom malah memutilasi korban tersebut hingga menjadi beberapa potongan tubuh. Mana diperlihatkan lagi tangan hingga kaki yang terpotong. Dan bagian kepala dibungkus plastik dan dimasukkan ke freezer. Begitu juga dengan organ-organ dalamnya. Aneh? Iya lah.

Otomatis, dia tidak bisa menamatkan kuliah kedokterannya dong. Lantas, Woo-gyeom mencoba ‘melukai’ tubuhnya sendiri demi sebuah penelitian mencari obat bagi luka bekas komanya. Dan anehnya, berhasil. Dia bisa sembuh total dan menjadi manusia normal.

Cerita berlanjut saat dia tertangkap basah oleh polisi sedang ‘menguras darah’ korban hingga habis. Woo-gyeom harus masuk penyelidikan di penjara.

Muncul Cha Yi-yeon (Keum Sae-rok) sebagai jaksa penuntut yang menyelidiki kasus tersebut. Dia ini tuh anak bungsu konglomerat yang ingin mandiri dalam bekerja. Padahal kalo mau minta kerjaan, dia tinggal minta ke bokapnya dan bisa masuk ke tim legal perusahaan bokapnya. Tapi Yi-yeon ini tidak mau dan memilih menjadi jaksa. Idealis, anak Gen Y gitu loh. Hehe.

Konflik makin seru karena muncul Park Han-joon (Sung Dong-il) sebagai pengacara independen. Kebetulan, dia punya anak dengan kelainan penyakit yang belum bisa disembuhkan oleh dokter. Padahal, istrinya seorang dokter. Tapi juga belum berhasil menemukan obatnya.

Salah satunya cara mengobati penyakit aneh putrinya ini dengan menyerahkan ke Woo-gyeom. Masalahnya, apakah mau menyerahkan anak semata wayang ke seorang pembunuh meski berdalih bisa mengobati penyakit langka dan aneh yang tidak bisa disembuhkan dunia kedokteran?

Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower

Yang membedakan cerita Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower dari drama kriminal biasa adalah premis moralnya: Woo-gyeom mengklaim bahwa tindakannya (termasuk pembunuhan) didorong oleh keyakinan bahwa ia telah menemukan metode untuk menyembuhkan penyakit yang tidak terselesaikan oleh ilmu modern. 

Selain itu, Woo-gyeom berniat membagikan “obat” itu demi umat manusia jika ia tidak dijatuhi hukuman mati.  

Konflik utama Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower berkisar pada pertanyaan moral dan hukum—apakah seorang pembunuh bisa disebut penyelamat jika tindakannya menghasilkan potensi penyembuhan jutaan orang? 

Masalah juga muncul saat saksi yang pernah mendapatkan ‘pengobatan’ Woo-gyeom ternyata menolak untuk bersaksi di pengadilan. Ini tentu saja akan memberatkan tuntutan jaksa yang menginginkan Woo-gyeom harus mendapatkan hukuman setimpal. Misal penjara seumur hidup atau hukum mati.

Di sisi lain, ia mendapatkan bantuan hukum dari pengacara independen Park Han-joon. Firma hukum Han-joon sudah mengingatkan agar dia tidak membela Woo-gyeom. Di mana-mana pembunuh berantai tidak akan bisa selamat dari hukum. So, ngapain dibela?

Tapi, Han-joon sebenarnya ingin mendapatkan pengobatan dari Woo-gyeom karena beberapa pasien sudah sembuh akibat ‘penelitian ilegal’ tersebut. Masalahnya nanti, apakah sang putri tunggal Han-joon mau diuji coba agar bisa sembuh? Sekaligus menyelamatkan tuntutan dan dakwaan dari jaksa yang ngotot memenjarakan dan menghukum Woo-gyeom.

Penayangan & Jadwal Rilis Bloody Flower

Platform penayangan Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower yakni:

Disney+ sebagai jaringan utama sejak 4 Februari 2026.  

Di beberapa wilayah juga tersedia di Viu, Kocowa, OnDemandKorea, U-Next sesuai hak siar internasional.  

Jadwal dan Format Rilis

Total 8 episode — dua episode baru dirilis setiap Rabu selama empat minggu berturut-turut:

• Episode 1–2: 4 Februari 2026

• Episode 3–4: 11 Februari 2026

• Episode 5–6: 18 Februari 2026

• Episode 7–8: 25 Februari 2026  

Daftar Pemain Utama Bloody Flower

Berikut beberapa pemeran utama Bloody Flower:

Ryeoun sebagai Lee Woo-gyeom — sosok pembunuh berantai dengan kemampuan medis luar biasa.  Akting dia sangat kontras dengan menjadi sosok antagonis di Bloody Flower. Beda banget saat menjadi cowok manis dan bisu di Twinkling Watermelon atau menjadi cowok tangguh di Weak Hero Class 2.

Sung Dong-il sebagai Park Han-joon — pengacara dengan agenda pribadi.  Seorang ayah yang peduli dengan penyakit aneh putrinya. Dan menjadi seorang pengacara yang dipecat firma hukumnya karena membela klien seorang pembunuh berantai.

review drama korea bloody flower

Keum Sae-rok sebagai Cha Yi-yeon — jaksa yang berjuang menegakkan hukum. Meski dia berlatar belakang anak konglomerat, dia bertekad membangun kariernya sendiri, alih-alih minta kerjaan ke ayahnya.

Pemeran pendukung lain termasuk Shin Seung-hwan, Jung So-ri, dan Ko Kyu-pil dalam peran investigatif dan naratif tambahan.  

Pesan & Konflik Moral di Drama Korea Bloody Flower

Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower ingin menggugah pemikiran tentang beberapa tema besar:

Etika Medis vs Hukum

Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower memaksa penonton mempertanyakan batas antara manfaat ilmiah dan biaya nyawa manusia. Apakah tujuan mulia dapat membenarkan langkah kejam?  

Hukum vs Kemanusiaan

Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower memperlihatkan konflik antara penegakan hukum yang tegas (hukuman atas pembunuhan) dan kebutuhan kemanusiaan (harapan hidup melalui “penemuan medis”)  

Moralitas Individu

Dengan karakter yang kuat dan latar belakang konflik emosional, penonton diajak menyelami pertanyaan seperti: Apakah kita bisa benar-benar mengetahui apa yang benar saat hidup dan mati dipertaruhkan? Karena bagi Woo-gyem, kehidupan dan kematian tidak ada bedanya.  

Apakah Pembunuhan Dapat Dibela atas Nama “Pengobatan”?

Dalam konteks realitas hukum di dunia nyata, pembunuhan tetap tindak pidana serius dan tidak bisa dibenarkan hanya karena motif “untuk tujuan pengobatan”, meskipun ada niat baik:

Prinsip Hukum Kriminal Umum

Pembunuhan atau eksperimen medis tanpa izin adalah kejahatan serius di sebagian besar yurisdiksi dunia, termasuk Korea Selatan dan Indonesia.

Bahkan motif “penyelamatan banyak nyawa” bukan pembelaan hukum yang sah kecuali dalam konteks tertentu (misal membela diri secara langsung).

Etika Medis Global

Organisasi medis internasional (misal World Medical Association) tegas melarang eksperimen medis tanpa persetujuan yang sah dan aturan protokol etik.

Etika profesi medis modern mensyaratkan informed consent, standar keselamatan, dan pengawasan ketat — belum pernah diakui bahwa eksperimen manusia tanpa persetujuan membenarkan pembunuhan.

Review sinopsis drama korea bloody flower

Hukum di Indonesia (contoh)

Di Indonesia, pembunuhan dan percobaan medis tanpa izin merupakan pelanggaran hukum pidana dan bisa diancam pidana penjara di bawah KUHP serta aturan etika profesi medis.

Pembunuhan: diatur dalam Bab tentang Tindak Pidana Pembunuhan (misal Pasal 338 KUHP).

Eksperimen medis ilegal bisa dikualifikasi sebagai pelanggaran hukum kesehatan dan pidana.

Singkatnya, di kehidupan nyata seorang individu tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab pidana hanya dengan alasan “untuk pengobatan”, bahkan jika motivasinya terkesan mulia.

Prediksi Akhir Drama Korea Bloody Flower

Meski baru dua episode main, kita main prediksi ending Drama Korea Bloody Flower—tanpa spoiler resmi, tapi berdasarkan pola drama Korea + logika cerita Bloody Flower

Lee Woo-gyeom Tidak Akan Benar-Benar “Menang”

Kemungkinan besar, Woo-gyeom tetap dihukum—entah hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Drama Korea hampir tidak pernah mengizinkan pembunuh berantai lolos, meskipun motifnya “menyelamatkan manusia”.

Ini penting untuk pesan moral: Tujuan mulia tidak menghapus dosa pembunuhan. Namun, cara dia dihukum tidak hitam-putih.

Penelitiannya Tetap Hidup, Tapi Bukan Atas Namanya

Ini pola klasik tapi kuat:

• Formula / metode pengobatan Woo-gyeom diakui memiliki potensi

• Negara atau lembaga medis mengambil alih risetnya

• Penemuan itu disempurnakan secara legal & etis

Ironinya:

Dunia mungkin terselamatkan oleh temuannya, tapi namanya akan dihapus dari sejarah medis. Ini hukuman sosial yang jauh lebih pahit dari kematian.

Pengacara Park Han-joon Kehilangan Segalanya

Prediksi pahit tapi realistis:

• Putrinya tidak sembuh sepenuhnya ATAU sembuh tapi masih ‘cacat’ kayak sebelumnya

• Han-joon kehilangan lisensi, reputasi, atau bahkan dipenjara karena kompromi moralnya

Pesan yang mau ditegaskan:

Mengorbankan hukum demi keluarga

tetaplah pelanggaran hukum. Drama ini tidak ingin memanjakan emosi penonton—dia ingin menampar nurani.

Jaksa Cha Yi-yeon Jadi “Pemenang Moral”, Tapi Terluka

Cha Yi-yeon kemungkinan:

• Menang secara hukum

• Tapi menyimpan konflik batin seumur hidup

Ia tahu:

• Woo-gyeom jahat

Tapi juga tahu: tanpa dia, banyak pasien tak punya harapan. Karena ia sebenarnya tahu, saat pasien sudah mendapatkan pengobatan Woo-gyeom dan sembuh tapi malah berobat lagi ke rumah sakit, maka penyakitnya itu akan tidak bisa disembuhkan lagi

Ending-nya kemungkinan sunyi:

Bukan selebrasi keadilan, tapi keadilan yang dingin dan menyisakan luka.

Scene Penutup yang Sangat “Bloody Flower”

Prediksi Adegan Terakhir

Bunga berdarah (simbol judul)

• Mekar di penjara, rumah sakit, atau makam

Voice-over tentang hidup, kematian, dan pilihan manusia

Atau:

• Seorang anak kecil pasien tersenyum karena pengobatan baru

• Cut ke Woo-gyeom di balik jeruji / menjelang eksekusi

Pesan terakhirnya kemungkinan besar:

“Kemanusiaan tanpa hukum adalah kekacauan. Hukum tanpa kemanusiaan adalah kehampaan.”

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

33 thoughts on “Review Sinopsis Drama Korea Bloody Flower: Investigasi Pembunuhan Berantai Berdalih Pengobatan Medis”
  1. Aduh , kak…baca di awal yg doi mencincang mayat itu aja dahhh bikin begidik. untung aku BW nya nggak pas makan
    tapi justru Drakor kyk begini yg seruuuu ya.
    main character nya rada sakit jiwa mirip kyk Dear X. aku jg suka tokoh sociopath gitu

  2. Hmm…
    Kalau puasa bisa nonton ini gak ya, haha
    Soalanya adegannya banyak darah dan menyakiti. Takut sedih dan menegangkan nih.
    Tapi coba dicek dulu episode pertama siapa tahu memang masih kondusif di tonton pas Ramadan

  3. Waaahhh, ada Sung Dong Il Ajjussi yang main. Entah ya suka aja kalau ajjusi ini main drakor. Pembawaannya tuh kayak orang antagonis, tapi pas main jadi protagonis tetep aja ciamikk. ❣️❣️
    Seneng aku nonton drakor yang medis² gini. Agaknya masih bisa kutahan OVTnya karena sekilas nggak seperti drakor Hyper Knife. Sama² dark medis, tapi masih nggak terlalu jleb² gitu.
    Masuk Watchlist dulu.. ❣️❣️❣️

  4. Berarti Drakor yang satu ini masih ongoing ya? Melihat jadwalnya. Kabar baik sih kalau ada di VIU juga. Tapi, kalau dilihat dari keseluruhan jalan cerita, rasanya aku belum tentu sanggup nonton. Apalagi pas tindakan kriminal nya terjadi. Proses mutilasi bikin ngeri banget sih

    Tapi, Drakor Bloody Flower kelihatannya bakalan oke, kalau eksekusi nya maksimal. Korsel bikin Drakor trailer biasanya suka keren banget sih.

  5. Seruuuu sih ini kayaknya mas. Film yang mencoba menabrakkan antara sains dengan nurani manusia, patilah selalu membuat penasaran untuk diselesaikan. Apalagi aku liat pemeran utamanya kok ya cocok banget ya sama karakternya. Keliatan banget dingin dan sikopetnya, seremmm..
    Tapi ya kudu siapin mental juga ya nonton ini. Nganu, dikasih liat lho potongan tubuh hasil mutilasinya. Mantepnya film korea emang gitu, gak nanggung.. Walau kadang agak Huek juga ya kita liatnya.

  6. Premis Bloody Flower ini benar-benar bikin dilema moral ya. Karakter Woo-gyeom ngeri banget, apalagi bagian mutilasi itu, tapi motif “pengobatannya” bikin penonton jadi mikir dua kali. Penasaran bagaimana Jaksa Yi-yeon yang idealis menghadapi pengacara Han-joon yang mulai goyah demi anaknya. Konflik etika medis versus hukumnya dapet banget. Jadi nggak sabar nunggu episode selanjutnya buat lihat apakah keadilan bakal menang atau malah berakhir pahit.

  7. Wahhhhh prediksi nya lengkap banget…komplit dari berbagai sisi…tapi menurutku memang di ending nie sie dokter ugal-ugalan pasti tetap akan dihukum mengingat dia sudah membunuh sekian banyak orang dengan cara2 yang lumayan sadis..karena apapun latar belakangnya, menghabisi nyawa seseorang itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan dan mungkin saja riset yang telah dia lakukan nantinya akan diambil alih oleh pemerintah karena sudah membuahkan hasil…yokkk tebak2an mana yang kira2 benar nanti hehee

  8. Kalimat penutupnya super epik. SEPAKAT. Semua ada SALING menjaga dan menghidupkan. Seperti sifat utama cinta, menjaga dan menghidupkan. Hal utama yang dibutuhkan manusia.

    Soal drakor ini, aku cuma pengen bilang pada penulisnya, selain dia begitu cerdas mengemas suatu komplik, doi itu pernah mengalami apa ya sampai segitu bisanya membungkus kekejian dalam dalih kebaikan. Membunuh berdalih menyembuhkan .

    Kalau di logikaku, itu hil yang mustahal

  9. Wah yang main si Ryeoun. Aku nonton dia di drakor Twinkling Watermelon. Tapi di sini jadi pembunuh berantai serem juga ya. Walaupun alasannya demi kemanusiaan. Mana dilihatin adegan mutilasinya. Saya kayanya nggak akan berani nonton

  10. Dramanya bukan cuma soal intrik dan balas dendam ya, tapi juga bikin jadi mikir soal pilihan hidup yang abu-abu dan penuh konsekuensi. Bagian tentang pesan dan konflik moral di Bloody Flower itu menurutku yang paling kuat, karena tiap tokohnya seperti dipaksa memilih antara hati, ambisi, dan harga diri, dan para pemainnya berhasil banget bikin dilema itu terasa nyata. Semoga makin banyak yang nonton dan ikut merenungkan sisi moralnya juga, karena drama seperti ini biasanya ninggalin bekas lebih lama dari sekadar ceritanya.

  11. Wah drakor anyar nih, masih beberapa episode yang baru tayang.
    Jalan ceritanya seru juga. Apalagi si Cha Yi-yeon yang sama-sama bungsu kayak daku dan ingin mandiri, ciee.
    Cuma di Ramadan ini daku belum bisa buat nonton drakor. Mungkin nanti bisa dijadwalkan

  12. Ide ceritanya menarik antara membunuh dan mengobati. Tapi sepertinya di Ramadan ini di skip dulu deh kalau saya, takut asam lambung naik liat adegan yang bikin emosi dan berdarah-darah.. hehe. Next kalau udah lebaran kayanya digaskeun, jadi masuk watch list aja dulu untuk sementara

  13. Secara reality, sayang sekali seorang mahasiswa kedokteran melakukan hal ini ya, Mas. Selain tidak bisa melanjutkan kuliah tentu saja dihukum mati. Karena dalam kehidupan ini, ada sesuatu yang bisa menyembuhkan tapi melanggar hukum dan itu tidak dibenarkan. apalagi sampai membunuh dan memutilasi. Saya ingat ada berita seorang suami dihukum karena menanam ganja. hal itu dia lakukan karena untuk penyembuhan istrinya. Tujuannya agar istrinya smebuh itu bagus, tapi caranya tetap salah di mata hukum.

  14. Wah iya ini salah satu drakor yang mau aku tonton
    Uda lihat sih cuplikannya di VIU
    cuma belum sempat nonton
    Masih fokus nonton drakor Honour

  15. Sebenarnya Lee Wo-gyeom nggak bisu di drama Twinkling Watermelon. Dia cuma mempelajari bahasa isyarat biar bisa ngobrol santai dengan ibunya yang bisu.

    Jadi pingin liat dia jadi pembunuh di Bloody Flower. Aku lihat di Twinkling Watermelon, dia kan manis meski sedikit keras. Hehehe….

  16. Wadu, baca sinopsisnya aja kayaknya gak kuat aku nonton, terlalu sadis ya kayanya. Padahal dulu sebelum punya anak aku pecinta film-film sadis. Eh, bahkan aku menikmat Squid Game deng, hya. Oh, mungkin karena di film ini ada mutilasinya ya yang bikin beneran bergidik ini bacanya. Inget banget dulu juga pernah nonton film yang mutilasi dan beneran keinget lama, jadi kayaknya sekarang ada 2 genre film yang aku hindari deh. Horor dan thriller yang mutilasi kayak gini, huhuhu. Kalau thriller biasa, pembunuhan dan perkelahian yang sadis masih mungkin ditonton, tapi gak bisa kalau ada mutilasinya :(

    Tapi dari segi cerita, kayak terjadi kompleksitas perasaan banget ya. Dia memang dokter dan sebenernya sedang melakukan penelitian untuk pengobatan terbaru. Tapi apakah dibenarkan dengan cara membunuh dan ilegal kayak gitu? Aku lebih suka endingnya dia jadi dipenjara sih, haha. Kayak lebih adil buat para korban yang sudah dia bunuh itu.

  17. Aduuuh temanya seru nih, bukan drakor cinta yang kayak biasanya,,,menegangkan ini sih,,,,,keep filmnya saya mau nonton sambil nunggu waktu berbuka…..makasiih paa review filmnya,,,saya masukkan nih ke list tontonan berikutnya

  18. wah drama ini sudah tayang ya, ternyata. Kayaknya masih belum banyak nih yang ngehype drama ini. Tapi jujur aku agak ngeri juga nih kalau ada adegan potong-memotongnya itu.

  19. Wah seru kayanya ini., Bakal jadi watchlist nanti ah. Suka sama pemeran lead malenya. selalu menawarkan ekspresi lain diluar nalar

  20. Krn masih on going , aku mau tunggu sampai tamat dulu. Supaya tahu endingnya bakal gimana. Krn tetep ga suka kalau nonton Drakor yg sad ending atau gantung .

    Tp ini genrenya favoritku banget, pembunuh bayaran, trus pemainnya sung dong il aktor favoritku bangettttttt mas . Kayaknya drama yg ada dia sih, udah jaminan mutu yaaa . Salut dia bisa berperan JD orang baik, antagonis juga pernah, protagonis pun pernah.

  21. Wiihh ada Ryeoun juga.. Aku jujur penasaran kalau adik itu main drama thriller gini. Terkahir nonton tuh yang Twinkling Watermelon sama yang Secret Romantic Guesthouse. Sejak itu suka sama parasnya yang kaleemmm.. hihihi…

    Tapi apakah image kalem yg kudapat si dua drakor sebelumnya bakal dibantah ya sama karakter Woo Gyeom.

  22. Bagian demi menemukan obat yang belum ketemu bagi pasien itu mulia. Tapi usahanya membunuh untuk tujuan mulia tersebut kok jadi kontradiktif sekali.

    Dia pun mau membagikan obatnya hanya jika nggak dihukum. Kalau seandainya dia nggak terjrat hukum, bisa jadi dia akan terus membunuh.

    Serem.

  23. Serem kali ini Woo-gyeom. Kalau dipikir² kayak kerasukan gitu gak sih? Eh itu mah mungkin lain tempat ya hehe. Terus daku pun mikirnya, apa di sana ada yang seperti Woo-gyeom kali ya, sehingga jadi ide cerita drama ini

  24. Korsel kalau bikin drama terkait media dan hukum, selalu tajam banget. Risetnya beneran mendalam. Nambah banyak wawasan buat para penonton disamping keseraman yang ditawarkan. Apalagi part mutilasi diperlihatkan, ini bikin bergidik seram dan belum tentu sanggup ngeliat alias tutup mata dulu deh.

    Tapiiii, kalau di tilik dari semua analisa, kayaknya endingnya si dokter tetap akan dapat hukuman ya? Penasaran sih sama Bloody Flower. Dari judulnya aja menarik apalagi premis ceritanya tuh kaya sekali.

  25. Udah ending belum sih dramanya? Penasaran apakah prediksi di atas sesuai atau enggak. Tapi aku sendiri juga berharap dia tetap dapat hukuman karena yang dia lakukan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Mengorbankan nyawa sedikit orang untuk keselamatan yang lainnya tetap tidak bisa diterima karena menurutku semua nyawa itu sama-sama penting.

  26. Oh yaaa aku ya nonton ini mas, tetapi aku nontonnya lambat sekali haha. Soalnya episode 1 langsung nemu jenazah, jadi kek apaan nih, merasa berat banget. Tetapi tertarik karena ini ada dokter pinter, ada pasien sembuh tapi di sisi lain lha kok banyak yang mati. Jadi kan penasaran pengobatan apa persisnya yang dilakukan gitu.
    Walah emang keknya endingnya tetep “dark” gitu ya, walaupun “mekar” apanya niihh, apakah perkembangan karakternya menyadari dirinya bukan penyembuh atau malah sebaliknya pengobatannya berguna di sakal kecil kek di balik jeruji penjara?
    Aku masih panjang nih menuju ke tamat. Masih sampai episode 2 itu pun aku cicil haha :D

  27. Jadi Bloody flower ini drama bergenre thriller, agak serem juga ya meski berdalih pengobatan tapi endingnya dibunuh secara sadis, sambil dimutilasi. Yang menarik selain dari laur cerita drakor itu ya pasti para pemainnya. Salah satu alasan nonton drakor ya para pemainnya, kalau pemain utama laki-laki dan perempuannya oke biasanya saya mau nonton.

  28. Ide ceritanya memang menarik, ya, tentang sesuatu yang abu-abu. Ini salah satu yang salut dengan tim pengembang drama di Korea Selatan, sering kali isu yang diangkat di luar nalar dan out of the box tapi bisa digambarkan dalam cerita yang menarik

  29. Iya, seru banget drama ini
    Aku baru ngikutin 2 episode
    Cuma sampai 8 ya? Aku berharap pak pengacara bisa mendapatkan obat untuk anaknya

  30. Wah iya ada juga nih di VIU dan masih maju mundur nontonnya karena sinopsisnya cukup sadis hihi tunggu habis ramadan deh baru nonton Korea lagi..

  31. premisnya menarik nih, ya. dokter yang melakukan pemb*nuhan karena yakin bisa menemukan obat dari penyakit dan pengcara yang desperate karena anaknya sakit dan hanya bisa disembuhkan di tangan dokter pemb*nuh.

  32. Drama seperti Bloody Flower kelihatannya punya cerita yang cukup intens dengan tema medis dan kriminal yang gelap. Alur seperti ini biasanya bikin penasaran karena konflik antar karakternya terasa kuat dan tidak mudah ditebak. Saya pikir drama ini wajib masuk watchlist saya. Ada di Netflix kan ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *