Kopdar kemarin, minggu (20/4) aku ama Syaamil ditraktir nonton Film Kun Fayakun oleh Aal. Sebenarnya Al mo lihat Jet Li (lupa judulnya) tp dia tahu diri (secara gitu, gw kan g suka film begituan walau sebenarnya gpp).

Datang jam 1 siang habis hunting ke Kwitang, makan ketoprak & denger ceramah di masjid Al A’raf, kita bertiga datang ke Atrium jalan kaki. Kalo dari kosku (kenari, Salemba) kita bertiga naik bajaj (habis ga ada ojek yg bs buat ber 4). Seru tuh, Aal sampe menjerit-jerit kegirangan. “Seru aja, takutnya malah jomplang (balik ke belakang, gara2 badan Aal gede),” kata Aal sembari mengabadikan momen kita di bajaj dengan E90-nya.

Untung aja fil diputar pukul 13.30 wib, jd ga nunggu lama. Ada behind the scene-nya loohh:
Thanks buat Al yg udah nraktir Pak De ama Om Syaamil. Smg Allah membalas kebaikanmu berkali-kali lipat.
Film “Kun Fayaakun”
( Insya Allah mulai tayang di bioskop tgl 17 April 2008 )
 
INSPIRING THE MIRACLE
H.Yusuf Mansyur hug
 
Kalau Allah SWT sudah berkata “Kun Fayakuun”……
Maha Suci Allah atas segala kekuasaan-Nya, ditangan-Nya dan
kepada-Nya segala urusan dikembalikan.
 
Dari Ibnu Abbas berkata, bahwa dia pernah berada di belakang untanya Rasulullah SAW. Dan berkata Rasulullah kepadanya, “Wahai anakku, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa Kalimat : jagalah Allah, maka Allah akan menjaga kamu. Jika akan meminta, mintalah hanya kepada Allah. Kita disuruh untuk meminta kepada Allah, Maka Allah akan kabulkan. ”
 
Film ini berkisah tentang perjalanan Doa dari seorang manusia yang percaya bahwa kekuasaan Allah di atas Segalanya. Sebenarnya cerita ini klise dari seorang tukang kaca yang berusaha menghidupi keluarga. Beragam cobaan mulai dari tidak laku, diterpa hujan, hingga saat mau laku ternyata pecah oleh hantaman batu dari anak-anak tawuran. Kesal dengan anak tawuran itu, Agus Kuncoro langsung ikut memukul gerombolan tersebut. Karena sedang puasa, Agus malah babak belur dihantam & dipukul oleh anak2 sma. Untung aja ada ustadz / pria mushola yg menolongnya. Walau sempat
menolak untuk dikasih makan (karena puasa, walau keadaan babak belur & lemah), akhirnya Agus membatalkan karena itu merupakan rezeki dari Allah. Orang mushola tersebut sempat memberi uang 5000 sebagai bekal di jalan.

Uang tersebut disedekahkan dan akhirnya bisa mendatangkan rejeki 50 juta. Sungguh rejeki yg datang tanpa diduga2. Saat kita bersedekah, emang akan dilipatgandakan oleh Allah 10 kali lipat lebih.

Film ini juga memakai endorser (artis pendukung) seperti Desi Ratnasari (jadi istri Agus Kuncoro yang kesulitan memerankan orang miskin), Opik, Zaskia Adya Mecca, Andre Stinky, Marini Zumarnis dan kayaknya ada Menpora (Adyaksa Dault) walau sekilas, itu kalo kagak salah lihat.

Cerita ini seru banget meski berjalan sangat datar. Kadang ada canda di sela dialog dan ada lantunan tilawah dari Ustadz Yusman, merdu & bikin merinding. Kalo tersentuh, malah bisa menangis.


Serba Serbi Film “Kun Fayakuun”

SERBA SERBI – BEHIND IN THE SCENE
 
Bermula dari keprihatinan H.Yusuf Mansyur terhadap tayangan-tayangan bioskop yang diwarnai dengan film-film yang kurang bertanggungjawab terhadap akhlak dan moral. Maka tercetuslah sebuah ide memproduksi film dengan tema lain,dengan harapan dapat menjadi tontonan alternatif sekaligus tuntunan.
Kenapa mengambil judul “Kun Fayakuun” ?
Ayat ini begitu popular,karena seringkali terucap dari bibir Seorang H.Yusuf Mansur dalam penayangan sinetron “Mahakasih”. Sejak episode perdana, potongan ayat “Kun Fayakuun” ini begitu lekat dalam hati pemirsa. Sampai- sampai ingat “Kun Fayakun”,ingat pula pada seorang Ustadz muda yang menjadi pengantar dan penutup tausiyah di sinetron “Mahakasih” (RCTI) dengan gaya melantunkan qira’ah-nya yang begitu fasih.
 
Suatu hari H.Yusuf Mansur berdiskusi dengan beberapa sahabatnya,H. Novaris dan H.Dhony,di sebuah majelis sebelah rumahnya. Darisana muncul ide cerita tentang seorang tukang kaca yang terinspirasi dari testimony seorang jemaah dari daerah di Banten.
 
Singkatnya,tersusunlah naskah dari ide cerita H.Yusuf Mansur. Sementara skenario ditulis H.Guntur Novaris. H.Yusuf Mansur menyiapkan sejumlah uang untuk produksi film tersebut. Sisi lain,dana yang dimiliki saat itu tidak mencukupi untuk produksi sebuah pementasan layar lebar. Sehingga uang yang dimiliki akhirnya disedekahkan dan mengundur waktu produksi. Subhanallah, di waktu yang deadline produksi film “Kun Fayakuun” mendapat pinjaman dari sebuah Bank terlebih jumlahnya melebihi dari yang ditargetkan.
 
SETENGAH HONOR AGUS UNTUK MEMBELI ANAK
Setelah proses casting berjalan,sangat sulit mencari tokoh utama pria untuk memerankan Pak Ardan,suatu hari disaat tim casting sudah buntu,H.Yusuf Mansur menelepon H.Dhony selaku produser pelaksana untuk memilih Agus Kuncoro saja sebagai pemeran Pak Ardan,dengan pertimbangan beliau Agus Kuncoro yang cocok untuk peran itu.
 
Suatu hari H.Yusuf Mansur berbincang dengan Agus Kuncoro, dari perbincangan itu Agus bercerita bahwa dirinya sudah tiga tahun menikah belum dikaruniai anak. Saat itu H.Yusuf Mansur dengan nada rendah dan tenang melontarkan kalimat, “Gus, kalau mau punya anak,honor kamu yang setengah jangan diambil dan usahakan untuk disedekahkan untuk membeli anak”. Nampaknya kalimat pendek H.Yusuf Mansur itu membekas di hati Agus Kuncoro.
 
Perjalanan syuting satu bulan telah dilalui,Agus sebagai pemeran utama tampak lebih capek dibanding pemain lainya. Meskipun demikian Agus tidak melewatkan puasa Senin dan Kamis.
 
Di perjalanan satu bulan syuting itulah terkirim sebuah Short Message Service (SMS) 3 Minggu setelah syuting berakhir.kepada H.Yusuf Mansur “Alhamdulillah, istri saya sudah telat lima Minggu,positif hamil”, Subhanallahu……….. love

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *