game

gameIndonesia dan Vietnam menjadi pasar baru video game di Asia Tenggara. Sebelumnya, China dan Jepang selalu menjadi pasar terbesar. Hal ini terkait pasar negara berkembang yang terus tumbuh.

Analis Niko Partners Lisa Cosmas Hanson mengatakan, negara-negara di Asia Tenggara diharapkan mampu menghasilkan pendapatan video game sebesar US$ 784,4 juta tahun ini. Ada enam pasar yang mengontribusikan pendapatan terbesar yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Namun dari pasar tersebut, tiga negara menjadi pasar terpenting yaitu Vietnam, Indonesia dan Thailand.

“Pasar video game Asia Tenggara selalu dibandingkan dengan pasar China. Tapi ketiga pasar tadi selama beberapa tahun terakhir selalu di belakang China. Pasar ini begitu menikmati game online, hingga game mobile, sama seperti yang dilakukan di China. Namun pemain game di China suka permainan beresolusi tinggi,” katanya.

Untuk berhasil di negara-negara tersebut, pengembang perlu bekerja dengan distributor permainan di daerah. Perusahaan seperti Garena, OffGamers, Asiasoft, dan MOL menjadi distributor khusus permainan tersebut.

Permainan di ponsel juga berkembang di Asia Tenggara. Namun Niko Partners menemukan hanya tujuh persen dari pemain permainan di komputer pribadi (PC) yang bermain di game mobile. Nilai tersebut turun dibanding tahun lalu yang masih mencapai 25 persen.

Hanson memprediksi Indonesia akan memiliki kontribusi pendapatan terbesar dan sektor game tumbuh paling cepat di Asia Tenggara selama lima tahun ke depan. Vietnam akan memiliki pertumbuhan terbesar dalam jumlah pemain game. Pengembang harus bekerja keras mendekati kedua pasar potensial tersebut. “Tantangan bagi pengembang hanya memaksa peningkatan tingkat pengeluaran pada jenis permainan yang orang Asia Tenggara sukai dan menunjukkan antusiasme tinggi,” kata Handon.

Niko Partners menyurvei 100 ribu pemain game di Asia Tenggara untuk mendapatkan hasil ini dan memiliki laporan 88 halaman sesuai negara.

Sumber: Venture Beat

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *