honda jazz

honda jazz

Penurunan rupiah yang menembus level terendahnya sejak 17 tahun terakhir mendorong produsen mobil asal Jepang fokus memproduksi mobil murah seperti sedan dan kendaraan multi guna (MPV). Indonesia akan mengurangi impor akibat kurs rupiah semakin tertekan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, impor mobil Indonesia hanya 7.600 unit pada Februari lalu, penurunan 11 bulan berturut-turut. Nilai tersebut kurang dari 10 persen dari keseluruhan penjualan mobil baru.

Selama ini, produsen mobil seperti Toyota Motor Corp, Nissan Motor Corp, dan Mitsubishi Motor Corp memercepat rencana ekspansi mobil dengan mengimpor dari negara asalnya. Indonesia memiliki pasar signifikan di negara berkembang.

Indonesia juga dianggap telah memiliki permintaan yang tinggi terhadap pasar automotif mengalahkan Thailand sebagai pasar automotif terbesar di Asia Tenggara.

Produsen mobil Jepang bertaruh pada prospek jangka panjang Indonesia. Penjualan bulanannya selama semester I-2014 mencapai 100 ribu unit, dua kali lipat dibanding 2008.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor, distributor resmi Honda Motors Co Ltd di Indonesia, Jonfis Fandy memerkirakan penjualan turun pada semester I-2015 namun akan memertahankan penjualan di level 14 ribu-15 ribu unit.

Mitsubishi yang telah berinvestasi sekitar US$ 600 juta dengan membangun pabrik di Indonesia akhirnya bisa memiliki kapasitas tahunan 240 ribu kendaraan per tahun. Selain di domestik, penjualan akan diekspor ke Filipina dan Vietnam.

“Rupiah sangat lemah. Jadi kita harus melokalisasi komponen kami di sini sehingga kita memiliki kesempatan ekspor ke negara lain,” kata CEO Mitsubishi Osamu Masuko.

Sumber: Reuters

 

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *