Review My Bias My Boss : Cinta Segitiga Pekerja Startup

0
Review my bias my boss

Perusahaan rintisan (startup) kelihatannya keren dari luar: kantor kekinian, anak muda, ide besar dan CEO visioner. Tapi setelah masuk, lo baru tahu satu hal, startup bukan tempat untuk orang yang cuman mau terlihat keren.

Review My Bias My Boss membungkus realitas itu dalam romance-comedy yang ringan. Tapi diam-diam menyelipkan banyak pelajaran tentang menjadi pekerja di perusahaan rintisan.

Btw, aku ngereview drakor ini dari perspektif dunia startup ya gaes.

Sinopsis Drama

Judul: My Bias, My Boss
Judul Korea: 최애의 사원
Genre: Romance, comedy, workplace, drama
Jumlah: 12 episode
Mulai tayang: 3 Agustus 2026, final 8 September 2026
Jadwal: Senin & Selasa
TV Korea: tvN, pukul 20.50 KST / sekitar 18.50 WIB
Streaming Indonesia: Viki dengan subtitle Indonesia; beberapa sumber juga mencantumkan Prime Video, jadi ketersediaan bisa bergantung wilayah. Bisa juga via aplikasi MovieBox secara freemium ya.

Pemain Review my bias my boss

Daftar Nama Pemain

PemainKarakterPeran
Kim Hye-junNam Da-reumKaryawan baru, fangirl berat Lee Chan
Kang HoonKang Ha-giCEO startup Appello
Cha Woo-minLee ChanIdol papan atas sekaligus direktur
Shin Yu-na (ITZI)Yun Cho-iKarakter pendukung
Gong Ji-hoBak Mi-miKaryawan Appello
Kim Ah-youngLee Seul-aKarakter pendukung

Review My Bias My Boss

Nam Da-reum adalah penggemar berat idol bernama Lee Chan. Selama bertahun-tahun, Lee Chan menjadi bias-nya—orang yang ia kagumi bukan cuma sebagai selebritas, tetapi juga sebagai sosok yang ingin ia dekati.

Kesempatan itu akhirnya datang ketika Da-reum mendapatkan pekerjaan di Appello, sebuah startup yang berkaitan dengan Lee Chan.

Masalahnya, realitas kantor ternyata jauh berbeda dari fantasi seorang fangirl.

Alih-alih bisa bekerja dekat dengan idolanya, Da-reum justru harus berhadapan dengan Kang Ha-gi, CEO Appello yang dingin, serius, dan sangat mencurigakan terhadap dirinya.

Lebih parah lagi, Da-reum dan Ha-gi ternyata sudah pernah bertemu dalam situasi memalukan sebelum Da-reum masuk perusahaan.

Dari sinilah kekacauan dimulai.

Adegan Review my bias my boss

Da-reum masuk perusahaan dengan motivasi personal: ingin lebih dekat dengan idolanya. Namun perlahan ia harus belajar menjadi profesional, membuktikan kemampuan, memahami budaya kerja startup, dan menghadapi perasaan yang justru tumbuh kepada orang yang tidak pernah ia bayangkan.

Sementara itu, Lee Chan juga bukan sekadar “idol sempurna”. Di balik popularitasnya terdapat sisi kesepian dan persoalan pribadi yang membuat hubungan antara ketiganya menjadi semakin rumit. 

Masalah muncul lagi, Lee Chan diam-diam menyukai Nam Da-reum. Sementara Da-reum sudah lama memendam suka kepada Lee Chan. Sebenarnya, dia hanya suka sebatas bias idol. Tapi saat Lee Chan menyatakan cinta, ya masa cinta sejak lama itu ditolak? Meski dia harus bertahan dari serbuan fans idol Lee Chan.

Karena di masa sekolahnya dulu, saat boys group DNX (Lee Chan menjadi salah satu personelnya), Da-reum mendapatkan motivasi hidup yang membuatnya bertahan dari perundungan (bully). Begitu juga Lee Chan yang udah lama mengenal Da-reum sebagai seorang fans garis keras.

Boysgroup NDX review my bias my boss

Setelah DNX bubar, Lee Chan membuat startup fashion Appelo dan Ha-gi (teman Lee Chan) didapuk menjadi CEO Appelo. Jadi ini tuh kayak cinta segitiga antara fans sekaligus pekerja, investor dan CEO startup. Mumet nggak tuh? Mirip-mirip cerita drakor Startup versi Korea dan Thailand dulu tuh.

Biar makin menarik, konflik pun tercipta. Yun Cho-i (Shin Yu-na dari girlgroup ITZI) mendapat peran antagonis. Doi tuh nggak suka kalo Da-reum ngedeketin Ha-gi, apalagi Lee Chan, meski dia nge-ship banget ama Ha-gi. Beberapa proyeknya sengaja dibuat berantakan. Tapi Da-reum pantang menyerah. Akhirnya founder dan co-founder malah menyerah, menyerahkan cintanya kepada Da-reum. Aseeekkk.

Pelajaran Tentang Bekerja di Startup

Menurutku, review My Bias My Boss justru bagian workplace-nya lebih menarik daripada sekadar love triangle.

Jangan masuk perusahaan hanya karena “bosnya keren”

Da-reum awalnya memilih Appello karena ada hubungan dengan idolanya.

Ini relatable banget.

Dalam dunia kerja nyata, kita kadang memilih perusahaan karena:

“Wah, perusahaannya keren.”

“CEO-nya terkenal.”

“Produknya keren.”

“Startup-nya lagi naik.”

Padahal setelah masuk, kita baru sadar bahwa budaya kerja, job description, leadership, dan tekanan target jauh lebih menentukan apakah kita betah atau tidak.

Pelajarannya:
Jangan hanya melihat brand. Pelajari juga cara perusahaan bekerja.

Review Sinopsis my bias my boss

Startup bukan versi kecil perusahaan besar

Ini salah satu pesan yang menurutku menarik saat review My Bias My Boss. Di startup, karyawan biasanya dituntut serba bisa.

Hari ini mengerjakan pekerjaan sesuai posisi. Besok bisa saja diminta membantu proyek lain. Minggu depan harus ikut brainstorming produk.

Bahkan orang yang baru masuk bisa mendapatkan tanggung jawab besar kalau dianggap mampu.

Artinya:

Startup = kesempatan besar + tekanan besar.

Buat pekerja, ini bisa menjadi tempat belajar luar biasa cepat.

Tetapi buat orang yang membutuhkan struktur pekerjaan sangat jelas, startup bisa terasa melelahkan.

Founder/CEO bukan selalu orang yang sempurna

Karakter Kang Ha-gi menarik karena dia bukan tipikal CEO yang digambarkan selalu benar.

Dia cerdas dan mampu membangun bisnis, tetapi memiliki kelemahan dalam berkomunikasi dan hubungan interpersonal.

Ini realitas yang sering terjadi di startup.

Jago membangun produk ≠ otomatis jago memimpin manusia.

Seorang founder bisa hebat dalam:

  • mencari investor
  • membaca pasar
  • membuat produk
  • mengejar pertumbuhan

tetapi belum tentu hebat dalam:

  • komunikasi
  • delegasi
  • memberikan feedback
  • membangun budaya perusahaan
  • mengelola konflik

Dan ketika startup berkembang, kemampuan kedua justru semakin penting.

Jangan membawa “fan mentality” ke kantor

Ini mungkin pelajaran terbesar untuk Da-reum. Mengagumi seseorang boleh. Tetapi begitu menjadi karyawan, hubungan berubah menjadi profesional.

Atasan bukan idol. CEO bukan selebritas. Teman kerja bukan fans. Dan perusahaan bukan tempat untuk memenuhi fantasi pribadi.

Da-reum harus bertransformasi dari:

“Aku ingin dekat dengan idolaku.”

menjadi:

“Aku ingin menjadi karyawan yang memang layak berada di sini.”

Menurutku ini perkembangan karakter yang menarik.

Passion penting, tapi kompetensi lebih penting

Startup sangat menyukai orang yang antusias. Tetapi antusias saja tidak cukup.

Orang yang mengatakan: “Saya suka dunia teknologi!” belum tentu bisa membuat produk teknologi.

Orang yang mengatakan: “Saya suka marketing!” belum tentu bisa menghasilkan penjualan.

Passion membuka pintu. Kompetensi membuat kita bertahan.

Dan inilah perjalanan Da-reum di Appello.

Startup membutuhkan orang yang mau belajar cepat

Lingkungan startup berubah cepat. Strategi bisa berubah. Produk bisa berubah. Target pasar bisa berubah. Bahkan posisi pekerjaan bisa ikut berubah.

Karena itu, kemampuan paling berharga bukan cuma “apa yang saya bisa sekarang?” tetapi: “Seberapa cepat saya bisa belajar sesuatu yang belum saya bisa?”

Ini relevan banget buat pekerja muda maupun orang yang sedang pindah karier.

Tapi apakah review My Bias My Boss bagus?

Menurutku: 8/10 untuk tontonan ringan.

Bukan drama yang harus ditonton kalau mencari plot super kompleks atau intrik bisnis ala Succession.

Kekuatan utamanya justru:

fangirl + startup + workplace comedy + CEO dingin + love triangle.

Review my bias my boss

Kim Hye-jun juga menarik karena karakter Da-reum cukup berbeda dari beberapa karakter serius yang sebelumnya ia mainkan. Kang Hoon mendapat peran CEO yang harus perlahan menunjukkan sisi manusiawinya, sementara Cha Woo-min menjadi representasi “bias” yang selama ini hanya dilihat dari sisi ideal oleh Da-reum. 

Dan ada satu hal yang menurutku cukup menarik tentang review My Bias My Boss ini:

Drama ini sebenarnya bukan cuma cerita tentang “siapa yang akan dipilih Da-reum”.

Lebih dalam dari itu, ceritanya adalah tentang perbedaan antara mengagumi seseorang dari jauh dengan mengenal seseorang secara nyata.

Ketika seseorang menjadi “bias”, kita hanya melihat versi terbaiknya.

Tetapi ketika menjadi teman kerja, kita melihat sifat aslinya—cara dia marah, mengambil keputusan, menghadapi tekanan, memperlakukan bawahan, dan menyelesaikan masalah.

Dan itu berlaku bukan hanya untuk percintaan. Termasuk ketika kita memilih tempat kerja.

Kesimpulan

Kalau lo suka drama Korea yang ringan tetapi tetap punya sisi dunia kerja, startup, leadership, career growth, dan romance, review My Bias My Boss cukup layak masuk watchlist. Bahkan kalau dibedah dari perspektif pekerja startup, ada beberapa pelajaran yang lebih menarik daripada kisah cintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *