Rahasia umkm naik kelas program SisBerdaya & DisBerdaya 2026

Ngerasa nggak sih bikin usaha hingga menjalankan usaha di tahun kemarin hingga tahun ini tuh susyaahh banget? Banyak yang mengira karena pelambanan ekonomi. Masyarakat sekarang makin susah untuk mendapat penghasilan. Otomatis, mereka pun ngerem buat pengeluaran. Rahasia bisnis UMKM naik kelas tuh ada nggak sih? Aku jadi penasaran.

Kendala Bisnis UMKM

Di tengah hiruk pikuk pasar digital (e-commerce) yang semakin kompetitif, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merasa terjebak dalam rutinitas “gali lubang tutup lubang”. Mereka biasa ngutang untuk berdagang. Untung dikit buat bayar angsuran. Balik lagi ngutang buat usaha lagi. Begitu aja terus siklusnya.

Berdasarkan data nasional, emang sih UMKM menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB). Terbukti dalam beberapa krisis sejak 1998, Indonesia tuh masih kuat. Karena pedagang kecil tuh banyak dibutuhkan meski kondisi keuangannya pas-pasan. Dan sebuah realita pahitnya menunjukkan bahwa 99% dari mereka masih tertahan di level mikro. Ya alias masih keciiiil banget tadi.

Bagi pelaku usaha perempuan dan penyandang disabilitas, tembok penghalangnya seringkali terasa lebih tinggi. Mulai dari urusan domestik yang menyita waktu, akses pembiayaan yang terbatas, hingga rasa kurang percaya diri menghadapi teknologi. Namun, apakah tembok itu tidak bisa diruntuhkan?

Rahasia Bisnis UMKM Naik Kelas

Banyak pebisnis malang melintang dalam berusaha. Ada yang pelit berbagi ilmu, tapi ada juga yang malah banyak sharing tips bisnisnya. Berikut eksplorasi mendalam mengenai lima mindset utama pemilik bisnis UMKM yang bisa ditiru dan dikembangkan.

Terutama untuk menghadapi persaingan bisnis UMKM yang makin sengit. Khususnya bersaing dengan e-commerce dan produk impor yang makin murah meriah dijual di toko online. Ini rahasia bisnis UMKM naik kelas dan usaha rumahannya menjadi bisnis yang diperhitungkan.

Adaptabilitas: Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat, Bukan Musuh

Dunia bisnis hari ini tidak lagi bertanya “apakah kamu punya media sosial?”, melainkan “seberapa efektif kamu menggunakan AI untuk efisiensi?”. Banyak pelaku UMKM merasa terintimidasi oleh istilah teknis. Namun, bagi Aisyah Nur Asri, pemenang SisBerdaya 2025 melalui brand Mad Quinn Beauty, teknologi adalah alat bantu, bukan beban.

Aisyah Nur Asri, pendiri Mad Quinn Beauty

Aisyah memulai langkahnya dengan hal-hal sederhana. Ia merapikan tampilan Instagram, mengoptimalkan landing page, hingga mulai bereksperimen dengan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu riset konten pemasaran. Mindset adaptif ini sangat krusial. Data dari INDEF tahun 2024 bahkan menyebutkan bahwa digitalisasi mampu mendongkrak omzet hingga 50%. Ini bisa jadi salah satu rahasia bisnis UMKM naik kelas tuh.

Bagi UMKM, adaptasi teknologi berarti berani mencoba platform e-commerce, memahami sistem pembayaran digital seperti DANA, hingga menggunakan alat analisis sederhana untuk melihat apa yang disukai pelanggan.

Ingat, teknologi hadir untuk memperpanjang tangan kita, bukan menggantikan kreativitas manusia.

Lifelong Learning: Jangan Pernah Merasa “Sudah Cukup Tahu”

Seringkali, saat sebuah usaha sudah berjalan stabil, pemiliknya terjebak dalam zona nyaman. Padahal, strategi pemasaran tahun lalu mungkin sudah tidak relevan lagi hari ini. Mindset pembelajar sejati (lifelong learner) adalah bahan bakar utama untuk naik kelas. Ini juga salah satu rahasia bisnis UMKM naik kelas nih.

Ambil contoh Inne Viryani, sosok di balik Riasafood. Meskipun sudah memiliki produk yang bagus, ia tidak berhenti di situ. Ia mengikuti program SisBerdaya tahun 2023 untuk membedah kembali model bisnisnya. Hasilnya luar biasa: penjualannya tumbuh hingga 130% dan kapasitas produksinya naik 14% hanya dalam waktu singkat.

Inne Viryani (kiri), pendiri Riasafood

Belajar tidak harus selalu di bangku sekolah formal. Mengikuti webinar, bergabung dalam pelatihan seperti yang ditawarkan DANA, hingga berdiskusi dengan mentor adalah cara untuk mendapatkan “kacamata baru” dalam melihat peluang bisnis yang lebih strategis.

Networking: Kolaborasi Mengalahkan Kompetisi

Ada pepatah yang mengatakan, “Jika ingin jalan cepat, jalanlah sendiri. Jika ingin jalan jauh, jalanlah bersama-sama.” Dalam dunia UMKM, memiliki jejaring atau networking bukan hanya soal punya banyak teman, tapi soal membuka akses pasar dan informasi.

Eka Shandy Andi Ishak, pemilik kerajinan tangan diTUTA asal Sulawesi, merasakan betul manfaat ini. Bergabung dengan komunitas SisBerdaya memberinya keberanian untuk tampil di kancah nasional. Melalui jejaring, ia tidak hanya mendapatkan pembeli baru, tapi juga mitra kolaborasi dan dukungan moral dari sesama pengusaha perempuan.

Eka Shandy Andi Ishak, pendiri diTUTA

Di era ekonomi berbagi ini, mindset kolaborasi sebagai salah satu rahasia bisnis UMKM naik kelas jauh lebih kuat daripada mindset kompetisi. Berjejaring memungkinkan UMKM kecil untuk bergabung dalam bazar besar, berbagi biaya logistik, hingga melakukan cross-promotion produk.

Dampak Sosial: Bisnis yang Memiliki “Hati”

Konsumen modern, terutama generasi milenial dan Gen Z, tidak hanya membeli produk karena fungsinya, tapi juga karena nilai atau value di baliknya. Bisnis yang memiliki mindset untuk menciptakan dampak sosial cenderung memiliki loyalitas pelanggan yang lebih kuat.

Hj. Nurlaela dengan brand Cantika Sabbena adalah contoh nyata bagaimana bisnis bisa menjadi alat pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan. Dengan mempekerjakan 90% perempuan di daerahnya dan menggunakan limbah kain untuk produknya, ia menciptakan sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan (sustainable).

Hj. Nurlaela, pendiri Cantika Sabbena

Mindset ini sebagai salah satu rahasia bisnis UMKM naik kelas mengajarkan kita bahwa kesuksesan UMKM tidak hanya diukur dari profit bersih, tetapi dari seberapa banyak lapangan kerja yang tercipta dan seberapa besar manfaat lingkungan yang diberikan.

Resiliensi dan Konsistensi: Seni Melipat Harapan

Di balik setiap foto sukses di media sosial, ada ribuan jam kerja keras dan kegagalan yang tidak terlihat. Ketekunan atau resiliensi adalah perekat dari semua mindset di atas. Tanpa ketekunan, strategi secanggih apa pun akan runtuh saat menghadapi kendala pertama.

Kisah paling inspiratif datang dari Rani Mei Lestari, pendiri DISPROMAN Laundry. Sebagai penyandang paraplegia, Rani membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin.

Rani Mei Lestari, pendiri DISPROMAN Laundry

Juara 3 DisBerdaya 2025 ini tak hanya menawarkan jasa cuci baju, tapi ia juga melatih sesama penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi. Bagi Rani, setiap helai cucian yang ia bersihkan adalah simbol dari upaya “mencuci” stigma negatif masyarakat terhadap disabilitas.

Program Pemberdayaan SisBerdaya dan DisBerdaya dari DANA

Melalui program pemberdayaan SisBerdaya dan DisBerdaya yang diinisiasi oleh DANA, kita bisa belajar satu hal krusial: Perubahan bisnis yang besar tidak dimulai dari penambahan modal angka nol di rekening, melainkan dari perubahan pola pikir atau mindset pemiliknya.

Kesempatan Emas: SisBerdaya & DisBerdaya 2026 Kembali Hadir!

Melihat betapa besarnya potensi transformasi ini, DANA bersama Ant International Foundation dan didukung oleh KemenPPPA resmi membuka pendaftaran program SisBerdaya & DisBerdaya 2026.

Rahasia umkm naik kelas program SisBerdaya & DisBerdaya 2026

Tahun ini, program ini mengusung tema besar: “Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis & Kesetaraan”. Fokus utamanya adalah membantu 6.000 perempuan pelaku UMKM dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia untuk tidak hanya melek digital, tapi juga mahir menggunakan teknologi terbaru seperti AI untuk keberlanjutan bisnis mereka.

Mengapa Kamu Harus Ikut SisBerdaya dari DANA?

Program rahasia bisnis UMKM naik kelas ini bukan sekadar perlombaan, melainkan perjalanan transformasi selama tiga bulan yang mencakup:

Kurikulum Keuangan Sehat: Memastikan bisnismu punya fondasi finansial yang kuat.

Literasi Digital & AI: Membedah cara praktis menggunakan teknologi untuk pemasaran dan operasional.

Pendampingan Mentor: Belajar langsung dari praktisi yang sudah berpengalaman.

Akses Bazar: 30 finalis terbaik akan mendapatkan kesempatan eksklusif berpartisipasi dalam bazar bergengsi di Jakarta.

Persyaratan Pendaftaran SisBerdaya dan DisBerdaya DANA

Apakah kamu memenuhi kriteria? Jangan ragu untuk mencoba biar tahu rahasia bisnis UMKM naik kelas:

1. Perempuan Pelaku UMKM (termasuk rekan-rekan penyandang disabilitas).

2. Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan.

3. Berada di kategori Ultra Mikro (pendapatan Rp1–10 juta/bulan) atau Mikro (pendapatan Rp11–30 juta/bulan).

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 hingga 28 April 2026. Ingat, program ini GRATIS dan tidak dipungut biaya apa pun. Selalu waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan DANA dan meminta biaya tertentu.

Cara Mendaftar SisBerdaya dan DisBerdaya DANA

Siapkan profil bisnismu dan segera klik tautan resmi di bawah ini:

Daftar SisBerdaya 2026

Daftar DisBerdaya 2026

Kesimpulan

Menjadi UMKM yang naik kelas adalah sebuah perjalanan marathon, bukan lari sprint. Dimulai dengan mindset yang terbuka terhadap perubahan, semangat untuk terus belajar, dan keberanian untuk berkolaborasi, kamu bisa menyusul jejak Aisyah, Inne, Eka, Hj. Nurlaela, dan Rani. Mereka sudah membocorkan rahasia bisnis UMKM naik kelas.

Jangan biarkan potensi besarmu terpendam. Mari bersama-sama membangun ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, berteknologi, dan setara. Sampai jumpa di panggung final SisBerdaya & DisBerdaya 2026!

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

21 thoughts on “5 Rahasia Bisnis UMKM Naik Kelas: Belajar dari Pengalaman Pemenang SisBerdaya DANA”
  1. Keren sekali memang ini programnya
    Membuat perempuan jadi lebih berdaya dan mengeksplorasi keunggulan atau potensi yang dimiliki
    Apalagi lihat yang produk SABBENA, itu sarung atau kain yang khas banget dan aku punya juga sebagai bentuk cinta saya dengan tanah kelahiran, hehe
    Semoga semua UMKM bisa mencontoh kerja keras perempuan perempuan berdaya ini

  2. Kalau punya bisnis atau UMKM tuh point² itu penting banget. Mulai dari longlife learning, resiliensi dan adaptable sama teknologi tuh penting. Kalau salah satu dari itu nggak ada, bakal goyang usahanya dan bakal limbung.

    Menarik banget ada SisBerdaya ini, bener² sebuah peluang untuk memberdayakan perempuan dan UMKM.

  3. UMKM memang berpengaruh banget untuk ekonomi Indonesia. Aku juga inget, di saat dulu pandemi menghancurkan banyak bisnis besar, tp justru UMKM bisa bertahan.
    Teknologi bukan untuk ditakuti sebenarnya. Justru bisnis apapun, besar atau kecil harus bisa ya adaptasi dengan teknologi
    Bisnis bakery papaku dulu juga ga menyediakan pembayaran cashless. Semua wajib tunai.

    Tp aku bilang, udah ga mungkin seperti itu. Kalau bertahan di pembayaran tunai, lebih banyak kerugiannya. Pembeli berkurang, dan rawan dikorupsi uang omzet yg masuk.

    Akhirnya papa setuju utk menambah metode pembayaran. Alhamdulillah, memang sangat berpengaruh pada omzet.

  4. Beberapa saat sebelum membaca tulisan ini saya lagi chattingan via WA sama temen saya, yang kita obrolkan seputar lesunya bisnis yang dia jalankan, salah satu pesan saya saat itu “Coba kamu lakukan promosi via medsos” tapi dia menjawab “boro boro promosi lewat medsos, ig sendiri aja ga ke urus, males Nguliknya, dll. katanya.
    Dari kejadian ini memang betul sekali bahwasanya mau tidak mau kita harus menanamkan 3 hal penting ini (mindset yang terbuka terhadap perubahan, semangat untuk terus belajar, dan keberanian untuk berkolaborasi) jika kita mau Bergerak lebih maju atau naik kelas.

  5. Wah, keren betullll ya program yang digagas oleh DANA ini. Rasanya lengkap, besar, dan masif banget lhooosemua pembahasannya. menginspirasi banget untuk para perempuan dan juga para pelaku usaha untuk tidak menyerah atau sebaliknya, tidak jumawa juga dalam menghadapi perkembangan teknologi yang kian masif ini.
    Aku pribadi pun jujur, merasa masih banyaaaak sekali kurangnya dalam mempelajari update perkembangan teknologi dan jual beli online di Indonesia.harus banyak belajar dan berbenah terus sih ya, biar nggak tergusur.

    Beli selada di Kota Batu
    Untuk dimakan di tempat rahasia
    Teknologi ada untuk membantu
    Bukan menggantikan umat manusia

  6. Masya Allah portrer diatas adalah motivasi nyata ya masdik . Bergerak di sektor UMKM membuat beliau2 diatas berkarya dengan caranya sendiri.
    Aku termasuk pelaku UMKM juga mas, kerasa sih naek turun nya alhamdulillah nya enggak ampe ada transsaksi hutang karena kami paham itu bukan solusi pada akhirnya aku bijak mengelola keuangan
    Duh ingin join di event itu uy tapi ga pede haha

  7. Bisnis UMKM memang jadi salah satu denyut nadi ekonomi di Indonesia. Perlu support dari berbagai pihak agar semakin berkembang. Keren sih Dana mengadakan program SisBerdaya dan DisBerdaya ini. Semoga semakin banyak perempuan pelaku UMKM yang terbantu dan naik kelas.

  8. Program yang keren dari Dana nih, dukungan untuk mengembangkan UMKM hingga tumbuh berkembang dan melesat setinggi mungkin. Dengan adanya komunitas bisa sebagai media berbagi ilmu apalagi ada ilmu yang diajarkan juga

  9. Tulisan ini keren sekali dan menginpirasi untuk terus semangat menjalani bisnis UMKM. Harapannya smeua ingin usahanya maju dan berkembang, dan pastinyya naik kelas ya. Tapi semua itu tidsk semudah membalikkan telapak tangan. ibaratnya menjalani bisnis UMKM buka lari sprint, tapi lari jarak jauh yang ada etape-etapenya juga. Termasuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

  10. Bener banget sih, tantangan UMKM di era sekarang lumayan banyak. Tetapi, aku percaya sih para pelaku UMKM terutama para perempuan itu biasanya gigih, inovatif dan terpenting mesti adaptif sama kemajuan teknologi ya.

    Asli kagum banget sama program pemberdayaan SisBerdaya dan DisBerdaya dari DANA. Beneran kasih ruang bertumbuh bagi pelaku UMKM Wanita supaya makin level up dan naik kelas.

    Semoga banyak yang baca artikel ini serta mendapatkan informasi yang cerah, dan bisa daftar kegiatan kerennya DANA.

  11. Pelaku usaha memang apiknya “punya networking luas” ya, karena pengaruhnya signifikan buat kelangsungan bisnis yang dikelola. Kalau banyak kenalan kan bisa sekaligus juga meluaskan bisnis biar dikenal

  12. Yang paling aku tangkap dari artikel ini adalah soal perubahan mindset karena ternyata naik kelas itu bukan soal modal gede aja. Ada faktor kayak cara kita melihat bisnis itu sendiri. Kadang kita terlalu fokus produksi, sibuk operasional sampai lupa mikirin arah bisnis.

  13. Yang paling kena buat aku adalah bagian bahwa UMKM itu sering stuck karena masih fokus jualan harian, bukan membangun bisnis jangka panjang. Padahal memang kuncinya ada di situ beralih dari sekadar “yang penting laku” jadi punya visi berkembang ke depan

  14. Yang paling bikin merinding adalah yang akhir. Kak Rani Mei Lestari. Fisik boleh terbatas. Tapi, semangatnya luar biasa.

    Beliau nggak menjadikan keterbatasan fisik sebagai modal untuk dikasihani. Sebaliknya, keterbatasan fisiknya membuat orang yang melihat menjadi kagum.

    Banyak UMKM yang masih enggan untuk kolaborasi. Kekhawatiran akan persaingan yang berkebih jadi salah satu alasan.

    Padahal, kolaborasi bisa bikin UMKM melesat lebih jauh dengan strategi yang tepat

  15. Kerennn bangett program #SisBerdaya ini.
    Tentu saja women empowerment sangat berasa kalo.kita ikuti perjuangan para perempuan hebattt yg berkiprah di kancah enterpreneurship
    Mantaabb jiwa

  16. Nah iyaa.. kalau ada support system yang mendukung kemajuan UMKM agar gak hanya dikenal di wilayah lokal aja, kalau bisa karena era digital, pasti memungkinkan menjadi top of mind brand sampai keluar negeri.
    Karena aku rasa UMKM sekarang uda sangat baguuss banget produknya.. hanya beberapa seperti packanging atau cara komunikasi digital yang menarik traffic.
    Butuh effort dan pengalaman juga yaa.. dan tepat sekali bisa bergabung bersama SisBerdaya dan DisBerdaya DANA.

  17. UMKM sekarang selain dituntut mikirin produksi produk2nya juga dituntut melek teknologi supaya pemasarannya lebih meluas ya mas :D
    Ikut seneng tu buat yang mengalami peningkatan penjualan bahkan lebih dari 100%, semoga selalu bertahan :D
    Baru tahu ada program SisBerdaya dari Dana ini. Ini programnya tiap tahun adakah? Mantul banget kalau bisa mencapai akses bazaarnya yaa :D
    Coba nanti aku infokan ke temen aku yang punya UMKM juga, siapa tahu berminat mendaftar program ini, terima kasih infonya :D

  18. wah ini kesempatan yang bagus banget nih buat para pelaku umkm terutama yang perempuan. selain bisa mendapat pendampingan pastinya juga memperluas networking yang bisa melancarkan bisnis juga

  19. Semua rahasia bisnis umkm aku setuju dan benar adanya.
    Namun aku lebih mengaris bawahi yang soal – Bisnis yang Memiliki “Hati” – Ini adalah akar, pondasi pada setiap hal yang ingin mencapai keberhasilan. Apapun, jika hati yang ikut andil semuanya akan mencapai naik kelas atau keberhasilan.

    Sayangnya, dengan adanya teknologi semakin bersinar, rasa atau hati mengaburkan jiwa sebuah karya.

    Bisa jadi ada indikasi keberhasilan dengan teknologi tetapi jika tanpa ada hati ikut didalamnya. Biasanya tidak berjalan secara panjang, hanya sementara. Karena hidup rumusnya demikian, tanpa hati semuanya akan sia-sia. Menurutku ya.

  20. UMKM kalau kaku dan tidak adaptable maka yaa akan susah berkembang. Jadi appa yang dikatakan oleh mas Didik di artikel ini betul banget. Jadi UMKM itu harus selalu upgrade ilmu, tidak seperti katak dalam tempurung nanti malah tidak punya pengetahuan baru yang ternyata di luaran itu ilmu semakin berkembang.

  21. tantangan UMKM saat ini makin berat, apalagi dengan gempuran e-commerce. Saya sangat tersentuh melihat perjuangan Kak Rani dan Ibu Nurlaela; mereka membuktikan bahwa bisnis bukan cuma soal cuan, tapi juga soal hati dan resiliensi.
    Mindset adaptif terhadap teknologi memang kunci agar tidak terjebak siklus “gali lubang tutup lubang”. Program SisBerdaya dari DANA ini benar-benar peluang emas untuk naik kelas secara terstruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *