Kursus online gratis QuBisa bikin belajar gak ribet
Tech Buzz

Kursus Online Gratis Siap Kerja di Masa Pandemi

“Anak-anak, di masa depan nanti, kalian menginginkan pekerjaan seperti apa?” tanya pak Guru Eiichiro Senjou atau Pak Ganari.

“Saya pasti akan jadi penyanyi. Saya pasti akan berdiri di atas panggung,” kata Takeshi Gouda atau Giant.

“Kalau aku sudah pasti mau jadi desainer dong. Atau menggantikan papaku sebagai direktur di perusahaannya,” kata Suneo Honekawa.

“Saya ingin punya toko bunga atau toko kue atau jadi guru TK. Saya punya banyak cita-cita. Tapi jadinya bingung,” ujar Shizuka Minamoto.

“Nobita, kamu ingin jadi apa,” tanya pak guru Ganari.

“Akuuu..apa ya?Hmm..belum ada yang menarik sih,” kata Nobita Nobi.

“Kalau kamu mau jadi karyawan di tokoku juga boleh kok Nobita,” kata Giant sambil disambut tawa teman sekelas Nobita.

Itulah sekelumit cerita film Doraemon pada episode “Mencari Pekerjaan Yang Menyenangkan”. Sebuah pertanyaan mudah tetapi bikin kepala mau pecah untuk menjawabnya.

Tentunya, kita sudah pernah mendapatkan pertanyaan itu kan di sekolah? Atau bahkan masih galau selepas lulus kuliah? 

Jadi, pekerjaan apapun diembat meski bukan menjadi minat? Atau terpaksa mengambil pekerjaan meski bukan sesuai jurusan?

Makin Sulit Mencari Pekerjaan

Saat ini, mencari pekerjaan menjadi sebuah hal yang sulit. Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini karena sebagian besar perusahaan tak mencari pegawai baru.

Banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau memberlakukan cuti tanpa gaji. Aku saat ini termasuk dalam opsi kedua itu. Jadi sekarang harus pintar-pintar mengatur keuangan di tengah masa kesusahan.

Perusahaan tempatku bekerja sedang kesulitan keuangan. Pemerintah masih terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Imbasnya, mayoritas pekerjaan operasional harus berhenti total. Sebagian besar karyawan harus dirumahkan atau pemberlakukan cuti tanpa gaji itu.

Bagi lulusan perkuliahan di masa pandemi ini, tentu bakal kesulitan lagi. Terlebih lulusan yang belum siap kerja atau jurusan yang industrinya mati suri diterjang pandemi.

Pengangguran Jadi Tragedi Besar

Seorang hakim dan politikus Argentina Carlos Saavedra Lamas bilang, unemployment is a great tragedy. Banyak lonjakan pengangguran di seluruh dunia akibat pandemi ini.

Berdasarkan perkiraan laporan World Economic Forum pada tahun 2020, sekitar 85 juta pekerjaan akan hilang dan digantikan mesin. Namun 97 juta pekerjaan baru akan tercipta dan beradaptasi dengan pembagian jenis kerja antara manusia, mesin robot, dan algoritma. Pandemi COVID-19 turut menjadi katalisator dalam tren tersebut.

Dari konsensus beberapa studi yang survei berbagai stakholders telah menyetujui bahwa, lapangan kerja yang tercipta itu akan lebih besar ketimbang pengurangan lapangan kerja akibat otomasi. Namun, pekerjaan-pekerjaan bisnis baru tersebut akan berbeda secara fundamental daripada pekerjaan yang hilang.

Pekerjaan tersebut akan lebih berfokus pada human mission interaction yang membutuhkan skill kognitif lebih tinggi. Oleh karenanya, pencarian solusi kreatif dan self management semakin meningkat menuju tahun 2025. 

Tentunya, bagi pekerja yang memiliki kemampuan di industri yang sedang bersinar, peluang tetap bekerja akan lebih besar.

Sebaliknya, kita yang memiliki minim skills, mau tidak mau harus berubah. Solusinya, meningkatkan kemampuan, entah upskilling (program meningkatkan kemampuan tenaga kerja) dan reskilling (program meningkatkan kemampuan baru). 

Persiapan Masuk Dunia Kerja

Penulis buku Millionaire Mind Thomas J Stanley bilang, ada 10 hal yang perlu kita persiapkan sebelum dan saat memasuki dunia kerja. Apa saja?

Aku sarikan dari ikut kursus online gratis nih dari aplikasi siap kerja.

Integritas

Penulis dan HRD Consultant di Dale Carnegie Training Andrias Harefa mengatakan, integritas adalah tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten. 

Seseorang yang benar memiliki sebuah integritas adalah mereka yang dapat diberi kepercayaan lebih. Tidak hanya akan memancarkan suatu kewibawaan dalam diri seseorang, seseorang yang berintegritas akan memberikan manfaat seperti tidak pernah berpikiran sempit, selalu termotivasi, dan selalu bersemangat menjalani hari.

Disiplin

Penulis buku Manajemen Sumber Daya Manusia Malayu SP Hasibuan mengatakan, disiplin adalah kesadaran dan kesediaan orang-orang untuk menaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku.

Jenis disiplin mulai dari pribadi (terkait waktu rutinitas harian dan pekerjaan), sosial (menjalankan aturan di lingkungan, baik rumah maupun kantor hingga beribadah) serta disiplin berbangsa dan bernegara (seperti taat rambu lalu lintas, membayar pajak hingga menjalankan prosedur administrasi lainnya).

Mudah bergaul (adaptasi)

Karakter ini juga harus dimiliki pekerja agar bisa diterima di lingkungan kerjanya. 

Mulai dari memiliki banyak teman dan kenalan, murah senyum, pendengar yang baik, mau memulai obrolan, tidak mudah tersinggung, mudah menolong teman yang kesusahan, hingga punya rasa humor. Kalian punya sifat apa?

Dukungan Orang Dekat

Buat yang belum menikah, dukungan orang dekat sangat penting saat mencari dan telah bekerja. Dukungan ini bisa berasal dari teman, adik, kakak, orang tua, atau bahkan nenek dan kakek, atau guru.

Mereka akan menjadi penyemangat kita dalam bekerja. Saat butuh teman curhat, mereka akan selalu ada.

Kerja Keras (Cerdas)

Saat ini kerja keras saja tidak cukup. Kadang kita perlu kerja cerdas (smart) untuk bisa menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien.

Tentu kita ngga mau dibilang lemot atau tidak tahu aturan pekerjaan kan?

Kecintaan Pekerjaan

Kesuksesan karier seseorang biasanya dipengaruhi dari seberapa besar kecintaannya pada pekerjaan.

Kita merasa bekerja tanpa beban. Kita seolah sedang bermain tapi digaji. Asyik banget kan

Nah, untuk mencapai level ini, butuh sebuah usaha keras dan cerdas. Bahkan sudah tak ada lagi tuh, hari Senin yang menakutkan. Hehehe..

Untuk mencintai pekerjaan akan menjadi salah satu syarat penting mencapai kesuksesan.

Salah satu cara jitu agar jatuh cinta dengan pekerjaan adalah dengan bekerja sesuai minat.

Kepemimpinan

Menurut Kenneth N Wexley dan Gary Yukl, kepemimpinan berarti kegiatan memengaruhi orang lain untuk lebih berupaya mengarahkan tenaga dalam tugasnya atau mengubah perilaku mereka.

Saat di pekerjaan, kita nanti akan berhadapan dengan level jabatan. Dengan kenaikan jabatan berarti kita dianggap mampu melakukan tugas dan membawahi karyawan. Semakin tinggi jabatan, semakin berat tugasnya. Dengan kepemimpinan yang bagus, berarti kita juga dianggap mampu mengarahkan anak buah sesuai visi perusahaan.

Kompetitif

Saat ini, latar belakang pendidikan tak lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan seseorang dalam dunia pekerjaan. 

Setiap lulusan memiliki kesempatan yang sama dalam kesuksesan. Yang terpenting kita mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan kerja nyata dan terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri, terutama dengan upskilling dan reskilling.

Hal inilah yang mendorong kita harus memiliki rasa kompetitif tinggi. Sikap kompetitif ini yang mendorong kita selalu terus melakukan perbaikan dan peningkatan. Tentu, ini hal bagus yang dapat menunjang kesuksesan karier.

Teratur

Kita dituntut memiliki rencana matang dan terorganisir. Dalam setiap pekerjaan, kita tak boleh melenceng sedikit pun. 

Ada kalanya, pekerja dengan tipe ini tak disukai. Namun ada kalanya, model pekerja ini juga dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan baik dan tepat waktu.

Ability to Sell Ideas

Kemampuan menjual gagasan atau produk. Dalam sebuah pekerjaan, bidang ini menjadi penting karena inti sebuah perusahaan. Tentu saja, perusahaan butuh untung dari penjualan produk atau jasa. Dengan kemampuan kita menjual gagasan atau produk, nilai jual kita pun akan bertambah.

Apabila kita cermati, kesepuluh kemampuan atau dukungan untuk sukses tersebut menunjukkan besarnya peran soft skill dalam mendukung kesuksesan seseorang.

Sepuluh faktor tersebut di atas tidak terjangkau dan tidak berhubungan dengan Indeks Prestasi (IP) atau pun Nilai Ebtanas Murni (NEM). Dengan kata lain, faktor-faktor sukses tidak diberikan dalam pelajaran di sekolah, kampus, ataupun tempat kursus.

Keterampilan Kunci di Tahun 2025

Profesional trainer dan executive coach dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Helena Rahayu dalam aplikasi belajar online mengatakan, ada keterampilan kunci di tahun 2025 yang perlu kita kuasai dari sekarang.

Dari grafik di atas, kita baik sebagai pekerja atau sebagai wirausahawan, apakah sudah memiliki skills tersebut?

Kalian yang baca ini sangat beruntung banget deh. Dengan kursus online gratis ini, kita bisa selangkah lebih maju dari teman-teman kita.

Berdasarkan World Economic Forum’s Future of Jobs Report, sekitar 50 persen pekerja membutuhkan reskilling pada tahun 2025, khususnya dengan adopsi peningkatan teknologi.

Pekerja tersebut juga dituntut upskilling dan reskilling dalam lima tahun ke depan. Hal ini seiring dengan disrupsi ganda akibat ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19 dan peningkatan otomasi pekerjaan. 

Jika kalian belum memiliki keterampilan di atas, tenang saja. Tak perlu khawatir karena belajar gak ribet. Kita hanya perlu cara belajar efektif, termasuk dengan cara meningkatkan personal branding kita. 

Meski 10 skills ini semua bisa dipelajari, bukan berarti kita selesai. Kemampuan tersebut bukan tidak mungkin akan berubah lagi. Namun setidaknya, kita sudah siap menyongsong tahun 2025 dengan skills-skills tersebut.

Cara Menemukan Arti Kesuksesan 

Skills di atas tak akan terlepas dari kemauan seseorang untuk mengejar kesuksesan. Terkadang kesuksesan seseorang akan ditentukan berdasarkan angka. Kehidupan kita tak akan terlepas dari angka. Tidak salah sih. 

Ada yang menganggap gaji tinggi, sudah memiliki aset tertentu, hingga posisi tertentu.

Ada pepatah bilang, tidak semua hal bisa dinilai dan dibeli dengan uang. Hidup enak ngga melulu soal uang meski semua butuh uang. 

Tapi ada juga yang bilang. Kalau ada duit, bisa bikin hidup makin enak dibanding pas ngga ada uang.

Nah, apakah kesuksesan itu harus berbanding lurus dengan kekayaan (uang)? Apakah kita selalu membandingkan ukuran kesuksesan seseorang berdasarkan angka?

Jadi aku lagi kursus online gratis tentang cara menemukan arti kesuksesan saat menjalani pekerjaan. Jangan sampai, kita mengejar banyak skills sukses di dunia kerja, tapi terasa hampa dalam kehidupan nyata?

Ada kah yang merasa seperti ini? Kadang aku galau karena pernah di posisi itu. Gaji tinggi di posisi mapan. Namun hidup terasa ngga nyaman karena bos selalu marah-marah soal kerjaan.

Menurut Dr Abdul Latief, ada pula yang mengejar kesuksesan berdasarkan makna. Cara menemukan arti kesuksesan ini tidak banyak yang tahu karena tak semua orang melakukannya.

Padahal untuk mencapai kesuksesan berdasarkan makna ini, pekerjaan apa pun akan membantu kita mencapai kebahagiaan.

Ada juga yang bergelar cumlaude dalam pendidikannya. Namun pendidikannya itu terasa tak bermakna bagi lingkungan sekitarnya. Ya apa gunanya?

Berapa banyak orang jenius saat ini? Tapi dari sisi kebermanfaatan dari orang jenius itu malah nihil. 

Seorang juara selalu ingin mencapai podium nomor satu. Namun ingat, ada juga yang menyesali hidupnya karena telah mendapatkan podium nomor satu itu.

Dari situ, kita akan mulai terjebak mencapai kebahagiaan karena angka. Kebahagiaan dalam kesuksesan pun seolah tak berasa.

Menurut Dr Abdul Latief, yang bisa dilakukan adalah mengimbangi kesuksesan berdasarkan angka dengan makna. Ketika kita mendapat ranking 1, apakah maknanya? 

Apa cuma pengakuan ranking 1 dari guru atau atasan kita karena melakukan pekerjaan? Tapi apa yang bisa kita sebarkan manfaatnya dari ranking 1 tersebut ke semua orang? Kalau tidak bisa semua orang, minimal ke teman sekantor.

Itulah yang akan memberi nilai lebih dalam kebagiaan kita. Jadi kesuksesan dan kebahagiaan bisa berjalan beriringan. Ada makna yang bisa kita ambil.

Jangan sampai kita bangga menatap jumlah saldo rekening kita. Tapi tidak bermanfaat ke orang di sekitar kita. Lagian kita mati juga tak membawa saldo di rekening kita itu kok. Hehehe..

Bahasan kursus online gratis seperti ini emang tidak populer. Namun kita diingatkan untuk tidak tidak terjebak dalam kesuksesan berdasarkan angka. Karena sejatinya, hidup itu sementara. Ada kebahagiaan bagi orang banyak yang harus disebarkan secara nyata. Jadi, siap kerja mengejar kebahagiaan berdasarkan makna?

Kursus Online Gratis QuBisa Tambah Cuan Berlapis Ganda

Saat ini, bahkan sebelum pandemi pun, era belajar daring telah masif meski tidak sekencang sekarang. Di masa pandemi ini, beragam aplikasi belajar online banyak beredar di dunia maya.

Kita hanya perlu memanfaatkan gawai yang dimiliki untuk meningkatkan kemampuan diri dan terus menambah cara belajar efektif melalui kursus online gratis. Dengan itu, cuan kita akan berlapis.

Salah satunya dengan aplikasi siap kerja QuBisa. QuBisa ini merupakan aplikasi belajar online terbesar di Indonesia untuk meningkatkan keterampilan diri dan digital mahasiswa hingga profesional. 

Pengalaman Menggunakan Aplikasi QuBisa

Di era teknologi seperti sekarang ini, tentunya kita menginginkan serba mudah, belajar gak ribet. Untuk mendapatkan informasi apa pun, bisa kita peroleh dengan mudah melalui gawai yang terhubung dengan jaringan internet tentunya.

Informasi tentang kondisi pekerjaan di atas tadi, juga aku peroleh dari aplikasi belajar online ini. Semua pemaparan disampaikan melalui video. Jika butuh artikel tambahan, QuBisa memiliki ragam tulisan yang bisa dibaca dengan singkat dan jelas.

Pembicara dari setiap materi pun dari profesional terkemuka, bahkan artis ternama. Ini bikin kita tidak ragu lagi atas kualitas kontennya. Alias kontennya bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Rata-rata video dari setiap materi maksimal sekitar 5 menit. Dengan dibuat beberapa sesi, webinar atau kursus tidak akan terasa membosankan lagi meski durasi panjang.

Oh ya, semua instruktur saat pemaparan materi menggunakan Bahasa Indonesia. Kita akan mudah memahami meski belum semua video memiliki alih bahasa untuk membantu saudara kita yang berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas). 

Dari segi antarmuka aplikasi (user interface) terlihat sederhana, tanpa menu macam-macam. Sehingga kita mudah menemukan kursus atau webinar yang kita inginkan dengan hanya beberapa kali tekan.

Cara Belajar Efektif di QuBisa

Cara belajar efektif di QuBisa bisa dilihat melalui menu di masing-masing konten. Di setiap video akan terpajang keterangan Kursus, Belajar Kilat, Microlearning, Paket Khusus, atau sedang mengejar program Sertifikasi.

Dengan metode ini, kita akan mudah mencari konten sesuai kebutuhan. Kita juga bisa melihat level konten video, jumlah konten video, jumlah penonton, hingga durasi.

Konten tersebut juga diberikan keterangan nama instruktur sekaligus jabatan atau profesi yang kini disandang.

Di bagian bawah pojok kanan akan terpampang jenis konten, apakah gratis menonton atau berbayar. Praktis!

Alasan Menggunakan Aplikasi QuBisa

Asyiknya menggunakan aplikasi belajar online QuBisa, kita bisa melihat beragam informasi kelas atau webinar secara terorganisir.

Hingga Sabtu (25 September 2021), QuBisa memiliki 582 video pembelajaran. Video tersebut terdiri atas 218 video microlearning, 209 video belajar kilat, dan 155 video kursus.

QuBisa pun sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 lembaga, 300 instruktur atau pengajar, serta lebih dari 120 ribu peserta atau murid.

Program Goes To Campus juga menjadi andalan. Jadi, QuBisa mengajak Pusat Karier di berbagai perguruan tinggi untuk bersama-sama mempersiapkan mahasiswanya siap menghadapi tantangan ke depan.

Banyak pembicara atau instruktur dari institusi atau kampus ternama bergabung dengan QuBisa.

Dari sini, aplikasi QuBisa bisa membantu banyak orang untuk belajar mengembangkan diri, cara meningkatkan personal branding, upgrade ilmu, coaching/mentoring, dan lain-lain.

Buat yang mau menambah cuan, kita bisa mendaftar sebagai instruktur di QuBisa. Selain akan mendapatkan penghasilan tambahan, kita juga mendapatkan peluang jangkauan ribuan user aktif. Materi pembelajaran pun akan tersebar optimal.

Imbasnya dengan menjadi instruktur di QuBisa, kita bisa membagikan skills dan pengalaman, sekaligus meningkatkan kemampuan personal branding kita. Keren banget kan?

Belajar Gak Ribet di QuBisa

Untuk menemukan konten, kita bisa mencari melalui menu Lihat Semua di bawah foto dashboard tampilan muka.

Di sini kita bisa melihat Jelajah QuBisa dari semua kelasnya. Kelas aplikasi siap kerja ini terdiri atas Keterampilan Sukses Milenial (KSM), Keterampilan Digital Milenial (KDM), serta Assessment (untuk mengukur seberapa kekuatan pemahaman terhadap KSM dan KDM).

Kelas lain yang bisa diikuti yakni Kelas Siap Kerja, Kelas Pengembangan Diri, kursus, webinar, microlearning, artikel dan sertifikasi.

Atau melihat semua kelas berdasarkan kategori ilmu. Misalnya Business, Design, Finance & Accounting, Human Resource, IT & Software, IT Development, Lifestyle & Health, Personal Development, Sales & Marketing, hingga Teaching & Academics.

Ada juga Kelas terpopuler yang menunjukkan konten-konten yang paling banyak ditonton sekaligus banyak pengulasnya.

Dari pengulas ini, kita akan mengetahui seberapa puas peserta mendapatkan informasi dari video yang disajikan. Bisa juga melihat dari jumlah bintang di bawah materi. Semakin banyak jumlah bintang, peserta pelatihan banyak meminati video tersebut.  

Kalau bingung mencari konten pelatihan, kita tinggal mencari menu Search di bagian bawah. Dari menu ini, kita bisa mengetik konten apa yang dicari. 

Kita juga bisa melihat kursus atau microlearning yang telah ditonton melalui menu KursusQu. Menu ini sekaligus menyuguhkan konten video yang sudah rampung kita tonton, berikut ulasannya.

Di bagian Lainnya, kita bisa mengecek profil, riwayat transaksi, verifikasi sertifikat hingga PoinQu. 

Di bagian PoinQu, kita bisa mendapatkan poin dari menonton atau membeli video pelatihan. Lima puluh user dengan peringkat tertinggi di setiap periodenya akan mendapatkan hadiah berupa ponsel hingga saldo GoPay.

Nah, lumayan kan cuannya. Sudah dapat ilmunya, dapat ponsel hingga duit pula.

Yuk download sekarang aplikasi belajar online QuBisa di App Store dan Play Store

Informasi Lomba Blog QuBisa 

Buat semakin menambah cuan, kita juga bisa mengikuti lomba blog QuBisa nih. Lomba berlangsung sejak 20 September hingga 10 Desember 2021. Wah panjang banget loh durasinya. Kita bisa riset-riset dulu tuh buat bisa menangin lombanya.

Caranya gampang kok. Kita cuma disuruh nulis berbagi pengalaman belajar bareng di aplikasi belajar online QuBisa.

Hadiahnya banyak. Juara 1 bakal mendapatkan Rp 3 juta, juara 2 mendapatkan Rp 2 juta, dan juara 3 mendapatkan Rp 1 juta. 

Eittss..nggak hanya itu hadiahnya. QuBisa masih membagikan total Rp 4 juta untuk 16 karya favorit. Jadi masing-masing akan mendapatkan Rp 250 ribu. Peluang menang makin banyak kan?

Pokoknya #BelajarGakRibet bersama kursus online gratis QuBisa karena #AkuBisaKamuBisa jadi pemenangnya!

Siap menyongsong tahun 2025 bersama aplikasi siap kerja QuBisa? 

Anda mungkin juga suka...

49 Komentar

  1. Hendra Suhendra menulis:

    Saya ngerasain Mas Didik, sulitnya mencari pekerjaan di saat pandemi. Mungkin belum rezekinya. Sudah coba sana-sini, tapi belum beruntung. Akhirnya sementara jadi freelance dulu. Nyari rezeki bisa lewat mana saja ya, yang penting halal.

    Semenjak pandemi juga, banyak kursus online gratis yang bisa kita pilih untuk ningkatin skill, salah satunya kursus di QuBisa.

    Semoga QuBisa mampu mengakomodasi kebutuhan para penggunanya ya Mas Didik. Nice review.

  2. Aku sering nih ikutan kursus dan webinar qubisa. Bagus-bagus dan banyak materi yang daging banget. Wajib buat yang mau upgrade ilmu

  3. Mwkwkwk, Nobita Nobi ini spirit animalku banget sih. Bingung cari kerja karena gada yang menarik, bukan karena jobdesknya sulit. Tapi memang kalau dipikir-pikir, cari kerja makin sulit nih ya, tapi buat job hunter ini tantangan yang kudu dihadapi, untung udah ada platform macem Qubisa, SDM bisa meningkat lah!

  4. Wuiiiih…. aku suka banget kalo ada kursus-kursus gratis 😀
    Buka QuBisa jadi kalap dong karena banyak kursus yang menarik dan gratis pula.

  5. Ulasannya komplit banget nih. Beneran sih kalau belajar di QuBisa ini enak, mudah dan belajar gak ribet. Makin fleksibel dalam menambah ilmu soft skill.

  6. menulis:

    Jaman sekarang ga punya keahlian memang susah untuk mendapatkan pekerjaan ya. Sarjana saja kerja banyak yg tidak sesuai dengan jurusannya.
    Kursus di QuBisa boleh dicoba deh

  7. Banyak banget video pembelajaran di QuBisa ini ya mas, pasti lengkap nih. Jadi pengen kepoin dan ikutan kursus online di sini juga apalagi yang bisa ningkatin skill menulisku saat ini.

  8. Oh ternyata selain bisa mendaftar sebagai peserta, kita juga bisa mendaftar sebagai pemateri ya Mas jika sudah mumpuni dan menguasai satu bidang. Keren ya. Jadi nggak ditentukan dari pihak QuBisa terus yang pematerinya.

  9. Pandemi memang mengubah segalanya. Aku adalah orang yang kena PHK pada awal pandemi. Untuk bisa mengembangkan diri memang butuh skill. Dan untuk meningkatkan skill salah satunya aku memanfaatkan kursus online gratis di Qubisa.

  10. Woah jadi terbuka pikiran mengenai pengembangan skill yang dibutuhkan, jujur waktu kecil aku ga ingat cita-cita ku apa, hahah semakin kesini suka berubah-ubah, tapi menyesuaikan perkembangan zaman kan ya…

    Untung ada Qubisa ini, bisa belajar ilmu yang kita mau.

  11. Di masa pandemi yang gak ada ujungnya ini dan aturan PPKM emang kursus online udah jadi santapan varian lagi untuk ngabisin waktu ketimbang terbuang sia-sia. emang Qubisa ini worth it banget kak, aku juga sering ambil short course di sana banyak yg gratis dan kualitas oke

  12. Seperti yang kita pasti sama-sama amini, belajar enggak cuma bisa dilakukan di sekolah. Belajar di tempat lain, seperti program kursus juga bisa menjadi pilihan. Ini yang juga aku lakukan untuk mengembangkan soft skill-ku sendiri dengan mengikuti kursus-kursus di aplikasi belajar online di aplikasi QuBisa.

    Kita emang harus persiapkan skill di era digital sebagai era yang baru ini.

  13. Fionaz Isza menulis:

    Aq kemaren juga sempat ikut kursus gratis QuBisa, materinya banyak dan bisa disesuaikan dengan minat kita. Beneran bisa menambah wawasan saat waktu luang

  14. menulis:

    wah mantap nih
    dengan belajar di Qubisa maka calon pencari kerja bisa punya skill yang mendukung di dunia kerja

  15. Di sekarang ini memang nampaknya lebih sulit mencari pekerjaan, karena kalau tidak punya skill digital bisa saja dilibas oleh mereka yang memiliki kompetensi di bidang tersebut

  16. menulis:

    Sekarang ini banyak bermunculan jenis pekerjaan yang mungkin 5 atau 10 tahun lalu tak pernah terbayangkan. Dulu itu profesi idaman hanya dokter, tentara, polisi, insinyur atau PNS
    Sekarang banyak pilihan, termasuk kerja-kerja kreatif yang memang butuh keahlian. Banyak juga cara mendapat keahlian itu misalnya dengan kursus dan mendalami bidang yang sesuai dengan minat kita.
    Semalam aku buka-buka Qubisa. Aih keren ya. Jadi pengen ikutan kursus online juga deh

  17. YSalma menulis:

    Menambah skill di QuBisa gratis dan waktu belajar per sesinya juga nggak lama ya. Ini harus dimanfaatkan agar lebih bersaing lagi saat nyari kerja.

  18. Hani menulis:

    Emang ya hari gini engga ada alesan lagi untuk engga nambah ilmu. Upgrade skill sekarang bisa dari Qubisa, banyak pilihan, dan banyak yang gratis. Makasih info lombanya nih…Cus ikuuut….

  19. Qubisa bener-bener mendukung ya untuk mempersiapakn generasi muda untuk bekerja dan berinteraksi di “dunia orang dewasa”.

  20. Iyap penting banget tuh kerja sesuai minat, makanya saya mengarahkan anak saya belajar keterampilan yang disukainya. Untung ada Qubisa yang mendukung bakat anak saya dengan kursusnya.

  21. Bagus banget kak ini tulisannya. Aku baca ini berasa kurang integritas kurang konsisten di bidang yg sebenarnya lagi aku tuju buat kerja kantoran lagi. Sementara aktivitas ngeblog ku di niche yang berbeda. Jadi pingin cobain Qubisa nih. Kalau emang ga berjodoh bekerja di perusahaan, insyaallah bisa wirausaha buka lapangan kerja. Aamiin. Mohon doanya ya

  22. Saya juga sejak pandemi ini lebih banyak ikut kursus online. Nah, QuBisa ini jadi pilihan karena banyak yang gratis. Ada webinarnya juga. Kursus nya juga ga kaleng2, dan sangat membantu.

  23. menulis:

    wah mantap banget Qubisa ini
    bisa membantu pencari kerja mengasah skillnya ya mas
    agar siap bersaing di dunia kerja

  24. Fenni Bungsu menulis:

    Kalau sudah merasa ada kekurangan pada keterampilan, memang harus cepat upgrade skill agar tidak tertinggal dan peluang untuk diterima kerja lebih besar

  25. menulis:

    Hwaa bener bangett, kemarin juga cobain QuBisa ini dapat kursus public speakingnya juga. Alhamdulilah dapat gratis. Padahal biasanya kursus public speaking bisa habis berjuta juta tuh. Jadi terharu bisa dapat gratis di QuBisa kemarin >.<

  26. menulis:

    Waah masyaAllah kak Didik aku kemarin juga ikutan kursus public speaking dari QuBisa juga lhooo, seneng banget karena dapat gratis wkwkw. Padahal di luaran public speaking course kek gitu harganya jutaan hhuhu. jadi bersyukur banget bisa gabung sama QuBisa.

  27. Aku mau daftar Qubisa ah, soalnya lagi doyan belajar dari kursus online yang banyak disediakan secara gratis sejak pandemi ini supaya bisa nerima banyak job.

  28. Hahaha aku juga sering nonton Doraemon, dan ga kelewat episode yang ini. Dan waktu itu cuma Nobita yang bingung mau jdi apa wkwk.
    Memang sih kita suka bingung cari pekerjaan atau karier yang disukai. Apalagi kalo ga punya skill. QuBisa ini tempat yang pas untuk menambah skill biar pede di dunia kerja

  29. menulis:

    meskipun sesuai minat kadang juga muncul rasa jenuh. hiks.. biar jenuh hilang salah satu caranya bisa ikut kursus yang bisa memotivasi lagi seperti di QuBisa

  30. Pengangguran di masa sekarang memang semakin banyak saja, jika dilihat secara luas. Belum lagi dengan terbatasnya kemampuan kerja. Makanya ambil kelas dan belajar dari banyak kelas yang disediakan QuBisa, bisa jadi salah satu jalan untuk menemukan peluang.

  31. Sedih banget pandemi bikin makin banyak orang yang menganggur. Semoga dengan berbagai pelatihan skill di Qubisa dapat membuat orang-orang lebih siap kerja

  32. Dengan aplikasi QuBisa semua jadi bisa ya mengikuti kursus, walau hanya dirumahbDdirumahbD)

  33. menulis:

    Sekarang sih udah nggak bingung lagi ya, Kak. Ada banyak sekali tempat kursus pengembangan diri, baik online kayak qubisa maupun offline. Asal kita mau berusaha maka semua akan terasa mudah. Iya nggak sih?

  34. Artha Nugraha Jonar menulis:

    saya termasuk yang mengambil banyak kursus online di jaman pandemi ini. Keuntungannya adalah kita bisa fokus belajar dari mana saja. Tapi kalau saya tetap serius belajar dengan set seperti belajar pada umumnya dengan menyiapkan diri dan alat untuk mencatat.

  35. menulis:

    Memang menarik nih apa yang disajikan oleh QuBisa. Apalagi banyak juga khususnya yang gratis dan itu jelas mendukung peningkatan keterampilan yang kita miliki saat ini.

  36. menulis:

    Pengangguran memang tragedi terbesar. Apalagi saat ini persaingan mencari kerja benar2 susah kalo ngga punya skills. Untung ada QuBisa yang membantu kita meningkatkan skill yang mendukung persaingan era digital.

  37. alhamdulila di saat pandemi dan sulitnya cari kerja seperti saat ini masih ada aplikasi yang menyediakan kursus online gratis dan berkualitas, sangat membantu untuk mendapatkan karir dan pekerjaan baru.

  38. Wahyu Eko C menulis:

    banyak yang rekomendasiin aplikasi QuBisa, jadi pengen nyobain sendiri, biar tahu sendiri manfaatnya hehe

  39. menulis:

    Disiplin dan kerja keras itu memang kunci utama dalam mencari pekerjaan ya kak. KAlau alm. bapakku selalu bilang jangan lupa jujur dalam melakukan setiap pekerjaan.
    Untuk menambah skilll kita bisa melalui Qubisa. Karena memang banyak pelatihan yang di sediakan di sana. Tinggal pilih yasuai passion.

  40. menulis:

    wah iya
    ikutan kursus online bisa jadi walah satu kegiatan produktif saat pandemi ya kak
    apalagi klo kursusnya di Qubisa

  41. wihhh beneran gratis ya Kursus Online nya. Beneran menyenangkan dan diandalkan buat nambah hasil juga nih. Mau ikutan cobain juga dong

  42. berasa lagi kuliah umum bacain tulisannya ka Didik ya, detail sangat paparannya, menghadapi 2021 memang kita sebagai generasi millenial umumnya wajib banyak menguasai skill-skill di atas, kalau tidka ingin kalah bersaing

  43. Damar Aisyah menulis:

    Melihat trend pekerjaan jaman now, sepertinya teori di bangku sekolah ajs jauhhh dari cukup untuk memasuki dunia kerja. Skill khusus, networking dan kemampuan leading sangat dibutuhkan. Dan hal-hal begini sepertinya gak bisa cuma dipelajari di jalur formal bangku sekolah. Solusinya ya emang kursus. Dan QuBisa beneran bisa jadi solusi buat siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensinya tanpa khawatir biaya mahal atau waktu belajar yang kurang fleksibel.

  44. Wah ini harus di bookmark! Banyak banget skill yang harus dipelajari nih. Lumayan juga nih ada QuBisa yang bisa meningkatkan skill kita walaupun di rumah aja.

  45. Kalau aku sendiri alasan utamaku pakai Qubisa karena murah meriah
    Bahkan ada kelas gratis padahal ilmunya sangat keren
    Saya pernah ikut beberapa kali kursus

  46. Dahlia menulis:

    Mencintai pekerjaan, ini bagian sulit. Butuh proses panjang memang. Klo sudah cinta, apapun tantangannya akan dinikmati. Tapi klo hobi yg jadi pekerjaan, itu cintanya cepat tumbuh biasanya.

  47. Wah menarik sekali yang ditawarkan oleh QuBisa, kalau begini aku akan coba perlahan

  48. menulis:

    Saya baru saja ikutan kelas YouTube nih di QuBisa, mau yang gratisan atau berbayar tinggal pilih saja tersedia beragam topik menarik yang siap menunjang upgrade skill dari rumah saja

  49. Banyak banget pekerjaan yg bakal hilang ya, tapi lebih banyak lagi pekerjaan baru di masa depan ternyata. Dan itu butuh skill yg berbeda dari pekerjaan biasa sebelumnya. Penting banget nih terus update skill mengikuti perkembangan jaman, supaya gak ketinggalan & bisa survive di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Ada QuBisa bisa membantu kita persiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja yg kian kompetitif ya. Byk juga yg bisa dipelajari. Jd gak ada alasan utk gak belajar deh kalo udah ada kemudahan akses belajar kayak gini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *