Produsen ponsel Oppo siap menyalip raksasa global Apple dan Samsung di pasar China. Sekarang mulai melirik pasar Negara Barat.

Satu dekade lalu Oppo menjual DVD player di pusat manufaktur selatan Dongguan dan baru masuk bisnis ponsel pada tahun 2011.

Model memperlihatkan ponsel Oppo F3 Plus. Foto: Didik Purwanto

Namun penjualannya kini melonjak seturut strategi dan konsentrasi pemasaran yang agresif di toko pada kota kecil dan menengah dibandingkan mengandalkan penjualan secara online.

Berdasarkan riset IDC, Tahun lalu sempat menjadi pemimpin pasar China dengan pangsa 16,8 persen. Namun sempat turun pada kuartal I-2017, menempatkannya di belakang Apple, Samsung, dan Huawei. Secara global, peringkatnya tetap di urutan empat, di belakang Samsung, Apple, dan Huawei.

Oppo cenderung membuat perangkat lebih murah. Model barunya dijual dengan harga setengah dari iPhone 7. Pesaingnya juga justru menggarap pasar online dan kota-kota besar.

Dari segi penjualan, Oppo memiliki 200 ribu gerai di seluruh China dan hanya kurang dari 10 persen pembelian dilayani secara online. Pedagang juga diberikan komisi besar sebagai imbalan promosi merek Oppo.

“Di kota-kota kecil, konsumen yang tidak terbiasa dengan ponsel cerdas perlu melihat dan menyentuh perangkat serta meminta tenaga penjualan untuk membantu pelanggan,” kata Direktur Penjualan Internasional Oppo Yi Jun.

Di pabrik perusahaan di Provinsi Guangdong, perangkat Oppo telah melalui uji ketahanan, termasuk dijatuhkan dari ketinggian 1 meter dan perubahan suhu berkisar 45-85 derajat celcius.

“Teknologi sangat penting untuk memenuhi harapan konsumen,” kata Yi yang menunjukkan kemampuan pengecasan cepat, kamera ganda, dan desain lebih ramping.

Oppo F3 Plus menyuguhkan kemampuan wefie dengan hasil gambar mumpuni. Foto: Didik Purwanto

 

Duta Merek

Terkait penunjukan artis sebagai duta merek (brand ambassador), kompetitor Oppo mulai mengikutinya. Produsen ponsel China, Xiaomi yang mulai kehilangan pangsa pasar signifikan pada 2016 telah mengandalkan jaringan penjualan offline.

Februari lalu, Xiaomi mengumumkan rencana membuka 1.000 toko pada 2020 dengan harapan bisa membalikkan masa kejayaannya.

Sebagai pesaing yang mengejar ketertinggalan, analis memperingatkan Oppo harus mempertahankan momentumnya untuk bertahan di puncak atau malah turun.

“Perlu juga memperluas jaringan penjualan dan menawarkan produk kompetitif,” kata analis perusahaan riset teknologi Canalys Mo Jia.

Oppo juga telah meningkatkan penjualannya di luar negeri, termasuk pasar negara berkembang di Asia Tenggara. Pangsa pasarnya di kawasan tersebut naik dua kali lipat menjadi 13,2 persen tahun lalu. “Sejauh ini merupakan peningkatan terbesar di antara pesaingnya,” kata riset IDC.

Di India, Oppo juga menjadi pemain terbesar keempat pada kuartal IV-2016 dengan pangsa pasar 8,6 persen, di belakang Samsung, Xiaomi, dan Lenovo.

“Keberhasilannya di negara-negara ini berasal dari pemasaran yang masif,” kata analis IDC Tay Xiaohan yang menjelaskan, penggunaan selebriti lokal sebagai duta merek karena menargetkan kaum milenial.

Oppo juga menggelontorkan dana promosi yang besar, khususnya menjadi sponsor resmi tim kriket India dengan membayar US$ 160 juta. Oppo juga menempatkan produknya sebagai perangkat pemuas tren selfie.

“Kami melihat kegemaran di Asia Tenggara terkait kaum selfie. Kami menyesuaikan perangkat itu di pasar,” ujar Yi yang mengacu fitur kamera khusus memungkinkan pengguna mengambil potret diri lebih baik.

Oppo menargetkan produknya masuk Negara Barat. “Kami sangat tertarik memasuki pasar AS dan Eropa. Kami sedang mengerjakannya tapi belum bisa dibagi rinciannya,” kata Yi.

Di sisi lain, Huawei telah berhasil membuat nama mereknya terkenal di pasar ponsel cerdas di AS dan Eropa. “Namun saat ini Huawei dikenal sebagai produsen peralatan telekomunikasi,” kata analis perusahaan riset teknologi Gartner Annette Zimmermann.

Menurut Zimmermann, strategi penjualan langsung Oppo mungkin tidak sesukses di pasar yang didominasi operator jaringan bergerak yang menyediakan perangkat dengan kontrak mereka.

Sumber: AFP