Bisnis Ponsel Lenovo Tertekan

Sumber foto: blog.futuremillennium.com
Sumber foto: blog.futuremillennium.com

Perusahaan raksasa teknologi China Lenovo mencatatkan keuntungan lebih tinggi pada kuartal pertama akibat pemangkasan biaya. Namun penjualan komputer pribadi (PC) dan ponsel cerdas (smartphone) terus merosot.

Harga saham perusahaan naik 3,55 persen menjadi HK$ 5,54 pada perdagangan pagi kemarin setelah mengumumkan laba bersih naik 64 persen menjadi US$ 173 juta.

Namun pendapatan turun enam persen menjadi US$ 10,1 miliar karena pelambanan penjualan bisnis perangkat ponsel dan PC.

Perusahaan yang berbasis di Beijing ini secara tradisional memproduksi komputer namun memperluas bisnis ponsel cerdas akibat pasar PC terus merosot. Perusahaan terus bersaing di pasar ponsel Android, khususnya sesama produsen ponsel asal China serta harus mengalahkan ponsel besutan Apple iPhone.

Pendapatan dari PC dan perangkat bisnis yang cerdas mencakup komputer tablet turun tujuh persen menjadi US$ 6,99 miliar.

Bisnis ponsel juga turun enam persen menjadi US$ 1,71 miliar dan divisi ini melaporkan kerugian operasional US$ 163 juta.

Namun perusahaan menyatakan bisnis PC-nya masih lebih baik dibandingkan harapan semula yang mengutip penurunan pasar global sekitar empat persen dan bisnis ponsel cerdasnya masih stabil.

Lenovo juga mencatatkan margin keuntungan dengan mengurangi biaya operasi sebesar 17 persen secara tahunan menjadi US$ 1,29 miliar pada kuartal pertama.

“Lenovo berhasil mengantarkan pertumbuhan laba dari bisnisnya yang didorong peningkatan efisiensi,” kata Ketua Lenovo Yang Yuanqing.

Perusahaan mengumumkan rencana memangkas biaya sekitar US$ 1,35 miliar dan memotong 3.200 staf dari bagian tenaga kerja non-manufaktur pada Agustus lalu.

Perusahaan juga membeli bisnis server low-end milik IBM pada 2014 sebagai bagian strategi memperluas bisnis di luar PC.

Sumber: AFP