Tech Buzz

Yahoo Merugi Rp 60,24 Triliun

yahoo-logo

Pendapatan kuartalan Yahoo jatuh 15 persen menjadi US$ 1 miliar karena tertekan bisnis mesin pencari dan iklan online.

CEO Yahoo Marissa Mayer sempat mengusulkan pemisahan kepemilikan saham (spin off) di Alibaba Group Holding. Namun dalam pertemuan dengan investor, Selasa (2/2), Mayer hanya memberi opsi terbuka penjualan sahamnya tergantung dari respon pasar.

Bisnis Yahoo merugi US$ 4,43 miliar (sekitar Rp 60,24 triliun) atau US$ 4,70 per saham pada kuartal IV-2015. Padahal setahun sebelumnya sempat laba bersih US$ 166,3 juta atau 17 sen per saham.

Kinerja bisnis Yahoo tertekan pemutihan yang menghabiskan biaya US$ 230 juta untuk Tumblr, situs blogging sosial yang menghabiskan dana akuisisi US$ 1,1 miliar pada 2013.

Untuk menekan kerugian, Yahoo memertimbangkan alternatif strategis bisnis internet inti dan memangkas sekitar 15 persen tenaga kerjanya.

Mayer masih memertimbangkan menjual bisnis inti internet meski pemegang saham tidak sabar atas kepemimpinannya menjalankan perusahaan.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Mayer mengatakan belum ada penawaran dari pihak lain untuk membeli bisnis inti Yahoo dan tetap memprioritaskan pengubahan rencana bisnis.

“Kami jelas akan terlibat tapi saya pikir satu hal yang kami coba lakukan adalah menetapkan harapan pemegang saham dalam hal kompleksitas,” kata Mayer.

Yahoo mengumumkan restrukturisasi dengan cara menutup lima kantor, menggeser tenaga kerjanya pada bisnis pencarian mobile, dan penjualan beberapa aset non-strategis seperti real estate dan paten.

Investor tidak terkesan dari pernyataan Mayer. Saham Yahoo turun 1,2 persen setelah paparan kinerja perusahaan. Saham Yahoo turun 36 persen selama 12 bulan terakhir.

“Kami percaya rencana strategis tidak sepenuhnya menyenangkan pemegang saham, khususnya kekurangan modal, kemitraan strategis buruk, dan tenaga kerja minim,” kata analis SpringOwl Asset Management.

Bisnis Yahoo kini semakin tertekan perusahaan serupa seperti Alphabet (induk perusahaan Google) dan Facebook yang menggencarkan iklan online. Mayer juga membantah telah menghabiskan US$ 7 juta untuk pesta liburannya.

Sumber: Reuters

Anda mungkin juga suka...