Bisnis Samsung

Raksasa teknologi Korea Selatan Samsung Electronic Co Ltd memerkirakan bisnisnya tahun ini masuk masa sulit karena kondisi ekonomi global masih lemah dan peningkatan persaingan bisnis utama, termasuk chip memori dan ponsel cerdas.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (4/1), CEO Samsung Kwon Oh-hyun mengatakan kepada karyawan bahwa tahun ini menjadi pertumbuhan global yang lebih rendah seiring ketidakpastian lebih besar dari isu-isu seperti risiko keuangan bagi negara berkembang.

Bisnis Samsung

Komentarnya tidak mengungkapkan perkiraan tertentu karena hasil bisnis pada kuartal III-2015 belum selesai. Namun perkiraan sebelumnya dinilai lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Saham Samsung turun 3,4 persen setelah sebelumnya anjlok 3,5 persen terendah dalam tiga bulan terakhir. “Dampak negatif dari pelemahan permintaan dan penurunan harga penjualan untuk semikonduktor dan layar kristal cair (LCD) cenderung lebih besar dari yang diantisipasi,” kata broker Korea Investment dalam laporan.

Korea Investment menurunkan estimasi laba operasional Samsung pada kuartal IV-2015 menjadi 6,4 triliun won (US$ 5,41 miliar) dari 6,8 triliun won. Perkiraan 36 analis yang dikompilasi Thomson Reuters memerkirakan laba operasionalnya 6,8 triliun won, sekitar 8,1 persen lebih rendah dari 7,4 triliun won pada kuartal III.

CEO Samsung Kwon juga memeringatkan kompetisi yang lebih besar dalam bisnis utama perusahaan. Samsung menyatakan dalam pernyataannya tanpa menawarkan perkiraan keuangannya secara rinci.

Perusahaan memerkirakan menerbitkan pendapatan resmi periode kuartal IV akhir pekan ini. Samsung juga telah merilis laporan keuangan akhir Oktober yang menjelaskan keuntungan operasi pada kuartal IV akan lebih rendah dibanding kuartal III seiring pelemahan permintaan pada bisnis komponen.

Sumber: Reuters