Coffee Money

400 Miliarder Kehilangan Harta

Harta-Kekayaan

400 orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan US$ 19 miliar (sekitar Rp 260,3 triliun dengan kurs Rp 13.700 per dolar AS) sepanjang 2015. Penurunan harga kekayaan tersebut disebabkan pelemahan harga komoditas dan pelemahan ekonomi China yang memicu ketakutan investor di seluruh dunia.

“Setelah tiga tahun untung, sepanjang 2015 pasar saham cenderung mengkhawatirkan. Ada juga kekhawatiran pasokan minyak yang semakin memurahkan harga dan pelemahan ekonomi China yang menurunkan permintaan ekspor negara lain,” kata miliarder Ken Fisher yang sekaligus pendiri Fisher Invesment.

Pengusaha telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim memiliki penurunan kekayaan 25 persen, terbesar sepanjang 2015. Orang terkaya dunia pada Mei 2013 ini telah kehilangan hampir US$ 20 miliar sebagai dampak penurunan bisnis sambungan telepon rumah dan ponsel di Meksiko.

Miliarder Warrent Buffett kehilangan US$ 11,3 miliar sepanjang 2015, penurunan pertama sejak 2011. Orang terkaya dunia yang sekaligus pendiri Microsoft Bill Gates memiliki penurunan kekayaan US$ 3 miliar sepanjang 2015.

Tahun lalu, sekitar 400 orang terkaya di dunia mengontrol kekayaan gabungan US$ 3,9 triliun. Jumlah tersebut melebihi Produk Domestik Bruto (PDB) seluruh negara di bumi, kecuali Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Namun tak semua miliarder kehilangan kekayaannya. Peritel asal Spanyol Amancio Ortega justru naik US$ 12,1 miliar menjadi US$ 73,2 miliar.

Pendiri Amazon.com Jeff Bezos justru mampu meningkatkan kekayaannya dua kali lipat menjadi US$ 59 miliar karena investor menyambut keuntungan dunia pengecer online. Kekayaannya bertambah US$ 31 miliar sepanjang 2015 dan menjadikan ia sebagai orang nomor empat terkaya di dunia.

Namun kinerja Ortega dan Bezos tak sebaik peritel Wal-Mart Stores Inc. Lima anggota keluarga Walton justru kehilangan US$ 35 miliar pada 2015.

Sumber: Bloomberg

Anda mungkin juga suka...