Toshiba_logo-8

Perusahaan elektronik Toshiba Corp akan memangkas hampir 7.000 pekerjanya setelah skandal manipulasi standar akuntansi. Ke depan perusahaan akan fokus industri chip dan energi nuklir.

Toshiba juga akan menjual pabrik televisi di Indonesia. Nantinya pemangkasan akan mencakup seluruh perusahaan komputer pribadi (PC) hingga energi nuklir lebih dari 10 ribu orang. Perusahaan sebelumnya juga menawarkan pensiun dini sukarela.

Seiring biaya restrukturisasi yang meliputi penjualan pabrik televisi di Indonesia, Toshiba memerkirakan kerugian bersih 550 miliar yen (US$ 4,53 miliar atau sekitar Rp 62,1 triliun) pada tahun fiskal ini yang berakhir Maret 2016.

“Dengan menerapkan rencana ini, kami ingin mendapatkan kembali kepercayaan dari semua pihak termasuk pemegang saham dan mengubah perusahaan menjadi bisnis yang lebih kuat,” katanya.

Toshiba Agustus lalu mengumumkan keuntungan yang dilebihkan. Ternyata perusahaan rugi bersih 1,55 miliar yen untuk tahun keuangan terakhir. Hal ini disebabkan pembengkakan biaya operasional, termasuk biaya proyek pembangkit listrik di AS.

Saham Toshiba anjlok sekitar 40 persen sejak berita skandal manipulasi standar akuntansi tersebut muncul April. Skandal memicu kelemahan bisnis Toshiba.

Analis mengatakan, restrukturisasi sudah lama terlambat. Toshiba telah meluncurkan laptop pasar massal pertama di dunia pada 1985 tapi bisnis tersebut terus menyusut di tengah persaingan.

Perubahan nasib menyoroti penurunan bisnis yang sudah berlangsung sejak 140 tahun terakhir meski masih tetap berpengaruh di komunitas bisnis Jepang. Selama bertahun-tahun, mantan eksekutif Toshiba sering memainkan peran penasehat kebijakan kunci dalam pemerintahan.

Sumber: Reuters