Strategi Twitter Dongkrak Bisnis

Twitter Inc akan memberhentikan hingga 336 karyawan atau sekitar delapan persen dari tenaga kerjanya saat ini sekitar 4.100 orang. Hal ini terkait mendongkrak kinerja bisnisnya yang terus merosot.

CEO Twitter Jack Dorsey menggebrak perusahaan setelah mengambil alih posisi sejak sepekan lalu. Saham Twitter naik 6,7 persen menjadi US$ 30,68 per saham.

Pemangkasan akan difokuskan pada bagian teknis dan produk perusahaan. “Kami merasa yakin bagian teknik akan bergerak jauh lebih cepat dengan tim lebih kecil dan gesit sambil tetap menghitung persentase terbesar tenaga kerja kami. Sisanya akan dirampingkan secara paralel,” katanya.

Analis FBN Securities Shebly Seyrafi mengatakan, perusahaan perlu fokus rasionalisasi penjualan sambil terus mengejar target margin. Dorsey yang diangkat menjadi CEO interim Twitter pada Juli telah jujur tentang masalah perusahaan setelah Dick Costolo mengundurkan diri.

Pertumbuhan pengguna Twitter pada kuartal II-2015 berada pada tingkat paling lambat, khususnya sejak perusahaan go public pada 7 November 2013. Saham perusahaan sempat melonjak hingga US$ 74,73 pada Desember 2013, namun merosot hampir 60 persen setelah itu.

“Masalah pokoknya, Twitter memiliki kendala produk. Itulah yang memicu Dorsey harus datang kembali. Namun Anda tidak bisa memangkas karyawan begitu saja bila masalahnya pada produk. Saya juga bingung atas itu,” katanya pada Reuters.

Sejak Dorsey mengambil alih sebagai CEO interim, Twitter telah meluncurkan sebuah tombol buy now yang memungkinkan pengguna membeli fitur yang mendorong konten terbaik.

Analis RBC Capital Markets Mark Mahaney menilai, pemangkasan karyawan bagian teknik merugikan perusahaan karena Twitter seharusnya tumbuh dalam kecepatan tinggi.

Twitter akan memberi pesangon US$ 10-15 juta dan US$ 5-15 juta untuk biaya restrukturisasi. Twitter memerkirakan pendapatan kuartal ketiga dan pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi (EBITDA) disesuaikan untuk memenuhi perkiraan akhir yang lebih tinggi.

Perusahaan akan melaporkan keuangan kuartal III-2015 pada 27 Oktober dan memerkirakan pendapatan US$ 545-560 juta dan EBITDA US$ 110-115 juta.

Sumber: reuters

Share This :

Leave a Comment

Recent Posts

  • Tips Bisnis

Cara Membuat Paspor Online Dengan Mudah

Cara membuat paspor online kini semakin mudah. Butuh kesabaran sedikit untuk menyelesaikannya. Pengertian Paspor Paspor…

26 Juni 2020
  • Diary Flury

Covid Test di Jakarta Melalui Halodoc

Covid test di Jakarta sudah mulai dilakukan. Ini sudah berlaku sejak pandemi COVID-19 mulai menyerang…

25 Juni 2020
  • Coffee Money

Cara Mengatur Keuangan Pribadi di Era Pandemi

Cara mengatur keuangan pribadi di era pandemi virus corona baru (COVID-19) begitu penting. Butuh kejelian…

24 Juni 2020
  • Coffee Money

Tetap Cuan Sambil Rebahan Di Tengah Pandemi

Tetap cuan sambil rebahan menjadi idaman semua orang. Apalagi di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang.…

15 Juni 2020
  • Coffee Money

KAU Membantu UMKM Go Online

KAU membantu UMKM go online sehingga bisa masuk ranah platform digital. Program KAU (kakak asuh)…

15 Juni 2020
  • Tech Buzz

FlashScore Aplikasi Live Score Terbaik

FlashScore menjadi aplikasi live score terbaik para pecinta olahraga seluruh dunia. Aplikasi ini memiliki info…

9 Juni 2020

This website uses cookies.