IMG_20150909_141900

Tak banyak yang berkesempatan mengunjungi sebuah pabrik oli. Apalagi mengetahui seluk beluk oli dari awal hingga akhir pengemasan.

Saya cukup beruntung mendapatkan kesempatan itu. Paling tidak, ini menjadi pengalaman berharga dalam hidup karena pernah mengunjungi pabrik oli.

Teman-teman saya ada yang mencibir. “Mengapa harus ke pabrik oli sih? Ngga enak tahu. Pasti bau, becek, ga ada ojek (eh salah itu mah Cinta Laura saja). Lebih enak kan mengunjungi pabrik roti atau minuman. Di situ kan bisa sekaligus bisa mencicipi. Kalau oli, apa yang bisa dicicipi? Mau minum oli?,” kata temanku.

Ah temanku keterlaluan juga. Maunya enaknya saja. Padahal sebagai pengguna sepeda motor, oli atau pelumas sangat penting bagi kelancaran aktivitasku setiap hari.

Mungkin dia tidak pernah bersusah payah mengganti oli sepeda motor karena dia memakai taksi atau ojek. Tapi sopir mobil dan pengojek kan juga harus mengganti oli pada kendaraannya. Sama saja kan? Harus mengetahui oli yang baik untuk kendaraan kita.

Namun banyak masyarakat menyepelekan oli. Padahal itu menjadi salah satu bagian yang mendorong mesin sepeda motor atau kendaraan kita lebih dingin. Coba kalau motor atau kendaraan kita ngebul karena panas tanpa oli, bisa meledak deh.

Pada 9 September lalu saya berkesempatan bersama 29 Kompasianers mengunjungi pabrik Federal Oil milik PT Federal Karyatama di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta.

Pandangan saya tentang pabrik oli berubah total. Memang awalnya saya berpikir mengunjungi pabrik oli pasti becek. Saat kunjungan ke pabrik tersebut, sopir bus yang membawa rombongan sempat salah lokasi.

“Kok pabriknya jelek sih. Serem. Tidak pernah dirawat ya. Aneh,” begitulah celetukan saat bus pertama kali berhenti di salah satu lokasi di Pulogadung.

Setelah berhenti dan bertanya, ada satpam yang menunjukkan bila pabrik Federal Oil bukan di tempat kita berhenti. Satpam tersebut pun menunjukkan lokasi.

Saat tiba di lokasi kedua, bus berhenti lagi dan sebenarnya sudah betul karena di depan gedung tertulis PT Federal Karyatama. Bangunannya lebih rapi, minimalis dengan kardus berisi tumpukan oli di sampingnya.

IMG_20150909_102911

“Tapi kok kecil banget ya? Mungkin salah kali. Pabriknya bukan di sini. Mungkin di sini bagian administrasi saja. Pabriknya entah di mana gitu,” Salah satu Kompasianers menyeletuk lagi.

Setelah bertanya kepada Satpam, bus pun melaju berputar-putar mengelilingi pabrik demi pabrik di kawasan Pulogadung. Akhirnya kami menemukan lokasi pabrik tersebut, di Jalan Rawa Bali.

IMG_20150909_104302

Sekilas pabrik tersebut berukuran dua kali lipat dibandingkan pabrik sungguhan yang kami temui sebelumnya. Di samping gedung juga masih ditemukan tumpukan kardus dan tentu saja berisi oli. Ya iyalah masa makanan atau minuman?

Tapi saya masih belum percaya kalau ini pabrik oli sungguhan. Akhirnya kami dipersilakan masuk.

General Manager Marketing PT Federal Karyatama Erika Dianasari mengatakan, gedung ini menjadi salah satu fasilitas yang dimiliki. Fasilitas pertama pabrik Federal Oil ada di sekitar 500 meter dari gedung yang ditempati saat ini.

“Ini adalah fasilitas kedua. Di sini kami mencampur hingga mengemas oli Federal Oil. Di sini kita akan belajar tentang pelumasan dan nanti kita kebetulan ada konferensi pers tentang Endurance Journey (tulisan disiapkan ke bagian kedua. Tetap pantau ya),” kata Erika.

“Hari ini akan menjadi pengalaman menarik bagi Kompasianers. Selain belajar tentang pelumasan, pengalaman yang diperoleh hari ini akan menjadi oleh-oleh yang berkesan,” tambahnya.

Sebelum memasuki lokasi produksi Federal Oil, Kompasianers ditunjukkan keunggulan produk PT Federal Karyatama yang memproduksi Federal Oil.

Research & Development Laboratories Manager PT Federal Karyatama Rais Rahman mengatakan, ada tiga fungi utama pelumas yaitu mengurangi gesekan dan keausan, mendinginkan dan memindahkan panas, dan mengendalikan kontaminan atau deposit.

Sedangkan proses pembuatan pelumas berawal dari hasil pengolahan pertambangan minyak bumi, misal Pertamina. Hasil pengolahan tersebut diambil yang bagian base oil-nya. “Base oil ini yang dijadikan bahan pelumas,” katanya.

Untuk menjadi pelumas, base oil tersebut perlu campuran zat aditif. Namun sebelumnya, jenis base oil ada dua yaitu mineral dan sintesis.

Untuk pelumas mineral hanya mencampur base oil mineral dan zat aditif biasa. Namun untuk yang sintesis, dari yang mineral tadi disintesis lagi menghasilkan molekul lebih stabil. “Jadi yang membedakan dua pelumas itu adalah base oil-nya,”katanya.

Di Federal Oil, pelumas yang dipakai adalah yang berjenis pelumas sintesis sehingga menghasilkan kestabilan panas, oksidasi, dan kinerja optimal.

Zat aditif yang dipakai untuk pelumas Federal Oil pun sangat beragam. Tercatat ada sembilan bahan tambahan dengan kegunaan masing-masing.

Dari sisi kekentalan, Federal Oil telah memiliki kekentalan berdasarkan Society of Automotive Engineer (SAE) dan American Petroleum Institute (API).

SAE memberi klasifikasi pelumas mesin berdasarkan kekentalannya (viskositas) pada temperatur 100 derajat celcius dan di bawah nol derajat celcius.

API membeli klasifikasi pelumas berdasarkan desain, konstruksi, serta material mesin menurut kualitas kinerja dengan jenis tugasnya.

Untuk memakai oli, biasakan melihat kode klasifikasi API untuk mesin yang selalu diawali dengan huruf “S”. Misalnya SG untuk mesin kendaraan tahun 1989 ke atas dan sebagainya.

Federal Oil juga sudah memenuhi klasifikasi pelumas otomotif Japanese Automobile Standard Organization (JASO). Ada dua klasifikasi di sini yaitu MB (oli semakin licin) dan MA atau MA 2 yang memberi gesekan semakin besar.

Untuk JASO MB khusus bagi motor matic (kopling kering) sehingga pelumas hanya melumasi mesin.

Khusus JASO MA untuk motor nonmatic (kopling basah), kemungkinan terjadi friksi lebih besar karena gear (roda gigi) sehingga pelumas tidak boleh licin.

IMG_20150909_105303

Lantas mengapa teknologi mesin sekarang perlu oli encer? Rais menjelaskan celah antarkomponen bergerak lebih rapat, suhu mesin lebih panas, beban gesekan lebih tinggi, lebih cepat melumasi, dan oli encer akan lebih irit BBM.

Jajaran produk Federal Oil sangat cocok untuk motor 4T transmisi manual dan otomatis. Berikut alasan mengapa harus memakai produk Federal Oil.

Nah sudah jelas kan mengapa harus memakai produk Federal Oil? Pelumas spesial hanya untuk kendaraan andal. Jadi jangan coba-coba pakai pelumas abal-abal.

Satu lagi nih biar memantapkan Anda untuk memakai Federal Oil. CEO PT Federal Karyatama Patrick Adhiatmadja mengatakan, pabrik di kawasan Pulogadung ini benar-benar asli. Barang yang diproduksi juga berkualitas. “Ini juga sebagai produk lokal yang kita banggakan,” katanya.

Yuk pakai Federal Oil!!