Tech Buzz

Panasonic Pangkas 1.300 Pekerja

panasonic

Raksasa elektronik Jepang, Panasonic Corp akan menghentikan produksi baterai lithium-ion di Beijing bulan ini. Perusahaan juga akan memangkas 1.300 pekerja sebagai bagian langkah efisiensi bisnis dan fokus pada produksi baterai mobil listrik.

Hingga kini, Panasonic selama 15 tahun terakhir memproduksi baterai untuk ponsel sederhana dan kamera digital. Namun produksinya kalah bersaing dengan vendor besar.

“Pasar global untuk produk ini telah menyusut,” kata juru bicara Panasonic Yayoi Watanabe seperti dikutip dari Reuters yang menjelaskan penutupan produksi lebih disebabkan karena tren teknologi global dibanding gejolak pelemahan perekonomian di China.

Ia juga sudah menjelaskan rencana tersebut ke karyawannya sejak akhir Juli. Awalnya, Panasonic memproduksi baterai untuk Nokia. Namun menurut harian bisnis Nikkei, Nokia masih menjadi pelanggan utama Panasonic, meski divisi ponsel Nokia telah dibeli Microsoft.

Panasonic sebelumnya telah mengambil pabrik baterai dari Sanyo Electric, produsen baterai lithium-ion terkemuka dan panel surya pada 2010. Namun kesepakatan tersebut gagal seiring kekuatan vendor asal Korea Selatan.

Panasonic ke depan akan fokus memproduksi baterai mobil listrik dan sistem hemat energi di perumahan dibandingkan memproduksi televisi plasma dan ponsel cerdas. Di produk konsumen yang terakhir, Panasonic mengaku kalah bersaing dengan kompetitor di Asia.

Juni lalu, Panasonic berinvestasi sekitar 60 miliar yen (US$ 499,83 juta) pada tahun fiskal hingga Maret di bisnis automotif, termasuk membuat baterai lithium-ion untuk Tesla Motors Inc.

Panasonic ikut menanggung 30-40 persen dari biaya yang dikeluarkan Tesla sekitar US$ 5 miliar di pabrik Gigafactory di Nevada, kantor yang menjadi pusat penjualan Tesla. Saham perusahaan naik 0,5 persen dalam perdagangan di bursa Jepang, Kamis (27/8). Indeks bursa Nikkei naik 1,6 persen.

Anda mungkin juga suka...