Galat basis data WordPress: [Table 'k7266953_dpdc.wpdp_termmeta' doesn't exist]
SELECT term_id, meta_key, meta_value FROM wpdp_termmeta WHERE term_id IN (305,291,298,293,297) ORDER BY meta_id ASC

class="post-1558 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-reportase tag-kompasiana tag-kopi tag-lampung tag-nescafe tag-nestle" itemscope itemtype="https://schema.org/Blog">
Reportase

Uji Ketat Kopi Nikmat #DiBalikSecangkirKopi

IMG_0294

Untuk mendapatkan secangkir kopi nikmat, prosesnya pun tidak gampang, mulai dari pembibitan, perawatan, pemilahan, pemrosesan hingga pengepakan.

Saat di pabrik, biji kopi yang sudah bagus pun tidak bisa langsung diproses. Masih ada beberapa proses yang dilalui sebelum akhirnya kopi bisa dinikmati.

IMG_0283

Nescafe, sebagai salah satu produsen minuman kopi di Indonesia memilih seleksi ketat. Mereka turut mengawasi biji kopi sejak dari pembibitan, penanaman hingga pasca panen.

Setelah panen, Nescafe mengambil contoh produk untuk tes. Ada tiga standar kualitas yang diterapkan Nescafe yaitu kadar air maksimal 12 persen, tingkat kecacatan (defect) biji kopi dan dari hasil uji tes aroma (cupping).

IMG_20150604_110530_1434230776312

Di sini ada tiga standar pula yang diterapkan Nescafe untuk aroma dan rasa yaitu kelas 71,72, dan 73. Namun yang dipakai Nescafe adalah kelas 72.

“Di kelas 72 ini ada atribut rasa dan mencari hingga tidak ada old flavour. Nantinya setelah biji kopi di-roasting dan grinding hingga diseduh, ada rasa yang tidak diinginkan Nescafe yaitu tanah, mint, hingga tingkat kepahitan kopi dan lain-lain. Semuanya harus sesuai dengan kelas 72 tadi. Itu standar-standar kami,” kata Maya, bagian testing Nescafe.

Kesemua tes tersebut untuk menyeleksi biji kopi yang digunakan sehingga Nescafe memeroleh kopi yang konsisten baik aroma dan cita rasanya.

Tes Kopi Jadi

Saat sudah diproses, biji kopi yang sudah diolah dan disesuaikan dengan cita rasa Nescafe masih harus dites lagi. Ada enam panelis untuk menentukan cita rasa, apakah produk itu bagus atau tidak dari hasil konsensus panelis tersebut.

Caranya, Nescafe memajang beberapa produk. Ada yang sudah memakai teknologi ERA (enhancing recovery aroma) dan non ERA karena proses tersebut akan menentukan hasil cita rasa dari produk akhir Nescafe.

Ada juga yang salah kaprah tentang kopi putih (white coffee) karena sebenarnya tidak ada ada kopi putih. Kopi tersebut adalah kopi biasa namun dicampur dengan creamer. Penjelasan selengkapnya ada di sini:

ERA merupakan sebuah teknologi yang dipatenkan dan dikembangkan pusat pengembangan produk Nestle di Swiss. Kehadiran teknologi terbaru ini memungkinkan Nestle terutama Nescafe menghasilkan rasa dan aroma terbaik dari biji kopi Lampung untuk memuaskan penikmat kopi Indonesia.

“Berkat teknologi ini, kami dapat menawarkan kepada konsumen Indonesia secangkir kopi Nescafe beraroma lebih mantap dan rasa lebih nikmat. Kopi tersebut dibuat dari biji kopi Indonesia pilihan yang berasal dari Lampung,” ujar Production Nescafe, Ekfan Susanto.

Teknologi ERA memiliki kemampuan menangkap aroma kopi yang menguap selama proses sangrai dan penggilingan kemudian menyimpannya hingga akhir proses pengolahan.

Tak hanya sampai di situ, dengan teknologi ini pula dapat memasukkan kembali aroma kopi tersebut sebelum kopi cair diubah menjadi kopi bubuk sehingga tak heran bila aroma kopi akan tercium dengan kuat.

“Ini sebuah terobosan teknologi yang memungkinkan hasil terbaik dari biji kopi Indonesia yang digunakan Nescafe. Yang terpenting, Nescafe selalu menjaga cita rasa dan kualitasnya,” katanya.

Rasa kopi yang mantap bukan karena bahan kimia, melainkan teknologi ini bisa menangkap aroma yang terbuang saat proses penggilingan.

Sekadar catatan, Nescafe selalu berkomitmen meningkatkan kualitas hidup petani kopi dengan memberikan pengarahan pengelolaan kebun kopi lebih baik, serta membeli biji kopi Robusta langsung dari petani kopi di Lampung.

IMG_0356

Human Resource Development Nescafe Lampung Lucy Lyl mengatakan, Nescafe memberikan banyak pilihan minuman kopi sesuai cita rasa dan aromanya, termasuk urusan harganya.

“Jika kita membeli kopi instan seharga Rp 1.500, Anda pasti belum tahu bagaimana kopi ini tercipta. Tapi setelah mengetahui proses dari awal (cek Jadi Petani Kopi, Untungkah? dan Lampung, Rumah Kopi Nescafe), Anda akan tahu cerita bagaimana di balik secangkir kopi nikmat itu. Ini diharapkan bisa membantu memilih produk yang tepat,” katanya.

Sunggguh pengalaman berharga bisa mengunjungi pabrik Nescafe di Panjang Factory, Lampung.


Jadi, siap menikmati secangkir kopi nikmat dari Nescafe?

IMG_20150604_091605_1434230639904

Anda mungkin juga suka...