image (7)

Keinginan melangsingkan tubuh menjadi awal Kaisha Fridayassie (Kai) membuka usaha catering khusus makanan sehat dan diet. Saat itu, banyak temannya mengomentari tubuhnya yang mulai gemuk.

Kai pun mulai mencari solusi melangsingkan tubuh di internet. Namun di dunia maya justru banyak produk yang menawarkan pil pelangsing tubuh. Padahal pil pelangsing tubuh tidak sehat dan berisiko terhadap kesehatannya ke depan.

“Banyak juga tawaran cara herbal, tapi aku kurang percaya karena takut dampak ke depannya,” katanya.

Ibu dua putri ini pun mengetahui tubuh memiliki pola dan metabolisme tersendiri dalam membentuk tubuh. Berdasarkan buku dan bacaan lainnya, tubuh lebih membutuhkan serat dari sayur dan buah ketimbang karbohidrat seperti nasi.

Selain itu, pengalamannya saat membantu ibu mertua yang seorang herbalis dalam membuat makanan bagi pasien cukup membantu. Menurut dia, seorang penderita kanker harus mengonsumsi banyak sayur dan buah, bahkan cenderung diarahkan menjadi seorang vegetarian.

image (8

Kai memulai diet dengan tetap makan tiga kali sehari tetapi tidak mengonsumsi nasi. Ia paksakan mengonsumsi sayuran mentah (salad) dan buah-buahan segar pada pagi hari. Menu makan siang dan malam, Kai tidak lupa memasukkan porsi sayur dalam jumlah besar.

Hasilnya tidak sia-sia. Dalam waktu tiga hari ia mampu menurunkan tiga kilogram berat badan. Saat bertemu tantenya, ia mengaku dipuji karena mampu diet dengan cara sehat. “Saat suami tahu, dia pun mengusulkan serius menggeluti usaha catering khusus diet yang sehat ini,” ujarnya.

Keberhasilan tantenya melangsingkan tubuh banyak dipertanyakan rekan-rekan kantornya. Dari sinilah pesanan cateringnya mulai banyak dan Kai memberi nama usahanya Kai’s Kitchen. Nama tersebut dirasa cukup mudah dikenal, terlebih dengan slogan Healthy Food Modern Life.

image (3)

Kai hanya mempromosikan cateringnya melalui Blackberry Messenger (BBM) dan media sosial. Saat ini, Vincentius Aditya (Adit) ikut membantu mempromosikan masakan olahan istri dan memerkuat merek.

Saat memulai usahanya, Kai hanya mengeluarkan modal Rp 500 ribu. Uang itu hanya digunakan untuk membeli sayur, buah, dan lauk. Saat itu Kai hanya memiliki tiga orang pelanggan. Seiring perjalanan waktu, Kai’s Kitchen telah memiliki sekitar 30 pelanggan per hari dan tersebar di Bogor dan Jakarta.

Ia akan menghapus pemikiran orang bahwa makanan sehat harus selalu mahal. Dengan usahanya, ia menyediakan makanan sehat namun tetap dengan harga terjangkau. Prinsipnya, makanan sehat adalah makanan yang menggunakan penyedap rasa alami.

Meski  tidak menggunakan penyedap rasa seperti garam atau gula, Kai’s Kitchen memberikan sensasi baru dalam mengonsumsi makanan sehat. “Saat ini kita masih perkuat branding dan pelayanan konsumen. Ke depannya kita ingin orang yang ingin makan sehat cari Kai’s Kitchen,” ujarnya.

image lagi

Selalu Peduli Pelanggan

Kai biasa menanyakan hasil konsumsi catering diet kepada setiap pelanggan setelah tiga hari. Biasanya pelanggan akan menceritakan jumlah berat badan yang telah hilang dan hasil yang dirasakan. Hal ini tidak semata sebagai pencitraan agar pelanggan terus mengonsumsi masakan buatannya.

“Sebelum pesan, biasanya saya banyak tanya sibuk apa, makanan yang tidak disukai apa, dan lainnya. Ini saya lakukan agar bisa mengukur banyaknya jumlah kalori yang bisa dikonsumsi seorang yang banyak kerja di luar atau hanya duduk di belakang meja,” tuturnya.

Pertanyaan seputar makanan yang tidak disuka agar tidak mengecewakan pelanggan. Terlebih jika pelanggan memiliki alergi terhadap salah satu jenis makanan. Kepedulian Kai terhadap pelanggan diakuinya membuahkan hasil. Sejak dibuka awal 2015, Kai belum pernah mendapat keluhan.

image 4

“Rata-rata pelanggan Kai’s Kitchen turun 2 kg-10 kg dalam dua minggu. Ini tergantung komitmen pelanggan juga,” katanya.

Kai juga selalu mengingatkan pelanggan untuk selalu menghindari minuman dan makanan kemasan. Ia pun tak segan menjawab pertanyaan pelanggan seputar makanan dan minuman kemasan yang masih boleh dikonsumsi.

“Biasanya ketika ada yang tanya, saya selalu menganjurkan melihat tabel nutrisi di kemasan produk tersebut. Mereka akan paham sendiri,” ujarnya.

Untuk menjadi konsumen diet sehat Kai, pelanggan terlebih dahulu harus menghubungi Kai dan melakukan pemesanan. Kai mematok Rp 1,3 juta per orang per dua minggu untuk mendapatkan tiga makanan (sarapan, makan siang, dan makan malam) serta tiga botol air putih yang diisi buah-buahan (infus water). “Pembayaran minimal 50 persen di awal dan sisanya harus dilunasi sebelum hari ke enam.”

Kai juga melayani catering diet untuk satu minggu dengan biaya Rp 750 ribu per orang. Menu yang didapat pun sama, tiga makanan dan tiga botol infus water. Kai mendampingi diet pelanggannya dengan infus water agar membiasakan pelanggan minum air putih dua liter per hari.

image (2)

KAI’S KITCHEN

Pendiri : Kaisha Fridayassie

Co-Founder/Marketing : Vincentius Aditya

Alamat : Jl. Tugu Wates Perumahan Graha Grande Blok C No.33-Bogor

Telp : 087883382611

Email : kaiskitchenbogor@yahoo.co.id

Instagram : @kaiskitchenbg