Galat basis data WordPress: [Table 'k7266953_dpdc.wpdp_termmeta' doesn't exist]
SELECT term_id, meta_key, meta_value FROM wpdp_termmeta WHERE term_id IN (28) ORDER BY meta_id ASC

class="post-1350 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-profil tag-wirausaha" itemscope itemtype="https://schema.org/Blog">
Profil

Kaus Modeling Pembawa Hoki

IMG_3870 (2)Uang bisa datang dari mana saja. Begitulah prinsip yang ditekuni Arif Permana (25) pada bidang yang sesuai hobinya.

Bila pekerjaan ditekuni sesuai hobi akan mendorong proses kerja tidak terasa berat. Sejak kuliah pada 2008, ia menekuni dunia fotografi dan cenderung menyukai digital imaging. Gaya tersebut memberi kesempatan pengkarya memanipulasi gambar dengan menarik.

Kebanyakan ia mengambil gambar perempuan sebagai objek. Ia tertarik mengangkat model non profesional sebagai materi pencitraan.

Dia mengaku koleksi fotonya bertambah banyak dan memunculkan minat memamerkan hasil karya. Tapi tidak ada galeri yang bersedia menampilkan hasil jepretan itu hingga muncul ide memamerkan mandiri melalui medium kaus.

“Pada 2010 saya coba mencetak foto ke kaus karena foto dianggap tidak layak masuk galeri. Tapi kaus saya jual supaya bisa menutup biaya produksi,” kata Arif.

Ia tidak menyangka kaus tersebut laku keras saat ditawarkan kepada mahasiswa kampus. Dalam satu hari semua kaus itu ludes. Dari situ terbesit ide membuat merek sendiri yaitu SAAAKSSS.

Untuk produksi awal hanya mencetak 24 item dengan gambar berbeda. Modal produksi pertama hanya sebesar Rp 700 ribu. Uang itu terkumpul dari jasa foto. “Minat orang membeli kaus bergambar foto hasil jepretan saya semakin tinggi. Dari situ muncul semangat memproduksi berkelanjutan. Saya kira ada kesempatan menghasilkan uang secara mandiri,” ujarnya.

Pendapatan penjualan kaus bisa Rp 15 juta sebulan. Persentase keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 70 persen. Ia mampu mengakses penyedia jasa produksi dengan harga murah.

Dari usaha tersebut, ia tidak lagi mengandalkan biaya kuliah dan ongkos operasional harian dari orang tua. Semua tanggungan tersebut bisa ditutup secara pribadi. Ia menjual kaus rata-rata Rp 120 ribu per biji.

Ia pun hanya mengandalkan strategi melalui media sosial, terutama Instagram. Fasilitas itu memudahkan pelanggan melihat produksi baru. Selama ini sebagian besar pembeli yaitu kalangan pekerja dan mahasiswa yang tertarik dunia fotografi dan modeling.

Saat ini pangsa pasar kaus SAAAKSSS sudah tersebar di Rusia, Taiwan, Malaysia, Jawa Tengah, Bandung, dan Jabodetabek. Ia tidak punya target pengembangan pasar secara serius. Tapi yakin akan meluas secara alami sebab rata-rata model dalam foto turut memasarkan secara sukarela.

“Saya tidak mau terlalu tertekan target. Semua saya serahkan kepada waktu dan nasib,” ujarnya.

IMG-20141223-WA0003 (2)

Ciptakan Panggung Model Pemula

Ide mencetak gambar model pada kaus berawal dari keinginan membuat panggung untuk pegiat modeling. Ia menilai, banyak orang punya minat tapi sulit menempuh persaingan ketat. Padahal mereka juga memiliki potensi dan daya tarik kecantikan yang kuat.

Pada tahap awal, model-model tersebut hanya berasal dari teman-teman terdekat. Namun seiring perkembangan penjualan, banyak model non profesional melakukan kontak. Sebagian besar berharap bisa menjadi objek gambar kaus SAAAKSSS.

“Sampai sekarang saya tetap memfasilitasi mereka tanpa dipungut biaya. Tapi lebih selektif saja karena tidak mungkin memenuhi semua permintaan,” ujarnya.

Dia mengaku tidak jarang para model yang sempat tercetak di kaus mengalami peningkatan karier. Pada fase itu perasaan senang jelas muncul. Tidak sia-sia upaya mengangkat pamor model pemula.

“Ada salah satu model yang wajahnya mulai sering terpampang di butik-butik ternama. Sekarang kami masih berteman dan sangat menyenangkan melihat ada peningkatan karier bagi mereka,” ujarnya.

Ke depan ia akan terus bergerak pada orientasi dan pola bisnis yang sama. Belum pernah ada niat mencari model profesional sebagai objek foto. Menurut dia, kekuatan kaus SAAAKSSS justru terletak pada upaya menampilkan wajah model baru sebagai referensi.

Arif mengatakan, sebagai pengusaha harus memiliki karakter pantang penyerah. Tapi paling utama mau mengenal jenis bisnis yang akan dijalankan. Suatu usaha tidak akan jalan jika tanpa rasa suka.

“Saya kira semua orang harus berjuang pada sektor yang jadi hobinya. Dari situ pasti ada kesuksesan,” ujarnya.

IMG-20141228-WA0001 (2)Nama: Arif Permana

TTL: Bogor, 31 Agustus 1990

Pendidikan: Mahasiswa Jurnalistik IISIP Jakarta 2008

Hobi: Fotografi dan Video Game

Instagram: @rievsux_

Alamat Usaha: Jalan Muhammad No 42B Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Kontak: 085777932682

Anda mungkin juga suka...