Profil

Berkah Mengalir Bisnis Kurir

521710_263655907100458_73909044_n (2)Berbisnis perlu keberanian. Begitulah yang dilakoni Salman Kuntjoro Jakti yang mengaku bukanlah tipe seorang pengusaha. Ia hanya suka berkreasi menciptakan hal baru, tetapi ia kerap kesulitan mengelola keuangan ataupun bisnis.

Namun dengan dukungan bosnya, Arifin Panigoro (Pendiri dan pemilik Medco Group) yang selalu menggodanya memulai berbisnis, ia nekat keluar dari zona nyaman dan memulai petualangan berbisnis. Bisnisnya juga tidak jauh-jauh dari informasi teknologi (IT) karena keahliannya seputar komputer dan sistemnya yaitu sistem layanan barang Velotrax. “Ide berbisnis dari film Premium Rush yaitu bisnis kurir. Pelanggan memiliki jaminan kepastian waktu pengiriman. Kami menargetkan tiga jam sampai tujuan, khususnya Jabodetabek,” katanya.

Berbeda dengan jasa pengiriman lainnya, Velotrax menghitung jasa melalui jarak tempuh. Ada tiga kategori sistem jarak lingkar. Lingkar pertama kawasan segitiga emas Jakarta (Kuningan dan sekitarnya), areal Sudirman-Thamrin hingga Menteng yang dipatok Rp 50 ribu. Lingkar kedua jasa layanan di dalam kota Jakarta yang dipatok Rp 70 ribu. Lingkar ketiga pengiriman barang di Depok, Tangerang, dan Bekasi yang dipatok Rp 90 ribu. “Harga ini tetap dan tidak diukur per kilometer tetapi per lingkaran,” kata Salman.

Untuk penghitungan barang, Velotrax menggunakan sistem yang dipakai maskapai penerbangan. Untuk satu kali pengiriman, pelanggan hanya boleh mengirim maksimal 20 kilogram. Apabila melebihi, pelanggan dikenakan tambahan setengah biaya perjalanan mereka untuk kelipatan per 20 kilogram. “Kami juga pakai pengukuran volume barang, misalnya seukuran tiga kardus mie instan. Apabila lebih juga dikenakan biaya kelebihan beban. Selebihnya, pakai batas standar berat yang dibawa sekitar 20 kilogram,” kata Salman.

10801889_560466727419373_1394160983921764986_n (2)

Velotrax semula situs yang membantu pelacakan lokasi layanan antarbarang. Sistem memberi jaminan kepastian waktu antarlayanan. Alih-alih menawarkannya pada perusahaan jasa layanan antar, Salman dan rekannya malah mendirikan bisnis sendiri.

“Pada awalnya kita lebih digital. Pemesanan semuanya lewat internet. Pelanggan juga bisa melacak keberadaan kurir dan barang melalui situs. Tapi ternyata orang Indonesia masih konvensional. Mereka masih butuh telepon. Jadi kita bikin call center untuk pemesanan dan tracking,” katanya.

Bisnis yang dimulai Januari 2013 memiliki modal awal Rp 20 juta. Namun ternyata tidak cukup karena harus membeli sepeda, sepeda motor, sewa kantor, marketing dan branding serta gaji karyawan. Mereka pun menambahkan modal sebesar Rp 40 juta.  Omzet per bulan kini Rp 10-20 juta. “Kami belum balik modal. Kita targetkan untung di tahun ketiga,” katanya.

Ke depan, Salman ingin Velotrax bisa berkembang melayani jasa pengiriman ke Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, dan Bali. “Tapi kami tidak ingin buru-buru. Bisnis perlu mengandalkan kedekatan. Jadi tidak bisa langsung masif. Jangka panjangnya, kami ingin melayani pelanggan di luar Pulau Jawa. Kami ingin melayani Indonesia,” katanya.

Pernah Hanya Mengantar Kunci Mobil

Sebagai pemain baru, Velotrax tidak membedakan jenis barang apa pun yang harus dilayani. Mereka pernah diminta mengirim barang berupa laptop, tas bermerek berharga ratusan juta, baju pengantin, kunci mobil, dompet dan lain-lain.

Salman menganggap bisnisnya adalah bisnis kepercayaan. Untuk mengirim barang miring orang lain, kecepatan waktu menjadi salah satu kuncinya. Ia percaya dengan janji pengiriman lebih cepat, pelanggan akan percaya dengan jasanya tersebut.

“Kami menyebutnya butik kurir. Kami juga ingin setiap pelanggan mengenal kurir kami. Ini untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan, khususnya saat mengantarkan barang-barang yang sifatnya personal dan rahasia,” kata Salman.

Salman justru senang karena dipercaya orang membantu sesama. Ia mulai membangun layanan pengiriman tepercaya dan bertanggung jawab terhadap barang milik orang lain. “Kami menargetkan satu kurir dalam tiga jam bisa mengantar barang di 3-4 lokasi berbeda di Jabodetabek, tentu berdasarkan jarak lingkar tadi,” kata Salman.

Salman juga membagi pelanggannya dalam dua jenis yaitu pelanggan retail dan retain. Retail merupakan pelanggan yang menggunakan jasa Velotrax sekali dan memesan melalui telepon dan situs. Pelanggan retain memakai kontrak. “Kita menjadi jasa pengiriman mereka untuk jangka waktu tertentu. Seperti misalnya, ada sebuah perusahaan laundry yang memakai jasa kita sebulan untuk mengirimkan bahan baku tokonya dua kali sehari. Selain kontrak, sistem retain Velotrax juga memakai metode kuota. Ini seperti pembelian pulsa isi ulang,” katanya.

Profil:

Nama: Salman Kuntjoro Jakti

Tanggal Lahir: 20 Maret 1985

Pendidikan terakhir: S1 Universitas Bina Nusantara Jurusan Sistem Informasi Komputer

Ambisi: Mengembangkan bisnis secara kreatif

Hobi: Sepakbola, Futsal, Video Games, Sepeda, Nonton film bioskop, dan Renang

Alamat: PT Velotrax Indonesia Rasuna Office Park Unit Ground Floor BR06 Kuningan, Jakarta Selatan Telepon 021 293 86863

 

 

 

 

Anda mungkin juga suka...