14

Tahun ini ada sejumlah kegagalan di bidang teknologi yang mengakibatkan kerugian materi secara pribadi atau perusahaan.

Berikut 14 kegagalan teknologi tahun ini:

14. iCloud Diretas

14
Kasus foto bugil Jennifer Lawrence dan beberapa selebriti lainnya muncul di forum internet pada September setelah peretas mampu masuk akses iCloud bintang film Hunger Games tersebut. Apple langsung meningkatkan fitur keamanan iCloud setelah kejadian tersebut.

13. Amazon Fire Phone

13
Amazon secara mengejutkan merilis ponsel Fire Phone pada Juni. Sistem operasi terbaru itu dinilai bisa menyaingi kepopuleran Android atau iOS. Namun penjualannya tidak signifikan. Amazon mengklaim sistem operasinya tidak terlalu bagus dan tidak menjelaskan berapa ponsel yang laku terjual. Kini Amazon justru menggratiskan ponsel tersebut.

12. Sony Pictures Diretas

12
Peretas menghancurkan sistem Sony Pictures. Tidak hanya film yang akan keluar yang disebar, namun email memalukan dari eksekutif, memo internal, hingga bocoran gaji petinggi Sony Picture dibeberkan ke media. Film yang dibocorkan peretas yaitu “The Intervew” yang mengisahkan rencana pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

11. Taksi Uber Dilarang

11
Aplikasi sistem pemesanan taksi Uber fenomenal di Asia dan Eropa. Namun ada kasus sopir taksi Uber memerkosa dan melecehkan penumpang atau memberi gaji tidak sepantasnya bagi sopir Uber di Eropa. Di India, taksi Uber sudah dilarang beroperasi.

10. Facebook Boros Data

10
Facebook mulai mengenalkan video permainan yang bisa langsung dibuka di newsfeed. Namun pengguna mengeluh karena video tersebut menggerus kuota data internet pelanggan. Cara mematikannya gampang, pengguna bisa mengalihkan pengaturan auto play ke mode wifi sehingga kuota internet pengguna tidak habis.

9. RAS di Silicon Valley

9
Perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley mengungkapkan sebagian besar karyawannya putih dan laki-laki. Pekerja perempuan, berkulit hitam dan hispanik kurang terwakili di sana. Apalagi urusan gaji atau posisi manajerial perusahaan.

8. Disparitas Gender

8
Saat konferensi tentang perempuan di bisnis komputasi pada Oktober, CEO Microsoft Satya Nadella menyiratkan perempuan tidak boleh meminta kenaikan gaji. Sikap Nadella dikecam aktivis perempuan dan ia minta maaf atas ucapannya.

7. iPhone 6 Bengkok

7
Apple benar-benar kecolongan merilis ponsel terbarunya, iPhone 6 dan 6 Plus. Kedua ponsel terbarunya saat diuji coba justru bengkok. Penggiat media sosial ramai-ramai menyemarakkan dengan “bendgate”. Apple bersikeras ponselnya tidak dapat dibengkokkan dengan mudah.

6. Fitur iPhone 6 tak Berfungsi

6
Setelah Apple merilis iPhone 6 dan update iOS 8.0.1, fitur-fitur ponsel tersebut tidak berfungsi seperti jaringan seluler tidak terhubung, pembaca sidik jari tidak berfungsi, fitur keamanan tidak bekerja hingga urusan baterai. Apple langsung merilis iOS 8.0.2 beberapa hari kemudian dan 8.1 juga dirilis dalam waktu dekat.

5. Peretasan Kartu Kredit

5
Peretas mencuri data 56 juta kartu kredit dan debit serta 53 juta alamat email dari pelanggan Home Depot. Perusahaan langsung meningkatkan teknologi enkripsi pada data pembayarannya.

4. Bitcoin Diretas

4-htc-one-m8
Bitcoin menjadi satu-satunya mata uang virtual yang seolah dilegalkan dan dipakai di beberapa toko. Namun aksi peretas mampu menyusup dan menipu pemakai bitcoin. Kerugian pengguna mencapai US$ 400 juta.

3. PHK Massal

3 ok
Hewlett Packard memangkas 16 ribu karyawan menjadi salah satu pertanda bahwa industri teknologi dapat menghukum mereka yang gagal berinovasi cukup cepat.

2. Celah bagi Peretas

2
Sebuah lubang besar di perangkat lunak di internet ditemukan sekitar 81 persen di website pada April. Celah ini memengaruhi router di internet sehingga keamanan data pengguna dapat dicuri kapanpun. Salah satu contohnya ada aksi pencurian data 4,5 juta catatan di salah satu rumah sakit terbesar di Amerika Serikat pada Agustus lalu.

1. Netralitas Internet

1
Tahun ini menjadi tahun kebebasan berinternet yang buruk. Perusahaan konten video meminta layanan cepat dari perusahaan telekomunikasi. Ujungnya perusahaan telekomunikasi menaikkan harga internet sekitar US$ 1 agar layanan video streaming lebih cepat. Akhirnya, pengguna kena batunya.

Sumber: CNN