xiaomi-huawei-lenovoChina ingin menunjukkan kepada dunia sebagai salah satu basis produsen ponsel. Saat ini, vendor ponsel dunia masih dikuasai Samsung asal Korea Selatan dan Apple dari California, AS.

Perlahan namun pasti, vendor-vendor ponsel China bermunculan dan mencatatkan penjualan signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran vendor ponsel besar karena sudah terindikasi dari penurunan pangsa pasar dan penjualan.

Salah satu vendor ponsel yang sedang tren yaitu Xiaomi. Vendor yang terkenal sebagai produsen yang menjual produknya melalui online tersebut sudah mampu menjual 15,4 juta dalam setahun terakhir. Target penjualan yang dipatok tahun ini cukup signifikan mencapai 60 juta unit dan 100 juta unit tahun depan.

Target itu ingin dicapai dengan cara memerluas pasar ke India. Xiaomi menggandeng perusahaan e-commerse lokal, Flipkart. Kini Xiaomi sedang berekspansi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Brasil.

Perusahaan lokal lain yaitu OnePlus. Vendor ini merilis ponsel dengan harga di bawah US$ 300, setengah dari harga ponsel iPhone dari Apple yang juga diproduksi di China. International Relation OnePlus Carl Pei mengatakan akan menargetkan ekspansi ke 16 negara termasuk pasar yang menantang seperti AS dan Inggris. “Tidak ada yang tahu bahwa kami adalah sebuah perusahaan China,” katanya.

Pemain lainnya yaitu Huawei yang gencar mempromosikan seri Ascend dan Honor sebagai ponsel jagoannya. Vendor lainnya, Lenovo juga mampu mengakuisisi Motorola Mobility dari tangan Google sehingga perusahaan China ini memanfaatkan Motorola untuk bisa ekspansi ke Amerika Utara dan Selatan.

Kabar terakhir, Lenovo juga ingin mengakuisisi BlackBerry asal Kanada. Namun rencana ini belum ada kejelasan di tengah kondisi BlackBerry yang berusaha bangkit dari kerugian bisnis.

Namun ekspansi perusahaan China ke global dipandang sinis bagi Apple. Desainer ponsel Apple Jonathan Ive sempat menuduh Xiaomi mencontek produk-produk Apple. “Itu benar-benar pencurian. Mereka malas (mendesain produk sendiri),” katanya.

Pakar hukum Cooley Ben Qiu percaya Xiaomi bisa dituduh melanggar paten di pasar internasional karena mencuri model ponsel Apple untuk diterapkan pada ponsel Xiaomi namun dengan harga murah. Otomatis, konsumen bisa mendapat produk yang bagus dengan harga murah. “Namun karena Xiaomi juga memekerjakan mantan petinggi Google, ia dianggap mampu memecahkan masalah hukum tersebut,” katanya.

Kini muncul pertanyaan, apakah vendor ponsel Indonesia siap mengikuti ekspansi vendor China? ataukah tetap menjadi pasar bagi vendor-vendor tersebut? Kita tunggu saja.

Sumber: Business Insider