Samsung-Galaxy-Mini-2-2-xlSamsung Electronics Co Ltd mencatatkan laba sepanjang kuartal III-2014 turun 59,7 persen menjadi 4,1 triliun won (US$ 3,8 miliar (sekitar Rp 46,3 triliun). Penurunan laba karena penjualan ponsel turun 20,5 persen menjadi 47 triliun won. Padahal analis masih memerkirakan penjualan ponselnya masih sekitar 50,9 triliun won.

Manajer dana Alpha Asset Management Hong Jeong-woong mengatakan, penurunan laba tahunan Samsung merupakan pertama kalinya sejak kuartal II-2011. Strategy Analytics menyatakan, pangsa pasar Samsung dua kuartal terakhir juga menurun setelah mendapat saingan iPhone Apple di segmen premium dan Lenovo Group Ltd dan Xiaomi Inc di segmen menengah bawah.

Meski laba menurun, saham Samsung masih naik 1,1 persen yang mencerminkan ekspektasi keuntungan perusahaan akan membaik setelah ada rilis ponsel baru pertengahan September lalu. “Sepertinya Samsung masih berurusan dengan pasokan ponsel yang tidak terjual selama kuartal III-2014. Saya pikir laba Samsung berada pada titik baliknya,” kata Hong.

Samsung menyatakan, penurunan laba karena perusahaan ingin berhati-hati menjual ponselnya karena ketidakpastian bisnis mobile. Saat ini, ponsel masih menjadi penopang laba perusahaan sekitar 70 persen dan sisanya dari televisi.

Analis menyarankan Samsung agar mengurangi marjin keuntungan ponsel demi mampu menjual perangkat lebih banyak. Saat ini, Samsung mendapat saingan dari atas dan bawah. Marjin operasional bisnis ponsel Samsung turun karena pengeluaran pemasaran lebih tinggi dan harga jual rata-rata melemah tajam. “Apalagi Samsung terus-terusan menggelontorkan ponsel model baru dengan jarak relatif dekat,” katanya.

Analis investasi HMC Greg Roh mengatakan, harga jual rata-rata ponsel Samsung kemungkinan jatuh ke US$ 224 di kuartal III-2014 dari US$ 301 pada kuartal II-2014. Sebagai perbandingan, analis Counterpoint Tom Kang mengatakan, harga jual rata-rata ponsel Apple naik menjadi US$ 605 untuk Juli-September dari US$ 580 pada periode sebelumnya, dengan merilis iPhone model baru.

Roh mengatakan, harga ponsel ke depan akan terus menurun seiring vendor merilis ponsel dengan model baru. Samsung dinilai harus bisa menebus marjin yang lebih rendah dengan kenaikan volume penjualan ponsel setelah mengubah lini produknya. Saat ini, lini produk Samsung terlengkap mulai yang paling murah hingga paling mahal.

Samsung diperkirakan juga akan merilis ponsel murah kembali pada Oktober, setelah rilis Galaxy Note 4 di segmen premium bulan lalu. Analis Nomura memerkirakan Samsung akan merilis ponsel menengah sekitar US$ 300-400 dengan komponen yang mirip dengan Galaxy S5 seharga US$ 500.

Sumber: Reuters, Bloomberg