Tech Buzz

Apple Siap Rebut Pasar Samsung

iphone_6_fake_line_up_heroBeberapa tahun mendatang diperkirakan zaman keemasan Samsung Electronics berakhir. Apple yang pernah menduduki penjualan ponsel pintar diperkirakan segera merebutnya kembali dari Samsung.

Apple pertama kali memerkenalkan ponsel pintar pada 2007. Samsung baru mengeluarkan ponsel pintarnya kemudian. Namun dengan pemasaran dan jenis produk yang beragam, Samsung berhasil merajai penjualan ponsel, bahkan hingga mengalahkan Nokia.

Berdasarkan survei IDC, sejak 2010 saham Samsung di pasar ponsel pintar naik empat kali lipat menjadi 31 persen. Namun saham Apple hampir tidak beranjak dari 2010-2013 hanya naik sekitar 15 persen.

Lalu bagaimana cara Apple mengalahkan Samsung? Berikut enam alasan yang mampu menjawabnya:

Pertama, berkompetisi pada ponsel layar besar.

Sejak peluncuran iPhone tujuh tahun lalu, ukuran layar perangkat hanya tumbuh 0,5 inci. Padahal vendor pesaing sudah menyerbu pasar dengan layar besar.

Itulah yang dilakukan Samsung pada lini ponsel seri Galaxy dengan layar di atas 4,5 inci. Hasilnya, sepertiga penjualan ponsel pintar tahun lalu di seluruh dunia memiliki bentang layar di atas 4,5 inci. IDC memerkirakan penjualan ponsel pintar dengan bentang layar lebar akan tetap tumbuh 44 persen tahun ini.

Memang Apple terkesan mengekor kesuksesan Samsung. Vendor asal Cupertino tersebut akan merilis ponsel dengan layar 4,7 inci dan 5,5 inci. Namun kabar ini belum jelas, apakah Apple hanya akan merilis satu jenis ponsel atau dua jenis ponsel dengan ukuran layar berbeda.

“Samsung beberapa tahun terakhir tidak memiliki pesaing di pasar ponsel pintar berukuran lebih besar. Samsung bahkan sudah mengalahkan dominasi tablet iPad. Bila Apple mengekor Samsung, keunggulan kompetitif akan hilang begitu saja,” kata analis Piper Jaffray Gene Munster.

Juru bicara Apple Teresa Brewer menolak berkomentar tentang kemungkinan produk barunya.

Kedua, sistem pembayaran bergerak.

Apple telah mencoba sistem pembayaran bergerak (mobile wallet) pada perangkat iPhone bertahun-tahun. Tampaknya, tahun ini Apple akan menyertakan fitur tersebut pada iPhone 6. Nantinya, dengan sistem ini pemilik iPhone bisa membayar barang yang dibeli melalui perangkatnya.

Perangkat iPhone akan diberikan chip nirkabel yang mampu mentransmisikan data dengan aman ke sistem pembaca di toko. Apple juga telah menandatangani kerja sama dengan Visa, MasterCard, dan American Express. Ketiganya merupakan perusahaan sistem pembayaran terbesar di dunia.

Konsultan industri pembayaran Richard Crone mengatakan, sistem tersebut akan mengubah cara bertransaksi konvensional ke transaksi digital, khususnya menggunakan ponsel. “Ini akan memakan waktu bertahun-tahun bagi sebagian vendor untuk membuat investasi yang diperlukan membangun sistem pembayaran digital,” kata Richard.

Keunggulan dalam sistem ini, Apple telah memiliki setidaknya 800 juta nomor kartu kredit atau debit milik pengguna untuk mengakses iTunes. Yang diperlukan Apple hanyalah meyakinkan pengguna tetap memakai layanan itu meski ada kejadian layanan iCloud seperti milik Jennifer Lawrence diretas. “Ini bisa menjadi penghalang besar bagi Apple tapi juga menjadi penghalang besar untuk masuk bagi pesaing,” katanya.

Ketiga, jam tangan.

Samsung telah memproduksi jam tangan setidaknya setahun terakhir. Mei lalu Samsung juga memerkenalkan Sami dan Simband, satu set perangkat lunak dan perangkat keras yang dapat digunakan pengguna. “Tapi Samsung bisa dikatakan belum maju dalam kategori ini,” kata Analis Tavis McCourt, Raymond James.

Juru bicara Samsung Tom Beermann menolak memberikan update penjualan Sami atau Simband atau memberikan data penjualan jam tangan lainnya.

Laporan Recode menyebut perangkat jam tangan Apple, iWatch dikabarkan belum akan diluncurkan sampai akhir tahun. Apple dikabarkan masih menyempurnakan fitur seperti fitness dan beberapa fitur lainnya.

Keempat, ambisi Korporat.

Apple telah menjadi penyedia dominan ponsel pintar dan tablet dengan sistem operasi iOS. Namun Samsung masih bergantung dengan sistem operasi Android besutan Google.

Android hingga saat ini masih tetap setia dengan sistem terbuka. Imbasnya, sistem ini rawan diretas dan banyak virus masuk. Android juga masih terfragmentasi meski Google telah menyarankan semua vendor memakai sistem operasi terbaru, setidaknya Jelly Bean atau Kitkat.

Samsung sebenarnya sudah menciptakan sistem keamanan yang disebut Knox. Tapi upaya tersebut masih gagal. “Kalau Samsung ingin meningkatkan pangsa pasar Android menjadi lebih seperti Apple, mereka telah gagal,” kata Raymond James.

Apple juga serius menggarap pasar korporasi. Juli lalu Apple kembali bekerja sama dengan pesaingnya dulu, IBM. “Kemitraan ini akan memertahankan pangsa pasar Apple,” kata analis Forrester Research Frank Gillet.

Kelima, visioner.

Saat pendiri Apple Steve Jobs meninggal pada 2011, Apple tidak hanya kehilangan sosok CEO tapi juga teknologi visioner. Apple mampu mengampanyekan slogan “Think Different” atau “Ada aplikasi untuk itu”, atau “Saya adalah Mac”. Sejak sepeninggal Jobs, iklan-iklannya tidak ada yang visioner lagi.

Namun pada acara 9 September, Apple akan merilis produk di sebuah perguruan tinggi dekat kampus Cupertino, California. Tempat ini menjadi sejarah karena Jobs pernah memerkenalkan Macintosh pada 1984 dan iMac pada 1998. Harapannya, tahun ini ada kejutan visioner.

Keenam, pengembang mencintai Apple.

Samsung beberapa tahun terakhir sudah merilis berbagai produk. Beda dengan Apple yang masih hanya meneruskan produk terdahulu, baik iPod, iPhone atau iPad.

Di sisi lain, perangkat yang tidak banyak berubah ini menguntungkan pengembang aplikasi. Mereka telah membuat 1,2 juta aplikasi dan mendapatkan keuntungan lebih dari US$ 20 miliar, melebihi keuntungan Android. “Jika Apple mampu merilis produk baru dan unik, itu akan benar-benar menempatkan Samsung ke posisi bawah,” kata Munster.

Sumber: Bloomberg

Anda mungkin juga suka...