jkKomisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan hasil pemilihan presiden dengan perolehan 53,15 persen. Pasar langsung menyambut dengan aksi ambil untung (profit taking).

Managing Director Spiro Sovereign Strategy di London Nicholas Spiro mengatakan, aksi ambil untung dipicu pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menolak hasil perhitungan rekapitulasi KPU. Prabowo juga akan mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pemilu telah berubah menjadi sebuah kegagalan. Ini merupakan tantangan besar bagi proses demokrasi di Indonesia. Transisi demokrasi Indonesia sedang dirusak (atas pernyataan Prabowo Subianto),” kata Spiro seperti dikutip dari Bloomberg.

Nilai tukar rupiah di pasar antarbank di Jakarta melemah 0,3 persen menjadi Rp 11.605 per dolar AS. Padahal rupiah sempat menguat ke Rp 11.503 per dolar AS, level terkuat sejak 21 Mei 2014.

Namun Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah justru menguat menjadi Rp 11.531 dari sebelumnya Rp 11.577 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, penguatan rupiah terhadap dolar AS tertinggi di Asia Pasifik.

Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok sekitar pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB. Namun langsung menguat kembali (rebound) hingga ditutup melemah 43,60 poin (0,85 persen) menjadi 5.083,52. Pelemahan IHSG merupakan tertinggi di pasar saham Asia Pasifik berdasarkan data Bloomberg. Padahal rata-rata bursa Asia menguat.

Perlu Ketegasan

Pengamat pasar modal Universitas Pancasila Agus Irfani mengatakan, pernyataan Prabowo secara psikologis berdampak panjang. “IHSG turun merupakan respon spontan pasar atas sikap dan pernyataan Prabowo. Padahal semua pihak berharap penutupan pilpres berjalan damai,” katanya.

Agus mengatakan, ketegasan presiden saat ini ditunggu untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Presiden juga harus menegaskan terkait legitimasi pemilu sehingga investor tidak akan terlalu mengkhawatirkan jika ada aksi sebagai dampak pernyataan Prabowo.

“Kalau Presiden SBY berani mengatakan masalah Prabowo bisa ditangani dengan cara lain (MK atau Bareskrim) dan legitimasi KPU tetap sah, investor tidak lagi mengkhawatirkan. Sebaliknya, jika tidak ada tindakan dari kepala negara, IHSG akan terus mengalami pelemahan hingga di bawah 5.000,” tuturnya.

Selain pernyataan Prabowo, pelemahan IHSG juga disebabkan adanya siklus musiman. Menurut Agus, setiap jelang libur hari raya aktivitas pasar saham berkurang. Optimisme pasar saham menurun seiring liburan. “Biasanya libur hari besar aktivitas menurun, Ini musiman seperti setiap awal tahun ada optimisme baru pelaku pasar yang membuat IHSG melejit,” katanya.

Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan, harapan IHSG masih melanjutkan penguatan terganggu dengan maraknya aksi profit taking. Reza mengatakan, aksi ambil untung di awal sesi masih wajar karena kondisi pasar sama dengan saat rilis kinerja emiten. “Di sisi lain, jelang libur hari besar keagamaan biasanya cenderung melemah karena kebutuhan cash dari pelaku pasar,” katanya.

Reza menuturkan, petisi yang dibuat Prabowo menimbulkan kekhawatiran sehingga aksi jual semakin besar. Namun aksi beli di akhir sesi mendorong IHSG tidak melemah terlalu dalam.

Reza memerkirakan, pada perdagangan Rabu (23/7) IHSG akan berada pada rentang support 4.998-5.035 dan resisten 5.130-5.168. Menurutnya, laju IHSG berpotensi melemah kembali namun diharapkan pelaku pasar dapat lebih rasional dan memanfaatkan pelemahan tersebut berburu saham-saham berfundamental baik.