jokowi prabowoPasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan pemilihan umum versi hasil perhitungan cepat (quick count) atas rival Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Ke depan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melonjak tertinggi sejak Februari 2014.

Di pasar non delivery forward (NDF), rupiah di pasar asing untuk pengiriman satu bulan ke depan naik 1,5 persen menjadi Rp 11.573 per dolar AS, kenaikan terbesar sejak 14 Februari 2013. Kontrak juga telah naik 3,7 persen sejak 3 Juli di tengah spekulasi kemenangan Joko Widodo sebagai presiden 2014-2019.

“Pasar sudah memerkirakan Joko Widodo akan menjadi pemenang. Namun masalahnya, kubu lawan (Prabowo) belum mengakui kemenangan Jokowi karena mereka mengklaim juga memenangkan hasil pemilu,” kata ahli strategi mata uang di ANZ Banking Groups Ltd di Singapura seperti dikutip Bloomberg.

Masyarakat diminta menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21-22 Juli mendatang atau mungkin sampai akhir Agustus jika ada sengketa perhitungan hasil pemilu.

Imbal hasil obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS yang jatuh tempo 2024 turun 4 basis poin menjadi 4,30 persen. Pekan ini telah menurun 20 basis poin. Dalam dua hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 2,4 persen dan rupiah sudah naik 2,1 persen.

Kepala riset valas di Malayan Banking Bhd di Singapura Saktiandi Supaat memerkirakan rupiah akan menguat menjadi Rp 11.300 per dolar AS. Namun bila Prabowo yang menang, rupiah akan merosot menjadi Rp 12 ribu per dolar AS. “Selasa lalu rupiah sudah menguat di Rp 11.630 per dolar AS. Kemenangan Jokowi langsung direspon positif oleh pasar,” katanya.

Ekonom OCBC Banking Corp di Singapura Wellian Wiranto menilai, mayoritas lembaga survei menempatkan Jokowi sebagai pemenang pemilu. Ia memerkirakan IHSG akan naik 3-4 persen dua hari ke depan. “Setelah itu akan tergantung perkembangan pasar, terutama bila kubu Prabowo melakukan sengketa hasil pemilu. Sektor saham konstruksi, properti, semen, dan perbankan akan memeroleh keuntungan dari kemenangan Jokowi,” kata ahli strategi ekuitas Asia di Nomura Holdings Inc di Hong Kong Mixo Das.

Beban ke Depan

Kandidat yang akan memenangkan pemilu ini ke depan akan memiliki pekerjaan berat, di antaranya memacu pertumbuhan, mengurangi kemiskinan, membangun infrastruktur, dan meningkatkan taraf hidup petani. Kedua capres juga berjanji menjaga larangan ekspor mineral mentah serta berusaha meningkatkan kesejahteraan sosial terutama sektor kesehatan.

“Kemenangan Jokowi jangka panjang akan positif bagi Indonesia. Hal ini positif untuk sektor infrastruktur dan ada hubungannya dengan kesejahteraan sosial,” kata Head of Research UBS Securities Indonesia Joshua Tanja.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal II-2014 hanya 5,21 persen, terendah sejak kuartal IV-2009. Ekspor melemah seiring dampak larangan ekspor mineral dan batubara mentah sejak Januari 2014.

Anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) juga meningkat sehingga membebani defisit transaksi berjalan dan defisit anggaran negara. “Dari pandangan pasar akan lebih disukai jika marjin kemenangan Jokowi atas Prabowo lebih lebar. Perhitungan cepat ini harus disikapi secara hati-hati oleh investor,” kata Managing Director Spiro Sovereign Strategy di London Nicholas Spiro.