Profil

Rezeki dari Bisnis Kari

20140531_150739Sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Padang untuk selalu berkelana di luar wilayahnya dalam mencari rezeki. Itu pula yang dilakukan Bobby.

Pria 32 tahun ini rela berpetualang mulai dari Medan, Bali, Jakarta hingga Jepang demi mencari pengalaman hidup. Hasil berkelananya itu ternyata membuahkan rezeki tersendiri baginya.

Lulus sekolah dasar di kota kelahirannya, Padang, Sumatera Barat, Bobby memberanikan diri melanjutkan sekolah menengah pertama dan atas di Medan, Sumatera Utara bersama saudaranya. Terbiasa dengan kemandirian dan berpetualang membuatnya mendatangi Pulau Dewata tanpa menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

Rasa ingin tahunya pada Bali membuat ia berani keluar dari Kepulauan Sumatera. Ia tertarik dengan pulau ini setelah melihat keindahannya di televisi dan kerap mendengar cerita dari orang yang bertandang ke Bali.

Di Bali, tanpa ijazah SMA, Bobby menjadi pekerja serabutan. Mulai dari pemandu wisata hingga menjual kopi dari berbagai daerah. Seringnya keluar masuk Aceh, Padang, dan Medan, membuat ia mengetahui seluk beluk dunia kopi. Di Bali, ia cukup berhasil menjadi penjual kopi dan mengenalkan kopi Indonesia pada turis mancanegara.

Selama delapan tahun di Bali, penjualan kopi membawa banyak keuntungan yang mengantarnya berlibur ke berbagai negara di Asia, termasuk Jepang. Di negeri matahari terbit ini, ia tak hanya menjadi wisatawan. Naluri bisnisnya muncul tatkala kagum dengan para lanjut usia (lansia) di sana yang berumur hingga lebih dari seratus tahun.

Kekaguman ini membawanya pada rasa ingin tahu resep umur panjang mereka. Ternyata resepnya cukup sederhana, yaitu makanan sehat, segar, dan selalu ada rempah-rempah dalam salah satu jenis makanannya. “Salah satu makanan sehat di Jepang yaitu kari. Ini jadi rahasia umur panjang mereka,” ujarnya.

Rempah-rempah yang ada di masakan kari tersebut antara lain jintan, kapulaga, lada hitam, dan kayu manis. Rempah-rempah tersebut dipercaya mampu mengurangi stres dan meningkatkan metabolisme tubuh. “Rempah-rempah yang diperlukan sudah tersedia di Indonesia, tinggal mengolahnya saja,” katanya.

Setelah habis masa wisatanya di Jepang selama 2,5 bulan, Bobby kembali ke tanah air dengan keyakinan pada usaha kari. Berbekal buku resep dari Jepang dan mencicipi kari di negeri tersebut, ia mencoba membuat masakan sendiri dan disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

Bobby melabeli bisnisnya dengan Kami Curry yang dimaknai sebagai usaha bersama. Kata ‘Kami’ dalam label restorannya dimaknai sebagai usaha bersama yang didukung banyak sahabat. Bobby mengakui, usaha yang baru berjalan hampir lima bulan ini tak akan maksimal tanpa dukungan para sahabat.

Untuk memulai usaha kari, Bobby menggunakan uang hasil jerih payah berjualan kopi sekitar Rp 50 juta. Dari modal awal ini, ia bisa menyewa kios di food court Plaza Semanggi lantai 3A serta membeli peralatan dan bahan baku kari.

20140531_150135

Berkah Diomeli Pelanggan

Untuk sukses, jangan takut mendapat kritikan. Itu pula yang sudah diterima Bobby selama menjalankan usaha kari. Hari pertama penjualan merupakan pengalaman tak terlupakan baginya.

Saat itu ia hanya menawarkan kari seharga Rp 10 ribu per porsi. Otomatis pengunjung segera mendatangi kiosnya dan ada antrean hingga 10 meter untuk mencicipi kari buatannya. Dengan keterbatasan pegawai, minggu pertama penjualan menuai banyak komentar tak mengenakkan.

“Saat itu belum ada standar porsi, saya pakai ilmu kira-kira. Jadi tidak sama setiap porsinya,” tuturnya.

Sering mendapat omelan pelanggan justru membuatnya bisa belajar membuat kari lebih baik dan lebih enak di lidah konsumen. Ia pun mulai memberi porsi pada nasi, lauk hingga kuahnya.

Pengalaman itu dijadikannya sebagai guru terbaik bagi kehidupannya. Bobby yakin suatu saat dapat berhasil dan merasakan manisnya bisnis kari ini. “Setiap orang yang punya usaha pasti ingin untung. Tetapi harus dijalani seperti air mengalir. Yakin dan fokus pada satu bisnis yang kita pilih. Dengan begitu, pikiran kita tidak akan terbebani persoalan keuntungan. Hatipun senang,” ujarnya.

Ke depan, penggemar extreme games (Xgames) ini memiliki mimpi besar bagi Kami Curry. Bobby berharap, kelak usahanya besar seperti pengusaha asing yang mampu menjual usahanya ke negara lain. Salah satu rencana melebarkan sayap usahanya dengan menjual merek dagang Kami Curry.

“Dengan semakin banyak orang yang mengenal Kami Curry, usaha ini bisa di-francise. Jadi semakin besar, ini rencana jangka panjang,” katanya.

Nama : Bobby
Tempat dan tanggal lahir : Padang, 3 November 1981
Telp : 021-34627422
Email : bobby_yusdi@yahoo.com
Hobi : X-Games

Anda mungkin juga suka...