During the past couple of weeks, I wanted to find a few films with a good LGBT angle. I watched Eternal Summer and Brokeback Mountain last year, and I absolutely loved it. Last week, I watched Tom Gustafson’s as a director which title “Were The World Mine”. Here’s my short reviews for both films, but I”ll tell you right now that they are wonderfully awesome.

Were the World Mine (2008)
This was a pretty good gay-themed movie. Inspired by William Shakespeare’s “A Midsummer Night’s Dream” and directed by Tom Gustafson, the plot focuses on a young gay boy living in a homophobic town while attending an all-boy’s school.
Soon after, he”s cast in the play and turns everyone gay with the help of a magical plant. Conflicts erupts between his jock crush, his best friends, and his mother. The play is set in motion, but everyone now feels what’s it’s like to be gay.

The music is sort of like a musical, but meshes the song as part of the plot with the songs very sensual.
The actors are cute (Tanner Cohen and Nathaniel David Becker), and the movie ends with a surprise twist. The movie won many awards in film festivals, including Grand Jury Award for Outstanding U.S. Dramatic Feature at Outfest 2008.

Semoga kagak bingung dengan bahasa Inggris sederhana itu. Sebenarnya minggu lalu gw iseng sepulang kerja trus mampir ke toko vcd bajakan di depan Terminal Senen.
Intinya gw mo cari Ghost Writer, tapi sayang belum ada bajakannya. Kalaupun ada, gambarnya belum bagus. Alhasil, setelah bongkar-bongkar tumpukan vcd, gw menemukan sebuah film dengan gambar menggoda. Ahaaa..

Bener seperti sinopsis di atas, casting pemainnya keren (dan sampulnya bergambar cowok topless). Loh? Santai aja bos! Gw masih normal kok, cuma lagi kepingin melihat cerita dari angle lain soal LGBT (Lesbian, Gay, Bisex and Transexual).

Setelah lihat gambar, gw baca sinopsisnya. Keren juga sih!
Intinya, ada cowok bernama Timothy yang akan segera lulus SMU. Nah, sebagai tanda perpisahan ada pementasan karya Shakespeare “A Midsummer Nights Dream”. Sang guru (yang menurut gw aneh) membujuk Timothy untuk ikutan casting. Kayaknya sih dia udah punya feeling pake peran Timothy.
Nah, untuk bisa menjadi tokoh utama, dia harus membaca script dan novel Shakespeare. Di situ, dia juga disuruh membuat ramuan cinta. Alhasil, ramuan itu jadi dan berbentuk bunga.

Anehnya, bunga berwarna ungu itu mampu menyemprotkan percikan air dan orang yang terkena percikan itu langsung menjadi Lesbi atau Gay! Wow!! Bayangkan aja, kalo lu cowok dan menyemprotkan bunga itu ke cowok juga. So, lelaki segarang apapun akan takluk dengan lu. Begitu juga dengan sesama cewek. Kayak semacam pelet lah! (tapi ini tidak bisa digunakan untuk lain jenis).

So, seluruh sekolah berubah jadi gay dan lesbi. Bahkan guru Baseball pun harus rela menunggu semalaman suntuk di depan rumah Kepala Sekolah untuk menyatakan cinta! Begitu juga dengan ibunya Timothy yang dikejar istri Kepala Sekolah tersebut.

Nah, Timothy ini sebenarnya juga sudah mengetahui kalo dirinya seorang gay. Nah, dia juga menyemprotkan ke cowok idamannya yaitu Nathaniel David. Dia juga sempat “bercinta” di bawah temaram bulan purnama di sebuah hutan yang jauh dari rumah. Romantis!!!

Endingnya sang guru casting (guru drama itu) melihat kekacauan di sekolah. Ibunya Timothy minta untuk segera mengakhiri keanehan ini. Akhirnya, suasana kembali normal. Namun, akankah Timothy dan David ini sadar dan kembali normal? Ahhh..lihat aja sendiri 🙂