Itulah yang terjadi di sistem pengadilan tanah air. Apapun bisa dibayar dengan uang. Tak terkecuali masalah hukum.

Kali ini negara sedang dihebohkan oleh kasus plesiran dari seorang tahanan tersangka mafia kasus pajak, Gayus Tambunan.Kabarnya, Gayus berhasil nonton pertandingan tenis di Pulau Dewata selepas membayar sejumlah “upeti” ke penjaga tahanan.

Hmmmm..inilah yang disebut pasal KUHP, Kasih Uang Habis Perkara. Hukum kita terlalu mudah untuk dibeli, khususnya oleh orang-orang berduit. Daripada repot menginap di hotel prodeo, mendingan bayar uang dan selesailah perkara.

Sebelumnya juga pernah terjadi kasus penyuapan Rp6 miliar kepada jaksa Urip Tri Gunawan oleh Artalyta Suryani alias Ayin. Meski sudah divonis 5 tahun di Rutan Pondok Bambu, hotel prodeo yang khusus disiapkan untuk Ayin justru bernuansa hotel mewah sungguhan.

Bagaimana tidak, penjara yang seharusnya tidak ada fasilitas apapun justru dilengkapi dengan televisi, kulkas hingga AC. Oalahhhh..lagi-lagi ini urusan uang. Bagaimana mungkin Ayin dapat fasilitas mewah tanpa ada kongkalikong dengan pejabat setempat?

Uang..alat pembayaran ini seakan menjadi hal biasa untuk membeli sesuatu, bahkan nyawa sekalipun.Ah, janganlah sampai ke urusan nyawa. Kita saja kalau terkena tilang, mendingan bayar di tempat agar segera beres. Bagaimana dengan Anda?

Saya jadi prihatin dengan kondisi bangsa ini yang seolah-olah mempermainkan negara.Bagaimana tidak, rakyat yang masih didominasi oleh kemiskinan ini telah dinodai oleh kasus segelintir pejabat. Akibatnya, rakyat yang susah bertambah susah. Dan pejabat yang kaya justru tambah kaya. Lha wong saat dia kena kasus, dia langsung menyodorkan uang untuk menyelesaikan perkara!!

Tidak perlu menyalahkan siapapun! Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa jujur dan berusaha bersih dalam menerima dan menyalurkan rejeki kita. Bagaimana pun, apapun dan dengan cara apapun kita menerima rejeki akan mempengaruhi segala pemmikiran kita. Jika kita menerima rejeki haram, maka otomatis kita makan dengan sesuatu yang haram, otomatis darah yang mengalir ke tubuh kita juga haram. Pemikiran kita pun juga sudah tidak berdasarkan akal sehat lagi, justru melebihi setan..