SLOGAN”Good is Not Enough” sengaja didengungkan untuk para kreator agar tetap mampu bersaing secara sehat.

Mereka yang tergabung dalam Petakumpet pun mengusung slogan tersebut. Menurut Chief Creative Officer Petakumpet Arief Budiman, ide segar sangat dibutuhkan semua pihak. Untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain, semua pihak juga harus berkompetisi secara sehat, terutama dalam mengomunikasikan pesan produk ataupun jasa yang ditawarkan.

Bergerak di dunia kreatif memberikan keasyikan tersendiri pada Arief. Sebetulnya Arief sempat kuliah satu tahun di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Namun, belakangan dia malah tidak tertarik dengan bidang ilmu tersebut. Bisa ditebak, Arief lantas keluar dari kampus lamanya dan pindah ke Jurusan Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta. ”Dunia kreatif sebenarnya milik semua orang. Saat menjual barang atau jasa, bagus saja kurang cukup sehingga perlu cara kreatif untuk menjualnya. Di sinilah peran kami untuk bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut,” kata Arief, yang komunitasnya diramaikan dengan surat berantai di petakumpet@yahoogroups.com.

Seperti perusahaan lain, Petakumpet juga pernah gagal. Ini yang selalu mengusik Arief dan kawan-kawan. ”Jika perusahaan harus gagal suatu hari nanti, semoga itu terjadi 100 tahun lagi. Mungkin 1000 tahun lagi seperti yang diharapkan Chairil Anwar. Tapi, tidak besok pagi,” timpal Arief, yang telah menerbitkan buku berjudul Jualan Ide Segar.

Meski komunitas Petakumpet masih ada, beberapa anggotanya sudah berpencar ke perusahaan yang berbeda. Ada yang masih bergabung dengan PT Petakumpet, ada pula yang bekerja di bidang ataupun perusahaan lain. Account Executive PT Petakumpet, Alda Arinaldi, baru bergabung dengan perusahaan desain grafis ini dua bulan lalu.

Alda tidak pernah tergabung dalam komunitas Petakumpet. Namun, kedekatan dengan Itok pada masa sekolah dulu, membuatnya tertarik pada dunia desain grafis. Apalagi latar belakang Alda yang lulusan fakultas ekonomi sama sekali tidak sinkron dengan dunia desain grafis. Namun, alumnus STEKPI Kalibata, Jakarta, angkatan 1993 ini optimis dapat menjadi corong bagi Petakumpet agar mampu memasarkan jasa desain mereka. Kantor pusat Petakumpet ada di Yogyakarta. Sementara Alda bekerja dari Jakarta, di kantor representasi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

”Karyawan Petakumpet kadang diambil dari komunitas Petakumpet maupun dari luar. Pokoknya kami gaji secara profesional. Lain dengan komunitas biasa,” katanya.

Nah, kalau kalian belum merasa cukup, monggo cek ke TKP aja langsung :
http://ptpetakumpet.blogspot.com/2008_08_01_archive.html